TIPS KURSUS BAHASA INGGRIS GARANSI SAMPAI LANCAR
Oleh: M. Abdullah
Bahasa Inggris, sebagai salah satu bahasa Internasional, membuat banyak orang 
berusaha sebisa mungkin untuk menguasainya. Momen itu memunculkan ide baru bagi 
mereka yang mempunyai jiwa dagang, dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan 
kursus bahasa Inggris. Mulai dari kursus-kursus non formil di rumah-rumah, 
sampai dengan institusi resmi di gedung-gedung bergengsi dengan menggunakan 
nama institut atau universitas.
Tak ayal, hal itu melahirkan pemain-pemain  yang kian “kasar”  guna mendapatkan 
profit  setinggi-tingginya dari para konsumen yang haus akan bahasa Inggris. Di 
tangan mereka, bahasa Inggris menjadi barang dagangan yang sangat variatif.   
Dia bisa dibentuk dan diukir  ibarat kayu Mahoni. Dia juga bisa dibingkai dan 
diberi hiasan warna-warni ibarat sebuah rumah yang mau dijual. Bisa juga 
diibaratkan kue ulang tahun yang ditempeli lilin-lilin kecil, yang mencoba 
memikat setiap orang yang melihatnya.
Ringkasnya, berbagai cara dilakukan supaya barang dagangan mereka laris manis, 
terjual habis. Karena terbukti para konsumen yang haus akan bahasa hiburan itu, 
tidak ragu-ragu dan tidak malu-malu merogoh kocek dalam-dalam setelah melihat 
dagangan yang menggiurkan tsb. Para konsumen bisa dengan mudah membelanjakan 
hartanya, karena bahasa Inggris dikemas dalam buku yang sampulnya begitu 
menyilaukan mata. Bisa juga mereka terpana dengan gedung yang megah yang di 
dalamnya ada institusi yang mengajarkan bahasa Inggris, sehingga berapapun 
ongkos belajar, mampu mereka bayar. Ada juga yang terhipnotis oleh iming-iming 
tenaga marketing dan penampilan para kru lembaga tsb yang nampak memikat, 
sehingga baru menatap wajah mereka saja, seolah-olah sudah berada di Travalgar 
Square, London. Lallu tanpa ragu merekapun mendaftar menjadi peserta kursus.
 Tapi setelah beberapa kali pertemuan, para konsumen itu tidak kunjung datang 
lagi untuk belajar, karena beberapa faktor, bisa jadi bosan, jenuh, malas, 
sibuk, kecewa, dll,  karena mereka baru sadar, bahwa mereka bukan berada di 
Travalgar Square, melainkan di Kampung Rambutan.
Faktor-faktor internal (bosan, jenuh, malas, sibuk, kecewa dengan kwalitas 
lembaga kursus) para peserta kursus itulah yang lantas memunculkan ide 
cemerlang bagi para “pedagang” bahasa Inggris. Para saudagar itu lantas 
menempel embel-embel pada jualan mereka berupa :
-          Garansi / Jaminan Belajar bahasa Inggris SAMPAI BISA atau SAMPAI 
LANCAR
-          Waktu belajar fleksible, kapan saja belajar bisa
-          Tempat belajar juga tidak harus dikelas, bisa di mana saja
-           Gratis pengulangan tanpa dipungut biaya 
-          Tanpa harus menghafal grammar
-          Tanpa harus menghafal vocabulary (kosa kata)
Mengapa mereka berani memberikan slogan-slogan kursus bahasa Inggris seperti 
itu pada iklan mereka? Karena berdasarkan pengalaman, mereka yakin, hanya 
sedikit peserta kursus yang mau belajar sampai selesai. Rata-rata setelah 
SEPULUH kali pertemuan mereka tidak akan pernah datang lagi. Karena mereka 
yakin, para peserta itu hanya pada AWAL-AWALnya saja rajin datang. 
