Kalo naik haji, maka semua dosa akan dihapus dan orang Islam jadi suci bersih 
kayak bayi yg baru lahir. Semua dosa akibat korupsi akan diputihkan. 


Jadi korupsi aja sebanyak2nya spy bisa naik haji, hehehe...




>________________________________
>From: muskitawati <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Tuesday, September 13, 2011 9:11 AM
>Subject: [proletar] Quota Haji, Gelar Doktor dan Penganiayaan TKW !!!
>
>
>  
>Quota Haji, Gelar Doktor dan Penganiayaan TKW !!!
>
>Mengurangi beban pengangguran dengan pengiriman TKW, tapi TKW ini mengalami 
>penganiayaan sehingga Arab Saudia tercatat meningkat dalam pelanggaran HAM 
>didunia Internasional yang korban2 penganiayaannya ini bukan cuma dari 
>Indonesia tapi juga dari negara lainnya.
>
>Dilain pihak, di Indonesia para koruptor makin banyak yang berarti makin 
>banyak juga kebutuhan mereka akan titel haji yang penting untuk berlindung 
>dari tuntutan.  Akibatnya pemerintah membutuhkan quota haji ke Arab Saudia 
>dinaikkan.
>
>Kedua kejadian diatas menjadi dilema Indonesia, sedangkan dilema bagi Raja 
>Arab Saudia adalah bagaimana menurunkan tingkat pelanggaran HAM dimata 
>Internasional yang terkait dengan tekanan politik setelah terlibat dalam teror 
>jihadnya 911.
>
>Entah siapa yang menelorkan ide-nya mendadak Raja Arab Saudia mendapat gelar 
>Doktor Honoris Kausa dalam penegakkan HAM yang beritanya digelar kedunia 
>Internasional.  Juga mendadak Arab Saudia menaikkan kuota haji untuk Indonesia.
>
>Diberita lokal juga banyak pendadakan, mendadak rektor UI dituduh menjual 
>gelar doktor kepada Raja Arab Saudia, mendadak rektor UI membantahnya dengan 
>menunjukkan bahwa gelar yang diberikan itu sudah mendapat persetujuan dari 
>dewan professor di UI.  Belum selesai ceritanya, mendadak dewan professor di 
>UI membantah telah diajak berembuk dalam pemberian gelar yang tidak pantas ini.
>
>Sang rektor UI terancam dipecat, apalagi gagal didukung dewan professor di UI, 
>berita seputarnya mendadak hilang karena presiden SBY terlibat dalam semua 
>kasus diatas dan yang bertugas meredam berita yang bisa mencemarkan nama SBY 
>untuk pemilu nanti adalah Tifatul Sembiring yang menjadi MenKo Info-nya.
>
>Tapi Menko Info Tifatul ini reputasi politiknya jadi terpuruk akibat kantor 
>pemasaran RIM di Indonesia ditutup dan pindah ke Malaysia sebagai jawaban atas 
>tekanan sang Menko dimana RIM harus membuka juga pabriknya kalo kantor 
>pemasarannya tidak mau ditutup pemerintah.  Akhirnya RIM memilih menutup 
>sendiri kantor pemasarannya katimbang ditutup oleh pemerintah secara mendadak 
>sehingga isi kantornya bisa hilang terjarah petugas yang berwenang menjarahnya.
>
>Semua kepentingan disini saling menyulam, meskipun tadinya tidak saling 
>terkait bisa dikaitkan kepentingannya dalam mencari solusinya.  Tapi tetap 
>sulit unuk menduga hasilnya diajang pemilu nanti.  Bisa jadi, SBY sudah 
>mendapat backing pemberi dana dari Arab Saudia untuk menjerumuskan isterinya 
>menjadi presiden wanita kedua di Indonesia.
>
>> "Sunny" <ambon@...> wrote:
>> permintaan Pemerintah Indonesia
>> ke Pemerintah Arab, untuk penambahan
>> kuota dikabulkan sebanyak 10.000
>> orang jemaah. Jadi total jemaah
>> tahun 2011 ini adalah 221.000
>> orang
>
>Oooo... jadi pemberian gelar doktor HAM kepada Raja Arab Saudia kepentingannya 
>cuma lobby meminta kuota kenaikan jemaah haji !!!
>
>Lalu kalo sudah banyak jemaah haji di Indonesia  manfaatnya apa ???  Apakah 
>bertambahnya titel haji di Indonesia mengurangi jumlah koruptor ???  Apakah 
>bertambahnya jumlah haji di Indonesia bisa mengurangi pengangguran ???
>
>Biar anda dan pembaca lainnya sajalah yang memberi jawabannya.
>
>Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke