Okelah kalo begitu, 

Pertama, semua itu sudah Anda sampaikan ke pihak berwenang 
(DPR & Pemerintah)? 

Kedua, di thread ini saya coba menyanggah framing atas tulisan / 
pemikiran M Sobary tentang Uang Rokok, seolah itu "dari museum", 
kuno bahkan tidak beradab dsb. 

Saya curiga (boleh?) framing itu muncul bukan karena betul-betul 
membaca pemikiran Sobary, tapi lantaran keburu kebakaran jenggot 
hanya karena ada kata "rokok" di judulnya. 
Alergi tidak dilarang, tapi kalau parno macam FPI mendengar "porno" 
atau "B4", tentu amat wajib disayangkan. 

Ketiga, saran saya (boleh?) baca dulu pelan-pelan pemikiran dari 
orang yang mengaku bangga pada produk Indonesia sekaligus 
penggemar Sirih dan Cengkeh buat Kesehatan itu. Lebih disukai lagi, 
baca juga pemikiran-pemikiran dia lainnya tentang permasalahan 
rokok (sekalipun tanpa kata 'rokok' di judulnya). 
Terus terang (boleh?), saya senyum-senyum ketika ada yang hasil 
iqranya menyimpulkan pemikiran Sobary itu sesungguhnya dalam 
kerangka pertarungan rokok kretek vs rokok putih. 

Keempat, boleh juga jemaat Tobacco Control yang gagah perkasa 
membuka dialog langsung dengan M Sobary untuk membahas strategi 
bela-tembakau yang sehat lagi berbudaya. 

Kelima, tidak semua pemikiran Sobary saya pahami dan setujui. 
Dalam tulisan Uang Rokok ini misalnya, saya tawarkan jalan tengah 
untuk menggeser istilah "uang rokok" dengan "uang pulsa". 
Harapannya, agar fans adab moderen yang belum kunjung berhasil 
memuseumkan rokok itu punya alternatif untuk membatasi rokok 
(setidaknya kata 'rokok') secara lebih berbudaya. 

--- Kartono Mohamad <kmjp47@...> wrote: 

