Sidang Khotbah Jumat 9/9/11 by KH Wawan Al Kafirun Jaya, SJ Saudara-saudaraku seiman dan setakwa di mesjid jamiyah al facebookiyah, dengan ini, setelah mempelajari fisika, saya menyatakan bahwa Tuhan yang benar bukan maha besar, tapi maha kecil, karena menurut perspektive fisika, satu-satunya konsekuensi logis yang bisa disebut tuhan adalah cosmis, jadi sekali lagi tuhan sebenarnya maha kecil, tapi jumlahnya buanyaakkkkkkkkk sekali...
kitapun tersusun oleh tuhan cosmis tersebut, kita, mahluk hidup, mahluk mati, semua tersusun oleh partikel, dan semuanya bergerak (matter in motion), jadi tuhan kita yang maha kecil dan banyak ini menurut Werner Heisenberg, kalau bergerak semaunya sendiri, karepe dewe, itu yang membuat alam semesta seru sekalian alam... di planet jupiter wassss wusss waaasss wusss asteroid yang jumlahnya miliaran, kadangkala ngintip-ngintip bumi mau nabrak... gerak-gerak benda-benda langit diangkasa sesungguhnya yang benar adalah liar, acak, hal itu merupakan konsekuensi logis dari refleksi kinerja partikel dalam level kecilnya... untuk itu sebagai penutup sidang jumat, maka sadarilah bahwa kita sebenarnya takluk pada kekuatan kecil, yaitu cosmis, yang jumlahnya banyak, dan kinerjanya wass wusss wasss wusss semaunya sendiri...(uncertainty)... berdoa-pun tiada gunanya, karena cosmis tidak punya telinga, yang bisa kita lakukan hanyalah berpasrah diri atas kinerja partikel yang uncertainty, so untuk itu bila hari ini jidat loe gak ketabrak asteroid saja, sudahlah cukup untuk berucap syukur alhamdullilah... --- Jumat, 9/9/11 By: KH Wawan Setiawan Al Kafirun Jaya, SJ ( Serikat Jomblo ) Komen: Aajin Sangmusafir: DEUS SIVE NATURA SIVE SUBSTANTIA TUHAN = ALAM = SUBSTANSI Semua yang ada dalam alam semesta ini hanyalah bentukan (moda) dari substansi itu dalam materi (res extansa) dan sifatnya (res cognita) Tuhan itu tidak pernah berfirman ini -itu, tuhan itu hanya mewujud menurut kausalitas dan probabilitas yang ada padanya yang tidak pernah konstan, tapi ever changing. Mewujud menjadi apa? Mewujud dalam Alam Semesta , yang dimana kita adalah bagiannya. jadi Tuhan itu adalah Totalitas kesegalaan yang ada, atau dalam bahasa "jawa"nya Deus est omnia in summa - God is the total sum of everything. Wawan Setiawan: ya pada akhirnya ini yg dimaksud oleh Baruch Spinoza dan Albert Einstein, hanya saja Einstein menganggap kerja jagad raya in harmony, tapi werner heisenberg mematahkannya bahwa kerja partikel level kecil uncertainty ini ini cukup menjelaskan konsekuensi logis dari wasss wusss wasss wussnya asteroid yang bergerak semaunya dewek.... Aajin Sangmusafir: Saya dan Wawan Setiawan tidak pernah ketemu, tidak pernah diskusi tentang ketuhanan. Kami datang dari pencarian yang sama sekali berbeda, tapi dalam banyak hal memiliki kemiripan, karena apa? karena kami orang-orang rasional yang pake otak, dan kerangka berpikir kami adalah dialektka historis material. Bedanya Wawan di pergerakan, sedang saya di tataran filsafat. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
