Critical Thinking Bukanlah Pikiran Yang Bercabang !!!
Critical Thinking bukanlah pemikiran melainkan suatu metode untuk mengoreksi
kebenaran sebuah pemikiran dari dua perspektif yang berlawanan.
Landasan metode ini adalah kemampuan logik, reasoning, dan bahasa!
Di Amerika, Critical Thinking merupakan mata pelajaran pokok dimana untuk bisa
diterima ketingkat master, maka mata pelajaran ini paling sedikit harus
bernilai "B", kurang dari nilai ini tidak bisa lolos masuk ke program master.
Di Indonesia tidak ada mata pelajaran ini, dan semua sarjana di Indonesia
berpikir tidak pakai landasan critical thinking melainkan memakai keimanan yang
sama sekali tidak punya pikiran.
> "wawan" <selarasmilis@...> wrote:
> Setiap orang yang mudah mempercayai
> agama, saya rasa ia bukanlah seorang
> yang cakap untuk berpikir divergent
> (berpikir multi perspektif)
Istilah yang tepat adalah "berpikir kritis" yang dalam bahasa Inggrisnya
disebut "critical thinking".
Divergent artinya terpecah dua, sedangkan pikiran tidak harusnya terpecah.
Memang ada pasien2 tertentu yang pikirannya terpecah yang menyebabkan munculnya
gejala atau "syndroma" yang disebut syndrom pecahnya kepribadian.
Dalam bahasa ilmiahnya gejala ini biasa disebut "Schizophrenic Syndrome".
Jadi sekali lagi, yang anda maksud itu lebih cocok disebut "critical thinking"
yang artinya setiap anda mengambil keputusan, harus selalu ditest dulu
keputusan itu dari dua perspektif yang berlawanan. Jadi maksudnya bukanlah
pikiran yang ber-cabang2 seperti yang dimaksudkan dalam divergensi. Misalnya:
"Saya yakin Tuhan itu ada"
Jadi pernyataan ini sebelum menjadi keputusan anda, maka harus ditest dulu,
apabila menghadapi pernyataan yang berseberangan atau bertolak belakang dengan
pernyataan ini yang menjadi:
"saya yakin Tuhan itu tidak ada"
Dari kedua pernyataan diatas ini harus anda uji untuk memastikannya. Artinya
kalo pernyataan anda yang pertama diatas tidak bisa memenangkan pernyataan yang
kedua, maka meskipun anda yakin, tapi keputusan harus membenarkan yang kedua
karena tanpa membuktikan yang pertama otomatis pernyataan yang kedua lebih
absolut menang tanpa harus dibuktikan karena pernyataan kedua adalah alat
testnya dimana untuk menguji pernyataan pertama seharusnya pernyataan kedua
tidak bisa dominan apabila pernyataan pertama bisa dibuktikan.
Tanpa bisa membuktikan pernyataan pertama maka pernyataan yang kedualah tetap
dominan karena hanya digunakan untuk filter kebenaran pernyataan pertama tadi.
Demikianlah, critical thinking telah berjasa dalam sejarah ilmu pengetahuan
baik dalam pengembangannya maupun dalam aplikasinya dalam menguak kebenaran dan
menghalau kebohongan2 agama dimasa silam hingga dimasa sekarang.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/