> Pertama, rokok tidak dapat diberantas karena pecandu rokok yang 60 
> juta orang di Indonesia akan tetap mencari rokok. Mereka sudah 
> kecanduan sehingga biar hujan atau angin akan tetap mencari rokok 
> kalau sedang ketagihan.
> Kedua, pembatasan ditujukan untuk:
> a.  mengurangi orang miskin yang lebih mementingkan membeli rokok 
> daripada untuk makanan bergizi atau pendididkan anaknya  Data BPS 
> menunjukkan bahwa orang miksin membelanjakan uangnya untuk rokok 
> lebih besar daripada untuk protein atau pendidikan anaknya.
> b.  agar anak-anak dan remaja tidak mudah tergiur untuk merokok.
> c.  untuk melindungi orang bukan [perokok (terutama anak-anak dan 
> perempuan hamil) dari bahaya asap rokok orang lain.
> Ketiga, kalau mau melindungi petani tembakau lakukanlah dengan:
> a. memperbaiki tata niaga tembakau yang menempatkan petani pada 
> posisi yang sangat lemah terhadap industri rokok.
> b. hentikanlah impor tembakau. Kalau peternak sapi protes karena 
> kita impor sapi, petani tebu berteriak ketika kita impor gula, 
> petani tembakau diam saja ketika kita impor tembakau.
> c.  bantu petani tembakau yang ingoin berganti tanaman.
> d. lakukan penelitian untuk diversifikasi pemanfaatan tembakau 
> (bukan hanya untuk rokok).
> Keempat, di dunia in i tidak ada negara yang mengatur konsumsi 
> rokok yang petani tembakaunya bangkrut. Tolong berikan contoh satu 
> saja negara yang petaninya mati akibat ada pembatasan konsumsi 
> rokok. Patut diketahui bahwa kita justru impor tembakau dari negara-
> negara yang melakukan pembatasan konsumsi rokok, seperti Turki, 
> China, AS dan Brazil. Artinya meskipun pemerintahnya membatasi 
> secara ketat konsumsi rokok, petani mereka tetap hidup bahkan bisa 
> mengekspor tembakau.
> KM
> 
> -------Original Message-------
> From: ajeg
> 
> > Pembatasan atau pemberantasan itu masalah sudut pandang saja.
> > Yang pasti, pak dokter sudah punya pandangan yang sama tentang
> > penderitaan petani tembakau - terlepas karena peraturan atau
> > karena tengkulak.
> > 
> > Saya kira itulah yang mau disinggung M Sobary lewat tulisannya,
> > bikin / berlakukanlah peraturan yang berkebudayaan al dengan
> > memperhatikan kepentingan pihak-pihak yang berbudidaya di 
> > dalamnya.
> > 
> > Pada tulisannya yang lain, M Sobary juga menyentil peran 
> > pemerintah dalam regulasi indag tembakau dan permasalahannya, 
> > termasuk pertengkulakan & penyelundupan. Yah, sebagaimana di 
> > sektor lain, budaya pemerintah sejauh ini kan cuma sebatas 
> > penyedot pajak.
> > 
> > Bagaimana, ikut membudayakan "uang pulsa" sebagai pengganti
> > "uang rokok"?
> > 
> > --- "Kartono Mohamad" <kmjp47@...> wrote:
> > 
> > > Alasan pengaturan konsumsi rokok akan membunuh petani tembakau
> > > adalah alasan yang dipaksa-paksakan. Pertama, tidak ada itu 
> > > upaya pemberantasan rokok, yang ada pembatasan/pengendalian 
> > > konsumsi rokok demi melindungi kesehatan orang bukan perokok 
> > > terutama anak-anak.
> > > Kedua, sekarang ini petani tembakau lebih dimatikan oleh 
> > > tengkulak, industri rokok, dan  tembakau impor. Tahun lalu 
> > > impor tembakau kita meningkat hampir tiga kali lipat dari tahun 
> > > sebelumnya.
> > > Ketiga, kita justru impor tembakau dari negara-negara yang
> > > membatasi rokok, seperti AS, Brazil, Turki dan China. Bahkan 
> > > kita juga impor tembakau dari Singapura. Dapatkah anda 
> > > menunjukkan contoh negara yang melakukan pembatasan konsumsi 
> > > rokok yang petani tembakaunya gulung tikar?
> > > KM
> > > 
> > > -------Original Message-------
> > > From: ajeg
> > > > Dari sejumlah tulisan M Sobary yang tekesan membela rokok,
> > > > tembakau, cengkeh, dan sirih, saya berkesimpulan (bisa saja
> > > > keliru) sebetulnya dia menginginkan pemberantasan rokok
> > > > yang berkebudayaan; jangan ngotot menyelamatkan sebagian
> > > > warga sambil "membunuh" sebagian lainnya (petani tembakau,
> > > > buruh pabrik rokok dll). Tegasnya, dia seperti menolak
> > > > pemberantasan rokok kalau hanya untuk memenuhi keinginan
> > > > undang-undang. Dalam konteks, skeptisme masyarakat terhadap
> > > > perundang-undangan kita dewasa ini.
> > > > 
> > > > Sambil menyelipkan uang saya suka becanda, "buat nambah-nambah
> > > > beli pulsa". Dan penerimaan mereka sejauh ini lebih gembira
> > > > dibanding kalau memakai judul "uang rokok". Barangkali karena
> > > > terdengar baru atau memang menyentuh kebutuhan masakininya.
> > > > 
> > > > Tapi saya belum dapat laporan apakah mereka kemudian menghisap
> > > > pulsa atau pulsa mereka yang kena sedot operator..
> > > 





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke