Refl: Mungkin sebentar mungkin Kapolda ini dipensiunkan, karena berani pastikan dalang. Kapolda in apakah sadar atau tidak bahwa dibelakang aksi kekerasan begini pasti ada orang-orang besar dikalangan rezim berkuasa yang bermain di balik layar. Sudi Silalahi yang sekarang berkedudukan sebagai menteri sekrestaris negara dalam pemerintahan SBY, pada tahun 1999 waktu terjadi konflik di Maluku dan Sulawesi Tengah, Silalahi ini berkedudukan sebagai panglima Devisi Brawijaya. Beliau ini sebagai seorang panglima devisi militer tentunya tahu akibat bila dikirim laskar Jihad, beliau memfasilitasikan pemberangkatan Laskar Jihad dari Surabaya dengan kapal. Dalam pernyataan ke media, beliau mengatakan bahwa mereka ( baca : Laskar Jihad) adalah waga negara Indonesia berhak pergi kemana saja mereka kehendaki di Indonesia. Jadi kalau sekarang yang datang ke Ambon dari Surabya, paling tidak jenderal Silalahi ini mengetahui oknom-oknom di Jawa Timur yang berkecimpun dengan kekerasan berbendera agama Islam, jadi bila beliau dan SBY benar-benar mau kedamaian di Maluku maka paling tidak hal yang harus mereka lakukan ialah membuka kartu permainan mereka. Padatahun 1999 SBY menjabat menteri politik, hukum dan keamanan. Beliau ini turut mensponsor keberangkatan Laskar tsb. Hal ini bisa dilihat dari pernyataan SBY sendiri. Hingga kini SBY tidak meminta maaf kepada rakyat Maluku dan Sulawesi Tengah, melainkan menghadiahkan gong kepada rakyat Maluku, seolah-olah apa yang terjadi adalah pertandingan adu tinju. Pertandingan tinju tsb sesuai berita yang disiarkan membawa korban jiwa lebih dari 10.000 orang. dan 500.000 orang atau 20% penduduk Maluku menjadi pengungsi dengan kehilangan harta benda. Bagi yang belum lihat pernyataan SBY, click ini : http://www.youtube.com/watch?v=5L-9HcTb1es http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=34606 RABU, 04 Oktober 2011 | Kapolda Pastikan Ungkap Dalang Aksi Teror Ambon
Ambon,AE.- Polda Maluku memilih bekerja ekstra hati-hati untuk mengungkap aktor di balik bentrok massa, SMS provokatif hingga aksi teror di Kota Ambon beberapa waktu lalu. Yang pasti pengusutan terus dilakukan hingga kasus ini menjadi seterang-terangnya. “Kita tetap melakukan penanganan atas masalah ini, dan itu dilakukan secara perlahan-lahan. Jangan didesak-desak nanti salah lagi dalam penanganannya dan tak tuntas. Kita pasti akan melakukan penyelidikan dan mengungkap siapa dibalik semua itu,” tegas Kapolda Maluku Brigjen Pol Syarif Gunawan yang mendampingi Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu di pembukaan Pasar Murah di pelataran monumen Gong Perdamaian Dunia, Senin (3/10). Jenderal polisi ini menyatakan pihaknya memahami keinginan masyarakat Maluku khususnya di Kota Ambon, terkait pengungkapan kasus-kasus yang diduga saling terkait ini. Siapa yang memicu bentrok 11 September 2011, penyebar sms gelap berbau provokasi hingga dalam dan pelaku teror bom, mereka telah membuat masyarakat panik dan resah. Namun kata dia, seluruh aparat keamanan sementara fokus memulihkan kondisi keamaan di Kota Ambon dan supaya terus membaik. Pihaknya bisa menerima desakan masyarakat untuk mengungkap para pelaku maupun aktor di balik semua peristiwa tersebut. "Tetapi tolong perhatikan aparat kepolisian di Polres semantara berupaya untuk membuat situasi Kota Ambon berada dalam suasana yang kondusif," imbuh Gunawan. Gunawan menyatakan hal terpenting dilakukan saat ini adalah membantu Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon agar kondisi keamanan di Kota Ambon benar-benar kondusif. Sementara proses pengungkapan bentrok massa, pelaku teror dan penyebaran sms yang bersifat provokatif tetap jalan. Ditegaskan tim telah dibentuk guna melakukan penyelidikan serius terhadap kasus-kasus ini. kapan semua kasus ini terungkap? Gunawan tidak mau memastikan, namun menurutnya tidak lama lagi. “Kita tetap berusaha secara cepat untuk mengungkap kasusnya. tetapi jangan kita dipaksakan ya, agar tidak mengambil langkah yang salah," ulangnya sekaligus mengingatkan. Kapolda menambahkan, untuk menjaga situasi kota Ambon tetap aman dan kondusif, aparat kepolisian dari Polres Ambon terus meningkatkan pengawasan terhadap orang-orang dengan identitas yang tidak jelas, yang ingin datang di Kota Ambon. Sementara itu, swiping penumpang di pelabuhan Yos Sudarso Ambon, aparat keamanan kembali mengamankan puluhan orang yang tidak memiliki identitas yang jelas. Puluhan orang telah diamankan. Ada satu dua dari Kota Ambon, tetapi karena identitasnya tidak jelas, akhirnya ikut diamankan. Tetapi banyak yang dari luar Kota Ambon. Setelah dimintai keterangan, mereka akan dipulangkan ke daerah asal, yaitu Surabaya dan daerah Jawa Timur lainnya. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