 Dari seratus peserta  kursus bahasa Inggris, mungkin hanya sepuluh saja yang 
rajin datang sampai selesai. Sisanya tenggelam dalam dunia mereka 
masing-masing.  Karena semangat hangat-hangat tai ayam itulah, para pengelola 
kursus berusaha menyedot duit para peserta kursus dengan membayar di muka. 
Sebab kalau membayar setengah atau seperempat dulu, pasti mereka tidak akan 
datang untuk membayar lagi, karena beberapa faktor di atas.
Tapi untuk membayar lunas di muka bukanlah perkara enteng. Harus ada trik-trik 
khusus dan jurus-jurus ampuh supaya calon siswa mau membuka dan menumpahkan isi 
dompet mereka. Di antaranya adalah dengan merekrut tenaga marketing yang secara 
berkesinambungan diberi latihan-latihan menarik hati calon konsumen. Ditambah 
dengan REWARD berupa komisi dan bonus-bonus yang menyilaukan mata, seperti HP 
terbaru, sepeda motor terbaru, atau mungkin mobil terbaru, atau  satu unit 
rumah bergaya mediterania, bila penjualan bisa menembus grafik yang 
ditargetkan. 
Bila tidak mencapai target? Di sini PUNISHMENT berlaku. Mereka akan diberi 
tindakan berupa Surat Peringatan sampai dengan pemecatan.  Akibatnya para 
marketing itu lantas berusaha sebisa mungkin menggaet konsumen dengan berbagai 
cara dan ragam. Berbagai janji dan iming-iming mereka utarakan. Apa pun yang 
diminta calon “pembeli” akan diiyakan dan akan dikabulkan, kelak, bila sudah 
membayar lunas program yang dibeli.  Ditambah lagi calon klien ditakut-takuti 
bahwa waktu pendaftaran dibatasi, peserta kursus bahasa Inggris  juga dibatasi.
Banyak yang termakan bualan para marketing kursus bahasa Inggris tsb, dan 
banyak juga yang hanya menyerahkan tanda jadi atau down payment. Efeknya bagi 
para konsumen yang terlanjur mendaftar dan membayar adalah kekecewaan karena 
setelah menyerahkan uang mereka berjuta-juta,  yang mereka dapatkan jauh 
berbeda dari yang dijanjikan. Tidak heran kalau di beberapa milis, forum, 
bahkan facebook, blog, muncul tulisan-tulisan para siswa, yang curhat dengan 
kwalitas lembaga pendidikan semacam itu. Dan janji-janji seperti yang mereka 
iklankan pun jauh dari kenyataan. Mengapa?
Pertama, Jaminan belajar sampai lancar. Bait pertama bunyi iklan ini pun 
bertentangan sekali dengan kenyataan. Sebab setiap siswa yang belajar bahasa 
Inggris dijatah waktu belajarnya. Ada yang 4000 menit, 6000 menit sampai 10,000 
menit. Bila menit sudah lewat, bagaimana pun belajar harus diusahakan  selesai, 
sudah lancar atau masih gagap berbahasa Inggris.
Kedua, Waktu belajar kursus bahasa Inggrisnya fleksibel. Bisa belajar kapan 
saja. Jelas sekali mengada-ada, sebab jam buka kursusnya dari jam 9 s/d 20 wib. 
Sedangkan hari minggu tutup. Bagaimana dengan mereka yang ingin belajar di luar 
jam-jam tsb?  
Ketiga, belajarnya bisa di mana saja. Ternyata  ini bisa dilakukan dengan cara 
si peserta kursus menelpon ke lembaga kursus tersebut, dan tentu saja pulsanya 
ditanggung si peserta kursus. Dus, tambah lagi biaya setelah menggelontorkan 
dana berjuta-juta banyaknya.
Keempat, gratis pengulangan. Tentu saja gratis, sebab rata-rata hanya 10 dari 
100 siswa kursus bahasa Inggris yang datang lagi. Itu pun mereka yang dipaksa 
orangtuanya belajar, dipaksa istri / suami datang, atau yang takut rugi karena 
sudah terlanjur membayar lunas. Jadi tidak heran, dari 400 siswa, bisa 
ditangani oleh 10 tenaga pengajar saja. 
Kelima dan keenam, tanpa harus menghafal grammar dan vocabulary. Ini nonsense 
besar. Sebab kalau ada peserta kursus bahasa Inggris yang nggak ngerti-ngerti, 
tetap disuruh oleh mentornya  untuk menghafalkan kosa kata-kosa kata dan 
hukum-hukum grammarnya. 
Ketujuh, KWALITAS para instruktur / pengajar lembaga kursus bahasa Inggris 
semacam itu sama dengan guru-guru bimbel (bimbingan belajar) di lingkungan 
Anda. Mereka hanya menang dalam penampilan mereka yang dibuat sedemikian rupa 
supaya terkesan intelek. Padahal dalam hal grammar saja, banyak yang nilainya 
jeblok ketika diadakan tes. Walaupun  para pengajarnya tidak lulus TOEFL, 
marketingnya berani menjanjikan  calon siswa yang hendak belajar TOEFL. 
Walaupun lidah para instrukturnya masih terasa kaku bercakap-cakap dalam bahasa 
Inggris yang paling dasar sekalipun, marketingnya berani menarik siswa yang 
sudah sangat senior dalam berbahasa Inggris (karena sehari-hari si siswa tsb 
bergaulnya dengan orang Eropa dan Amerika). Walaupun setiap siswa diberi buku 
panduan yang tebalnya na’udzubillah, mereka tetap menerima murid yang usianya 
baru 3 tahun, yang tentu saja, belum mengerti membaca, apalagi menulis. Dan 
walaupun-walaupun yang lainnya yang tidak cukup
 saya tuliskan di sini.
Apakah kursus bahasa Inggris dengan model iklan dan mengamalkan modus operandi 
seperti itu harus dieliminasi, dan tidak layak kita ikuti? Tidak juga. 
Formula-formula yang dilantunkan pada iklan mereka bisa saja kita laksanakan. 
Hanya saja tidak perlu biaya berjuta-juta. 
Sebetulnya hanya dengan SEPULUH kali pertemuan (secara privat) saja, peserta 
kursus bahasa Inggris sudah bisa memahami materi-materi dasar bahasa Inggris. 
Kalau biaya satu kali pertemuan Rp.50,000, berarti cukup dengan Rp.500,000,- 
para siswa bisa belajar dengan metode seperti itu. Mengenai gratis 
pengulangan,  tanpa harus menghafal grammar dan kosakata, itu BISA DIATUR 
DENGAN JANJI TERLEBIH DAHULU, KARENA SIFATNYA HANYA KONSULTASI DAN 
NGOBROL-NGOBROL (conversation) BIASA.  Para siswa pun tidak akan komplen 
macam-macam, karena mereka tahu, apa yang mereka dapatkan ternyata SAMA DENGAN, 
atau bahkan LEBIH BAGUS daripada lembaga kursus yang berada si gedung-gedung 
pencakar langit itu. Penulis sudah membuktikannya dan berhasil. Jadi kalau Anda 
merasa mampu mengajar bahasa Inggris, Anda pun bisa membuat iklan yang lebih 
bombastis daripada yang di atas.
Ngomong-ngomong, dari mana penulis tahu mengenai lika-liku lembaga kursus 
bahasa Inggris yang punya bait-bait iklan, marketing dan instruktur  yang heboh 
itu? Bukan hanya tahu, tapi malah pernah memberi training dan mengasuh para 
pengajar lembaga semacam itu, bagaimana memahami materi bahasa Inggris dan cara 
mengajarnya, sebelum  akhirnya hengkang,  setelah lebih dari dua tahun bekerja 
di dalamnya.
Selamat Mencoba!
Pesan ini disponsori oleh: www.speedlinews.com

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke