Ooo ayat yg anda kutip itu penuh dengan metafora, dan pengandaian, dan terbukti 
benar. Tak mungkin lah Tuhan menjelaskan bumi dengan istilah2 gegrafi sekarang 
ini. Tapi jangan pula ayat2 macam "kambing berkelamin (ngewe) di dekat pohon 
tertentu, lalu anaknya lahir belang2 (harimau?)" dikatakan sebagai 'metafora". 

Karena anda ongok, maka anda tak bisa memahaminya. Bahkan bukan hanya 
kecerdasan umum anda saja yg ongok, melainkan kecerdasan spritual anda pun 
ongok juga. Mosok anda lebih percaya yesus.

--- Pada Kam, 29/9/11, Bukan Pedanda <[email protected]> menulis:

Dari: Bukan Pedanda <[email protected]>
Judul: [proletar] Re: Saya Tidak Peduli Alquran itu Palsu
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 29 September, 2011, 6:47 PM















 
 



  


    
      
      
      Saya ulang..



Orang yang paling dungu di muka bumi ini adalah orang Islam Indonesia..



Saya jelaskan:



Tiap orang Indonesia, tahu bahwa tiap kali ada gunung yang meletus, dan bukan 
hanya gunung Krakatau, maka bumi disekitarnya goyang.



Istilahnya gempa bumi.



Walaupun orang Islam Indonesia itu tahu akan hal ini, tatap saja bak gerombolan 
anjing budug lapar melihat seonggok taik angat mereka pada berebut melahap 
omong kosong yang ada di al-Mushaf yang bilang gunung itu pasak bumi.



Dan mereka jadikan buku taik onta al-Mushaf susunan orang Arab primitif itu 
sebagai kitab suci.



Orang Islam Indonesia itu, saya ulang, termasuk diantara manusia yang palaing 
dungu dimuka bumi ini.



Bagi yang lupa saya kutipkan ayat buku taik onta al-Mushaf yang dijadikan kitab 
suci oleh orang Islam Indonesia yang dungu-dungu kauyak babi itu:



"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu 
(tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31) "



"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung 
sebagai pasak?" (Al Qur'an, 78:6-7) 



--- In [email protected], "great.pretender2000" 
<great.pretender2000@...> wrote:

>

> Sangat mencerahkan Bro... saya juga spt itu walau saya tidak pernah

> mendalami Islam...

> Karena saya liat jemaat islam yang beringas2x, tapi ga pintar berlogika...

> 

> gp

> 

> 2011/9/30 Sunny <ambon@...>

> 

> > **

> >

> >

> > http://forum.tempointeraktif.com/node/1332

> >

> > Saya Tidak Peduli Alquran itu Palsu

> > Erianto Anas:

> > 28 Sep | 23:25

> >

> > Sejauh yang saya dengar dari banyak kotbah, diskusi, dan berbagai sumber

> > wacana Alquran, umat Islam selalu mabuk kebanggaan akan keaslian Alquran.

> > Mereka sibuk mengumpulkan bukti-bukti tertulis, klaim-klaim dan

> > temuan-temuan ilmiah modern untuk mendukung klaim bahwa Alquran adalahkalam

> > Tuhan yang asli. Tidak seperti kitab Injil yang ditulis oleh manusia

> > pengikut Yesus setelah sekian Abad Yesus meninggal (baca: Kelemahan Mendasar

> > Alquran Dibanding Injil) Tapi disisi lain, para pengamat, apresiator dan

> > pengkritik Alquran, terutama kaum Orientalis, tidak sedikit gugatan mereka

> > terhadap Alquran. Mulai dari yang menyatakan bahwa Alquran hanya rekaman

> > budaya primitif masyarakat Arab, modifikasi dari kitab Injil, dan sampai

> > dengan bahwasemua itu hanya ayat-ayat setan yang penuh dengan kebencian

> > (baca: Alquran itu adalah Kitab Setan atau Alquran bukan untuk Orang yang

> > Berpikir)

> >

> > Lalu bagaimana sikap saya?

> >

> > Apakah saya terusik dengan gonjang-ganjing seputar wacana otentifikasi

> > Alquran?

> >

> > Dulu, memang saya termasuk orang yang ikut merasa bangga akan klaim bahwa

> > Alquran benar-benar asli dari Tuhan. Dan saya merasa bangga dalam berhadapan

> > dengan umat agama lain, terutama umat Kristen, bahwa saya sedang memeluk

> > agama yang sudah dijamin benar. Tidak kafir sepertin pengikut agama Kristen.

> > Sehingga memegang Alquran saja, saya serasa menyentuh sebuah kitab ajaib

> > yang penuh kharisma. Sakral dan misits.

> >

> > Tapi sekarang, saya sudah tidak peduli.

> >

> > Bahkan saya sudah malas untuk ikut berteriak lantang bahwa Alquran adalah

> > satu-satunya kitab suci yang masih otentik dan asli sebagai kalam Tuhan,

> > suci dari campur tangan manusia. Kenapa?

> > Karena secara kajian sejarah, semua klaim itu hanya omong kosong murahan.

> > Karena untuk membuktikan originalitas sebuah dokumen sejarah, tidak bisa

> > diteriakkan dengan slogan dan keyakinan buta. Tapi adalah dengan metodologi

> > sejarah. Dan setelah saya baca beberapa buku sejarah Alquran, ternyata

> > riwayat Alquran tidak segamblang imajinasi lugu saya semula. Ternyata

> > persoalannya sangat kompleks.

> >

> > Saya sudah muak dengan ayat-ayat yang bagi saya tergolong primitif dalam

> > Alquran. Misalnya cerita-cerita tentang surga yang sangat placeboistis.

> > Cerita-cerita yang terdengar bak dongeng untuk membujuk anak-anak. Tentang

> > bidari surga, kereta kencana surga, buah-buahan, air sungai yang mengalir,

> > dan seterusnya. Tentang nilai laki-laki yang begitu dipuja sebagai sosok

> > utama dalam relasi gender. Sehingga secara metaforis digambarkan bahwa

> > wanita adalah sawah ladangnya laki-laki. Dan seterusnya.

> >

> > Sikap terakhir saya terhadap Alquran, setidaknya saat saya luncurkan

> > tulisan ini, saya tidak pernah lagi memikirkan soal apakah Alquran itu masih

> > asli dari Muhammad, atau otentik sebagai kalam Tuhan. Bagi saya, yang

> > terpenting adalah hikmah dan inspirasi yang terkandung dalam Alquran. Bahkan

> > pada semua kitab suci. Sepanjang sebuah teks, sebuah aforisme, sebuah

> > ujaran, memberi inspirasi dan pencerahan hidup, maka itulah ALQURAN SEJATI

> > bagi saya. Dari mana pun datangnya. Meski itu bukan dari kitab suci. Karena

> > yang paling utama bagi saya adalah, kontribusi kongkrit sebuah pandangan dan

> > ajaran hidup dalam kehidupan nyata. Bukan pada keaslian dan kemegahannya

> > dalam sejar

> >

> > [Non-text portions of this message have been removed]

> >

> >  

> >

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>





    
     

    
    


 



  










[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke