Usulan reformasi bukan baru kali ini tetapi sebelumnya juga telah disampaikan 
pada sidang-sidang umum yang lalu. Reformasi PBB yang Indonesia inginkan ialah 
agar wakil umat Islam diwakili, terutama menjadi anggota Dewan Keamanan. Alasan 
utamanya ialah di bumi terdapat lebih dari 1 miliar umat beragama Islam, maka 
sepatutnya mereka mempunyai wakil, demikian isi pernyataan Indonesia.


http://www.suarapembaruan.com/home/indonesia-inginkan-reformasi-di-pbb/11731


Indonesia Inginkan Reformasi di PBB
Selasa, 27 September 2011 | 18:10
 Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa 


Berita Terkait

  a.. RI Minta GNB Dukung Pengakuan Palestina Merdeka 
  b.. Menlu RI-Palestina Bertemu Jelang Sidang Umum PBB 
  c.. AS Akan Veto Upaya Palestina Masuk PBB 
  d.. Seorang Tentara Israel Tewas dan Empat Lainnya Luka 
  e.. Netanyahu Bertemu Presiden Hosni Mubarak di Mesir 
[NEW YORK] Indonesia berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang saat ini 
beranggotakan 193 negara, memperkuat peran sentralnya dalam mendorong kerjasama 
negara di dunia dengan melakukan reformasi.

"Guna mengatasi tantangan baru dan yang akan muncul serta mengetahui kesempatan 
baru, reformasi PPBB merupakan kunci," kata Menteri Luar Negeri Marty 
Natalegawa ketika menyampaikan pernyataan Indonesia dalam Sidang ke-66 Majelis 
Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Senin (26/9) waktu AS atau Selasa 
(27/9) WIB.

Reformasi PBB, kata Marty, merupakan satu-satunya jalan untuk membuat PBB tetap 
relevan dan memastikan kerjasama dunia dalam mengatasi tantangan global.

Ia mengingatkan bahwa dunia terus dihadapkan pada berbagai tantangan rumit, 
mulai dari ancaman senjata nuklir, perompakan, terorisme, krisis keuangan dan 
ekonomi hingga keadaan terburuk serta paling mendasar, yang ditemui di berbagai 
penjuru dunia, yaitu kemiskinan dan kelaparan sangat parah.

Dunia juga menghadapi ancaman kerusakan lingkungan hidup dan bencana alam, 
masalah ketahanan pangan dan energi, intoleransi, diskriminasi serta penguasa 
lalim, yang menindas keinginan demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi 
manusia.

Mengingat tidak dapat dipecahkan secara nasional, tantangan itu seharusnya 
dapat memotivasi negara untuk mendorong kemitraan dan kerjasama di antara 
mereka, kata Marty.

"Pertama, kita perlu memperkuat multilateralisme untuk mengatasi tantangan 
global. Itu berarti peran sentral PBB," katanya mengingatkan.

Melalui reformasi, kata Marty, harus dipastikan bahwa PBB dan proses di badan 
dunia itu dalam pengambilan keputusan menjadi lebih efektif, transparan dan 
melibatkan semua pihak.

Indonesia menginginkan seluruh masalah kunci reformasi PBB dibahas sebagai 
bagian integrasl dari paket terpadu, termasuk menyangkut Dewan Keamanan.

"Dewan Keamanan harus dapat mencerminkan keadaan dunia saat ini dengan lebih 
baik. Dewan Keamanan harus lebih mewakili, transparan dan efektif," kata Marty.

Selain secara multilateral, Indonesia juga mengingatkan bahwa kerjasama dan 
kemitraan antara PBB dengan lembaga kawasan merupakan kunci lain untuk 
mengatasi tantangan global saat ini.

Dalam pidatonya, Marty juga menyentuh beberapa soal lain, termasuk yang mencuat 
dalam rangkaian pertemuan tingkat tinggi di Sidang Umum sejak Senin (19/9) 
lalu, yaitu permohonan Palestina menjadi negara anggota penuh PBB.

"Dalam mendorong perdamaian dan pembangungan di kawasan Timur Tengah, langkah 
pertama dan yang utama harus dilakukan adalah mengkoreksi ketidakadilan 
sejarah, yang dibiarkan berlangsung lama terhadap rakyat Palestina," kata Marty.

Marty menegaskan dukungan Indonesia terhadap hak rakyat Palestina untuk hidup 
secara bebas, damai, adil dan bermartabat di tanah air mereka sendiri telah 
berlangsung lama dan tidak akan pernah berhenti.

"Karena itu, Indonesia sangat mendukung keinginan Palestina menjadi negara 
anggota penuh PBB. Itu sejalan dengan visi solusi dua negara, yaitu 
penyelesaian secara damai, adil dan terpadu di Timur Tengah," katanya.

Selain menyampaikan pernyataan Indonesia, pada Senin, Marty juga melakukan 
serangkaian pertemuan dwipihak di sela-sela sidang Majelis Umum, termasuk 
dengan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat William J Burns dan Sekretaris 
Jenderal Liga Arab Nabil El Araby.

Marty mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Burns, keduanya antara lain 
membahas hubungan dwipihak, persiapan kunjungan Presiden Barack Obama ke Bali 
pada November nanti, serta persiapan pelaksanaan temu puncak Asia Timur.

Sementara itu, dengan Nabil El Araby, Marty membahas keinginan Indonesia 
meminta status peninjau di Liga Arab.

"Tentu, Indonesia tidak bisa menjadi anggota, tapi melihat kesinambungan 
penanganan masalah dari Liga Arab ke Organisasi Kerjasama Islam, ke Gerakan 
Nonblok dan masalah multlateral lain, Indonesia merasa perlu --sebagaimana 
halnya sekarang juga sedang merintis status peninjau di Uni Afrika-- minta 
status peninjau di Liga Arab," katanya. [Ant/L-9]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke