G30S/PKI Merupakan Mission Impossible Yang Sukses !!!
                                
Memang seperti cerita fiksi tapi operasi G30S/PKI bukan fiksi dan hasilnya 
sukses besar dan tidak seorangpun pelaku penculiknya yang berhasil ditangkap.  
Jadi kalo diberitakan ada yang ditangkap, mereka yang ditangkap bukanlah 
pelakunya melainkan kambing hitam yang melihat kejadian tanpa bisa menceritakan 
siapa2 pelakunya selain dari seragamnya saja yang dikenakan para pelakunya.

Yang pasti, pelaku2nya cuma 2-3 orang tapi mampu menghancurkan satu batalyon 
cakrabirawa yang terlatih.  Ini adalah pasukan komando yang bersenjata 
ultra-teknologi yang dimonitor dari satelit.

Operasi G30S PKI merupakan operasi yang sangat komplex, belum ada jendral di 
Indonesia yang mampu mendesign operasi seperti ini, kalopun ada jendral2 
Indonesia yang punya kemampuan seperti ini, maka jendral2 itulah salah satunya 
yang sudah mati ikut diculik.

Jelas, tidak mungkin ada jendral Indonesia yang mampu, karena operasi ini harus 
didukung oleh Satelit, senjata, amunisi, dan pesawat anti-radar yang bisa masuk 
dan mendarat dengan aman.  Naaah... kualitas satu pleton yang memenuhi syarat 
seperti ini khan cuma dimiliki pasukan Amerika saja !!!

> Wal Suparmo <wal.suparmo@...> wrote:
> Peleton baru masuk ke rumah Nasution
> dimana muncul sesosok berkulit bersih
> (menyerupai Nasution muda) Sosok itu
> adalah PIERRE TENDEAN yang berteriak
> "SAYA NASUTION!" ( untuk memberi
> kesempatan Nasution meloncat pagar
> dibelakang rumahnya).

Anggauta tentara Indonesia enggak ada yang tidak mengenal Nasution !!  Bahkan 
Hansip pun kenal muka Nasution itu seperti apa.  Coba bandingkan wajah Nasution 
dan Piere Tendean itu bedanya jauh banget, yang satu tua dan yang lainnya 
sangat muda belia. Iya, cuma pasukan asing yang bukan orang Indonesia meskipun 
badannya aseli Indonesia tapi tentunya tidak mungkin mengenal Nasution yang 
dikenal semua orang Indonesia.

Memang G30S PKI itu adalah operasi rahasia, kalo enggak rahasia gimana bisa 
berhasil ???

Mana bisa cuma satu peleton tentara bisa menculik jendral2 yang punya puluhan 
Brigade, ribuan peleton, ditambah lagi system pengamanannya.  Masa gampang 
dikecoh dibohongi "saya Nasution" kemudian ditembak mati.

Apa yang terjadi ini khas operasi CIA di negara2 Amerika Latin.  Dan Amerika 
juga memiliki pasukan khusus yang kesemuanya warganegara Amerika keturunan 
Indonesia, ada orang Ambon, Jawa, Batak, Padang, dan semua suku yang ada di 
Indonesia dipunyai Amerika.  Enggak susah ya cuma ngedrop satu pleton aja.

Masalahnya satu pleton pun kalo ditunjang senjata2 modern dengan dukungan 
komunikasi satelit, ditambah dukungan Suharto, Ali Murtopo, dan beberapa 
jendral lainnya bahkan juga Adam Malik yang berjasa menghimpun demonstran 
menurunkan Sukarno, mana mungkin bisa tidak sukses untuk menyeret turun Sukarno 
dari Singgasananya tanpa harus pecah perang ????

Memang, seharusnya Sukarno tidak perlu mati kalo dia sukarela mau turun, tetapi 
diancam menanda tangani SP 11 Maret pun dia nekad menolak, tapi itu bukan 
halangan untuk merekayasa SP 11 Maret palsu se-mata2 agar bisa dianggap 
konstitusional yang bersih dari campur tangan Amerika.

Mau kepala batu pun Sukarno cuma sia2 saja, diangkut ke RSGS dan dinyatakan 
mati sakit, bereslah semua persoalan dan tugas Suharto kemudian cukup 
mengangkat Sukarno jadi pahlawan proklamasi.  Kepentingan Amerika berhasil 
diselamatkan meskipun Sukarno sendiri jadi tidak selamat.

Bukan cuma perang yang perlu strategi, membela dan melindungi kepentingan 
negara juga perlu strategi, dan kalo kalah strategi tentunya runyam nasibnya 
jadi kayak Sukarno.

Lalu apanya yang salah ????










------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke