http://www.lampungpost.com/berita-utama-/8666-bandar-lampung-krisis-air-.html


      Bandar Lampung Krisis Air        
      Senin, 12 September 2011 01:14  
      BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kemarau sejak sebulan terakhir mulai terasa 
dampaknya. Warga Bandar Lampung dan sekitarnya dilanda krisis air bersih. 

      Masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih karena debit air sumur 
menyusut, bahkan sebagian mulai mengering. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, 
warga terpaksa mengambil dari tempat lain atau membeli. 

      Krisis air dirasakan warga Kedaton, Sukarame, Way Kandis, Labuhanratu, 
Way Halim, dan Gunungterang.

      Di Labuhanratu, warga menyerbu sumur gratis yang disediakan perorangan, 
seperti di Maruman Siger dan di depan masjid jalan Pagaralam (Gang PU). "Sumur 
di rumah kering, jadi terpaksa ngunjal dengan pikap atau becak," ujar Yanto, 
warga Labuhanratu, Minggu (11-9).

      Di Kedaton, debit air sumur dengan kedalaman kurang dari 12 meter juga 
menyusut. Masyarakat terpaksa menghemat air atau meminta dari tetangga yang 
memiliki sumur lebih dalam. Di Gunungterang, warga terpaksa mandi di sungai 
karena sumur mereka hanya cukup untuk kebutuhan memasak dan mencuci.

      Kesulitan air bersih juga dirasakan warga Desa Hajimena, Natar, Lampung 
Selatan. Banyak sumur yang mengering dan kalaupun air sumur masih ada, baru 
bisa diambil setelah delapan jam. Rumah Habiah Ilyas, misalnya. Di rumahnya, 
air sumur bisa disedot mesin setiap delapan jam. Padahal biasanya, air bisa 
disedot kapan saja karena sumber airnya melimpah.

      Beberapa warga terpaksa membeli selang panjang untuk disambung ke sumur 
bor milik tetangganya. Afandi, misalnya. Warga Perumahan Puri Sejahtera, Natar, 
ini mesti membeli selang sepanjang 20 meter untuk meminta air kepada warga yang 
punya sumur bor. 

      Setiap pagi dan sore, air dialirkan melalui selang dari rumah si empunya 
air ke rumahnya. Hal itu sudah berlangsung satu bulan terakhir. Selain meminta 
kepada tetangga yang punya sumur bor, beberapa warga juga mencuci dan mengambil 
air di masjid sekitar. Namun, pengambilan air dibatasi oleh pengurus masjid. 
Sebab, dikhawatirkan kebutuhan air untuk jemaah yang hendak salat tidak 
tercukupi.


      Pertanian

      Di sektor pertanian, luas areal sawah yang gagal panen di Lampung sejak 
dua bulan terakhir mencapai 513 ha. Petambak tradisional dan nelayan pun banyak 
yang merugi akibat kemarau.

      Kepala Stasiun Klimatologi Masgar Hariyanto mengatakan kemarau di Lampung 
mencapai puncaknya sejak awal Agustus ini. Curah hujan saat ini 50-100 
mm/bulan. "Kemarau diprediksi mereda pada Oktober," kata dia.

      Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) 
Lampung Bambang Nova Setyanto mengatakan suhu pada puncak kemarau mencapai 
34—35 derajat Celsius. "Hujan masih akan turun walaupun dengan intensitas 
rendah, di bawah 150 mm/bulan," ujarnya.

      Secara nasional, kemarau berkepanjangan membuat sebagian wilayah 
Indonesia dilanda kekeringan. Krisis air pun tak terhindarkan. Ribuan hektar 
areal persawahan siap panen terancam puso atau gagal panen. Tak sedikit lahan 
pertanian yang telantar. Di samping areal pertanian, kekeringan juga berdampak 
serius terhadap peternakan, sapi dan kerbau kesulitan pakan. Warga pun menjerit 
karena air bersih sulit didapat.

      Di Tegal, Jawa Tengah, ratusan warga memanfaatkan air sumur yang keruh 
dan berbau untuk memasak dan kebutuhan lainnya. Warga yang mampu membeli air 
bersih dari sumur artesis milik warga setempat seharga Rp1.000 per jeriken 
berisi 20 liter. (AAN/TOR/U-1)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke