Palestina Hanyalah Negara Akal2an !!!
Tidak pernah ada negara Palestina sejak dulu, juga belum pernah ada kerajaan
Palestina dulu2nya, dan istilah Palestina bukan berasal nama kebangsaan
melainkan istilah untuk penganut agama yang menyembah patung2 dewa-dewi
Filistine. Jadi satu hal yang pasti, agama Islam BUKAN agama Filistine bahkan
anti-agama Filistine.
Para penganut dewa-dewi Filistine tersebar dari hingga ke Yunani, Syria,
Libanon, Yordania, Israel, Iran, Irak, Turki hingga kesebagian Mesir.
Demikianlah, sejarah berdirinya PLO di 1964 merupakan awal munculnya istilah
negara Palestina yang dibidani oleh pemimpin terorist Arab Yasser Arafat yang
dilahirkan di Mesir tetapi dia mengaku lahir di Israel. Ternyata, belakangan
terbukti, Yasser Arafat memalsu akte kelahiran Israel, dan ditemukan catatan di
Inggris bahwa Yasser Arafat dilahirkan di Mesir dan belakangan diakui oleh
Yasser Arafat.
Ide mulanya adalah cita2 menggulingkan pemerintahan Israel, merebut negaranya
dan membantai rakyatnya dengan bantuan negara2 Arab maupun umat Islam diseluruh
dunia.
Dimulai dengan dibentuknya negara Israel, mendadak keturunan Arab yang tinggal
di Israel yang populasiny hanya 3% menolaknya, menuntut wilayah ini menjadi
bagian negara2 Arab dan menjadi negara Islam.
Tentara dari negara2 Arab yang mendadak menyerang Israel secara keroyokan,
disambut dari dalam Israel oleh keturunan Arab ini yang bergabung untuk
menghancurkan negara baru Israel ini. Namun Israel berhasil dan mampu mengusir
semua penyerang penjajah2 Arab ini. Musuh2 Israel dikalahkan dengan korban
luar biasa besar2an, semua penyerang2 Arab dibantai besar2an sehingga lari
keluar Israel pontang panting, sementara keturunan Arab yang tinggal di Israel
ikut serta lari keluar menyelamatkan dirinya terutama ke Jordania, Libanon, dan
Syria dimana mereka mengkonsolidasi diri dipimpin oleh Yasser Arafat.
Seluruh pasukan digjaya Israel berhasil menduduki seluruh negara2 Arab, tetapi
melalui tekanan PBB, tentara Israel disetujui untuk ditarik kembali ke Israel
dengan perjanjian bahwa semua negara2 Arab tidak boleh lagi menyerang Israel.
Dengan terpaksa perjanjian ini ditanda tangani oleh para penyerbu dari negara2
Arab ini. Sejak saat ini, semua negara2 Arab terikat untuk tidak boleh
menyerang Israel lagi.
Akibat kekalahan fatal negara2 Arab inilah, dibawah pimpinan Yasser Arafat
kemudian ditahun 1964 membentuk PLO (Palestine Liberation Organization)
sehingga melepaskan dirinya menjadi terpisah dari negara2 Arab sehingga
serangan2 mereka kepada negara Israel tidak lagi bisa dikaitkan kepada negara2
Arab yang secara tidak resmi tetap memberi dukungan senjata dan keuangan.
Serangan2 teror PLO dibawah Yasser Arafat ternyata terlalu lemah, cenderung
akan dimusnahkan oleh pasukan Israel dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Namun Gamal Abdul Nasser berhasil menggabungkan seluruh negara2 Arab diseluruh
dunia ini dalam satu kekuatan gabungan dibawah kepemimpinannya sebagai REPUBLIK
PERSATUAN ARAB (RPA) yang kemudian didukung oleh teknologi persenjataan yang
paling mutahir dari Soviet Union, kembali melancarkan serangan maut ditahun
1967.
Namun kembali, perang berdarah ini hanya berakhir 6 hari dan Gamal Abdul Nasser
dkk berhasil dikalahkan Israel dan kembali semua negara2 Arab diduduki pasukan
Israel dan Gamal Abdul Nasser berhasil ditawan.
Atas prakarsa PBB, kembali negara2 Arab ditekan dipaksa menanda tangani
pengakuannya terhadap negara Israel dan sebagai pengakuan ini, pasukan Israel
bersedia ditarik kembali KECUALI wilayah2 yang kritis yang strategis bagi
pertahanan Israel untuk mengatasi dan mencegah serangan2 Arab lain kalinya.
Wilayah ini antara lain adalah: lembah Bekaa (tadinya milik Syria), dataran
Sheba (tadinya milik Libanon), dataran tinggi Golan (tadinya milik Mesir),
padang pasir Sinai (tadinya milik Mesir), Gaza (tadinya milik Mesir), Jerusalem
Timur (tadinya milik Jordania), Gaza (tadinya milik Mesir), dan Westbank
(tadinya milik Jordania). Dan masih ada beberapa wilayah strategis untuk
pertahanan Israel juga tetap diduduki dan diambil alih oleh Israel.
Demikianlah, kekalahan fatal Gamal Abdul Nasser yang belakangan dilepaskan
Israel untuk kembali menjadi presiden RPA telah membawa akibat fatal juga untuk
masa depan politik, ekonomi maupun kemajuan dari negara2 Arab yang selalu
khianat ini.
Namun, kekalahan fatal Arab ini tidak mengikat terorist Yasser Arafat yang
menggerilya Israel setiap kesempatan dengan bersembunyi di negara2 tetangganya
yaitu Yordania, Libanon dan Syria.
Untuk mengatasi gerlya PLO inilah akhirnya Yasser Arafat diajak berunding
hingga setuju mengakhiri teror2nya dengan pertukaran pengakuan, yaitu PLO
mengakui eksistensi Israel dan Israel juga memberi pengakuan PLO sebagai wadah
persiapan untuk mendirikan negara Palestina yang wilayahnya sama2 disetujui
adalah Westbank dan Gaza.
Atas dasar pengakuan Israel inilah, melalui penanda tanganan perjanjian Camp
David di Amerika, maka PLO mendapat status observer di PBB yang disusul dengan
bantuan keuangan Amerika, maka dimulailah pembangunan Palestina diwilayah Gaza
dan Westbank.
Sialnya, Yasser Arafat akhirnya mati terkena AIDS, kemudian penggantinya Mahmud
Abbas gagal untuk mempertahankan perjanjian2 ini, malah semua perjanjian
sebelumnya dibatalkan pemerintahan baru Abbas dengan kabinet Hamas.
Otomatis, dengan pembatalan sepihak perjanjian Camp David oleh Abbas dan Hamas
ini, maka secara tidak resmi, pengakuan terhadap negara Palestina pun tidak
mungkin bisa dipertahankan.
Namun Abbas berusaha merestorasi kembali negaranya dengan menendang keluar
Hamas, akibatnya juga fatal, Hamas didukung lebih dari 90% rakyatnya berhasil
merebut Gaza dan pemerintahan Abbas yang cuma didukung kurang dari 10%
ditendang ke Westbank.
Abbas berjuang untuk mempertahankan negara Palestina hanya dengan dukungan
kurang dari 10% rakyatnya, dan berusaha pula mempertahankan statusnya sebagai
observer dilembaga PBB ini.
Namun Abbas menyadari, bahwa dengan hanya didukung kurang dari 10% rakyatnya,
maka status sebagai observer tidak lama lagi akan dicabut, seyogyanya sebelum
status sebagai observer ini dicabut, maka Abbas melakukan ikhtiarnya
membelokkan rencana pencabutan status Observer ini dengan permohonan meminta
keanggautaan resmi sebagai anggauta PBB, hingga dengan cara ini, status
observernya tidak diperbincangkan melainkan diperbincangkan masalah
keanggautaannya.
Namun taktik Mahmud Abbas tidak bisa menipu Israel, kalo PLO mendapatkan
statusnya sebagai Observer berdasarkan persetujuan Israel yang mengakui PLO
waktu itu, maka tidak akan ada bedanya sekarang ini, pertimbangan untuk
menerima keanggautaan Palestina sebagai negara anggauta baru PBB juga harus
dari persetujuan Israel sehingga kembali tidak memungkinkan status anggauta
bisa dipertimbangkan PBB sampai kapan pun juga.
Namun ada satu hal yang tidak mungkin mengecoh semua negara2 anggauta PBB,
yaitu bahwa negara Palestina yang meminta pertimbangan diterima sebagai
anggauta PBB ini tidak lebih sebagai negara akal2an saja karena tujuannya bukan
untuk mendirikan negara melainkan tujuan utamanya untuk memusnahkan Israel dan
membantai semua orang Yahudi didunia ini sesuai dengan kewajiban dan perintah
Allah dalam AlQuran yang disucikan Arab dan Islam.
Akankah berakhir masalah Palestina ini ??? Jawabannya masih menunggu waktu,
namun kearah sanalah jarum jam menuju, yaitu berakhirnya kemelut negara akal2an
Palestina yang pasti ditolak dunia dan tidak akan lagi menjadi beban dunia.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/