G30S/PKI Bukan Gerakan Suharto Tapi Gerakan CIA !!!
                                       
Betul kalo Suharto sudah lama berhasil direkrut oleh CIA, tetapi untuk gerakan 
G30S enggak mungkinlah dia bisa menggerakan tentara dibawahnya karena 
kekuasaannya sangat2 terbatas, apalagi diatasannya banyak jendral2 lain yang 
mengawasi dirinya.

Jadi sekali lagi, dengan pangkat dan kekuasaan seperti Suharto waktu itu, tidak 
memungkinkan dia bisa menggerakan G30S.

Ysng paling utama untuk memahaminya adalah bahwa gerakan itu ditujukan untuk 
menculik Sukarno bukan menculik jendral2, jadi agar penculikan Sukarno bisa 
berhasil gemilang tentu haruslah jendral2 yang melindunginya diculik dulu 
sehingga penculikan Sukarno tidak banyak halangannya bisa berjalan lancar.

Demikianlah cukup satu peleton pasukan G30S dari Amerika yang diberi seragam 
Cakrabirawa, semua jendral berhasil diculik, jaringan komunikasi dijam, dan 
Sukarno berhasil diculik.

Satu peleton pasukan asing meskipun pakai seragam cakrabirawa mana bisa 
mengkudeta Sukarno turun, meskipun mampu menculik presiden dan jendral2nya.  
Kalo mereka mau memaksa pasti terbongkar rahasianya dan terjadi konflik 
bersenjata antara pasukan RI dan pasukan asing tsb.

Demikianlah, setelah Sukarno behasil diculik, kepadanya diperlihatkan mayat 
jendral2nya yang dibantai pasukan tsb.  Tentu Sukarno shock, kemudian dia 
dipaksa atau didiktekan untuk melakukan ini dan itu, untuk menyatakan ini dan 
itu.  Agar bisa berjalan lancar, maka semua pasukan pengawal Sukarno dibantai 
atau disingkirkan, kemudian Suharto pagi2 satu Oktober sudah dipanggil untuk 
menjemput Sukarno.

Selesailah tugas satu peleton pasukan asing ini, barulah saat ini tugas Suharto 
melalui cara2 konstitusi melucuti kekuasaan Sukarno.  Itlah sebabnya, Sukarno 
mau akal2an angkat jendral2 lain yang setia kepadanya tidak mungkin bisa 
terlaksana, karena kekuasaan sebenarnya sudah berada ditangan Suharto karena 
nyawa Sukarno sudah dalam genggaman Suharto tanpa Sukarno mengumumkannya.

Jadi begitulah singkatnya, gerakan Suharto mulai bertugas pada satu oktober 
pagi2.

Sukarno juga menamakannya GESTOK, karena G30S/PKI ini bukan sama sekali gerakan 
Suharto tapi gerakan CIA dengan persenjataan yang super canggihnya dibantu 
satelit komunikasi untuk merusak system komunikasi pasukan Sukarno beberapa 
saat.

Apakah menurut anda Amerika besalah telah melakukan gerakan ini ???  Jawabnya, 
TIDAK.  Karena Amerika wajar melindungi kepentingannya diseluruh dunia, kalo 
Sukarno enggak cari gara2 merugikan Amerika, tak mungkinlah Amerika bertindak 
begitu.

Kesalahannya yang paling fatal adalah dipihak Sukarno, karena apa urusannya dia 
mengganyang Malaysia dan memerangi Inggris yang mau memberi kemerdekaan kepada 
Malaysia ???  Gara2nya dimulai rencana Inggris yang ingin melepaskan jajahannya 
di Malaya, untuk itu dipersiapkan proklamasi kemerdekaan Malaysia, tapi Sukarno 
menolak, karena menurut dia, kalo Inggris mau keluar dari Malaya, maka 
seharusnyalah Malaya itu masuk menjadi bagian dari Indonesia.  Jelas sikap 
Sukarno ini takabur, kemudian karena Inggris mengacuhkannya, Sukarno kemudian 
mengobarkan Ganyang Malaysia memeranginya dengan niat nantinya Inggris keluar 
maka TNI yang akan masuk mengambil alih.

Akhirnya, karena sudah banyak Amerika membantu Sukarno, tiba saatnya kepala 
batu Sukarno harus dihukum tanpa ampun lagi.  Ini sudah sangat adil, adil bagi 
negara tetangga, dan juga sangat adil bagi bangsa Indonesia yang diabaikan atau 
dikorbankan kesejahteraannya oleh Sukarno hanya untuk mengganyang tetangganya 
yang tidak berbuat apa2 yang merugikan Sukarno maupun bangsa ini.

Suharto memang koruptor, tetapi kalo bisa dimanfaatkan Amerika, apa salahnya 
???  Yang penting perbuatan Suharto itu bukan merugikan Amerika, sedangkan 
untuk mem-bayar jasa2nya Suharto, tidak juga salah kalo CIA memberi kesempatan 
kepadanya untuk korupsi kekayaan negaranya sendiri selama tidak merugikan 
kepentingan Amerika apa salahnya negara yang udah acak2an begini ditambah 
sedikit aja acak2annya.

Demikianlan, belajar dari kejadian Sukarno maka kita harus menyadari betapa 
mahalnya untuk membayar sebuah kesalahan.  Makanya jangan diulang, sekali kalah 
seumur hidup enggak bisa bangkit lagi.

Jangan samakan dengan Jepang, karena Jepang meskipun juga melakukan kesalahan, 
namun dia bersedia membayarnya sehingga Amerika memberi kesempatan untuk 
bangkit lagi.

Jadi janganlah berperang atau memerangi hanya untuk kalah, gampang koq 
memastikan perang sekarang ini siapa yang bakal menang dan siapa yang pasti 
kalah.  Belajarlah dari sejarah ini meskipun sudah terlambat.  Tidak ada tempat 
bagi kita dan bagi pemimpin negara untuk membuat kesalahan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke