Obama Tak Pernah Janji Mengakui Palestina !!!
                                   
Obama menyatakan bahwa negara Palestina hanya bisa berdiri apabila berhasil 
merundingkan perjanjian damai dengan Israel untuk hidup berdampingan dua negara 
Israel dan Palestina.

Perjanjian ini pernah berhasil ditanda tangani kedua negara, yaitu perjanjian 
"Camp David" namun secara sepihak mendadak memerintahan baru Abbas membatalkan 
perjanjian tsb.  Pengakuan terhadap "negara Palestina" oleh dunia menjadi batal 
dengan pembatalan perjanjian Camp David yang telah ditanda tangani oleh 
Palestina itu sendiri.

Sekarang, kembali Abbas mau mengulangi akal tipuan yang sama, pura2 bersedia 
berunding tapi pake syarat membekukan settlement yahudi, dan oleh Israel 
kemudian settlement ini dibekukan selama 10 bulan, tapi kembali Abbas menolak, 
dia minta pembekuan itu permanent bukan cuma 10 bulan dan Israel menolak karena 
pembangunan settlement itu resmi wilayah Israel bukan wilayah Palestina.

Abbas menuntut wilayah Palestina meliputi wilayah sebelum pecahnya perang 1967, 
padahal sebelum perang 1967 belum ada wilayah Palestina, dan wilayah yang 
dituntutnya itu mili Yordania dan Mesir.

Kemudian dengan alasan Israel menolak perundingan damai, Abbas meminta PBB 
menerima keanggautaan negara Palestina yang kesemuanya tidak jelas negara yang 
dimaksudkannya.

> Item <itemic@...> wrote:
> Janji Obama bisa ditagih.

Obama enggak pernah janji akan mengakui negara Palestina, juga enggak pernah 
mengakui bahwa Palestina akan diterima menjadi anggauta PBB.

Yang dijanjikan Obama adalah akan menyelesaikan masalah Palestina, tapi tidak 
dijelaskan bagaimana cara menyelesaikannya.  Tapi jelas, cara penyelesaiannya 
adalah menghentikan bantuan Amerika kepada Palestina karena bantuannya 
dikorupsi oleh para pemimpin2nya.
 
> Indonesiapun ketika mau jadi
> anggota PBB disodori syarat
> untuk bersedia hidup damai
> dengan bangsa lain, memiliki
> kedewasaan dan kemandirian
> sebagai bangsa, dan tidak
> menjadi ancaman bagi tetangga
> sekitarnya.

Waktu Indonesia melamar jadi anggauta PBB, maka proses lamarannya diwakili oleh 
presiden terpilih Sukarno yang sudah mendapatkan legitimasi atau mandat dari 
rakyatnya.

Beda dengan presiden Palestina Abbas yang tidak punya legitimasi bukan presiden 
yang terpilih karena sudah kadaluwarsa tidak mau mengadakan pemilu lagi agar 
tetap menempatkan dirinya sebagai presiden atas prakarsanya sendiri.  Pengikut 
Abbas pun kurang dari 10% saja sehingga jadi enggak jelas untuk siapa dia 
melamar menjadi anggauta PBB, yang jelas yang menjadi anggauta PBB tidak bisa 
pribadi2 kepala negaranya apalagi jadi kepala negara pun caranya dengan 
mengangkat dirinya sendiri.

Menjadi anggauta PBB bukanlah bertujuan untuk memerangi apalagi memusnahkan 
negara anggauta lainnya.  Demikianlah, belum juga menjadi anggauta PBB ternyata 
Abbas sudah menolak perundingan damai dengan Israel yang telah menjadi anggauta 
PBB.  Dia berdebat kusir dengan menuduh bahwa Israel-lah yang menolak 
perjanjian damai, padahal Israel inilah yang selalu mengalami teror2 yang tidak 
berkesudahan.  Abbas lupa bahwa Israel itu adalah anggauta UN sehingga 
tuduhannya jelas cuma di-cari2 saja.

Negara Palestina yang diwakili Abbas inipun tidak bisa hidup mandiri, tapi 
hidup dari tunjangan negara2 besar didunia terutama Amerika yang sekarang sudah 
siap menghentikan tunjangannya itu.

Jadi ada Enam pokok utama lamaran Abbas dipastikan sia2:

1. Negara yang diwakili Abbas tidak punya legitimasi/mandat.
2. Batas negara yang diusulkan tidak ada (tidak jelas).
3. Tujuan negara yang dibentuk adalah memerangi memusnahkan Yahudi.
4. Menolak perundingan damai dengan negara tetangga-nya.
5. Membatalkan Perjanjian Camp David yang sudah ditandatanganinya.
6. Tuntutan batas negara Pra-perang 1967 bukanlah batas Palestina.

Jadi, kalopun mau divoting, Amerika sebelumnya akan memveto sehingga tidak 
mungkin bisa ada voting.  Padahal kalopun ada voting, jumlah suara yang 
mendukung Palestina-pun hanya sebagian negara2 Arab Islam dan negara2 yang 
mayoritasnya Islam.  Meskipun Abbas mengklaim sudah ada 140 negara yang 
mendukungnya, ternyata tidak satupun ada negara2 besar baik Amerika maupun 
Eropah apalagi Asia.

Indonesia melalui perwakilannya di negara2 Asia Tenggara ngotot memaksa negara2 
Asia Tenggara untuk mendukung Palestina, tapi cuma basa basi saja yang 
dihasilkan, para perwakilan2 negara2 Asteng lainnya cuma meng-angguk2kan kepala 
saja yang bisa pasti ditafsirkan artinya "tidak".

Terorist koq mau dianggap negara.....!!!  Mana ada yang mau mendukung kalo 
semua negara didunia dimusuhinya bahkan sesama bangsanya sendiripun dimusuhi, 
dibunuhi, dan dianiaya ????  Yang begini jangan dikasih kesempatan hidup, akan 
makin parah nantinya dunia kita ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.











------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke