Refl: Kalau mau ganti menteri, silahkan, monggo-monggo, plisssss segera harus diganti, sebab ibarat bibit penyakit (amenba atau bakteria, virus) bila sudah diketahui, tetapi tidak segera dimusnahkan akan menjalar merusak tubuh manusia dan kematian pasien sebelum waktunya sulit dihindarkan. 10 atau 20 oknom menteri, kalau mereka ini tidak laku dan hanya makan gaji buta, mereka harus segera ditendang dari kursi kekuasaan nan empuk, sebab bila dibiarkan makin lama mereka bercokol makin bertambah berat pula beban rakyat. Hal yang patut disadari ialah bahwa struktur kekuasaan NKRI seperti cacing pitah, cacing ini makin hari makin gemuk dan si pasien tetap saja kurus, lemah badan dan lemah pula syahwat berkat illahi. Kalau cacing ini hanya potong sebahagian badannya sama saja tidak lakukan apa-apa sebab kepalanya masih ada dan akan terus tumbuh badan dan buntut baru. Harus kepalanya juga diparaliskan, agar tidak terus-menerus membahayakan nyawa si pasien. Itu sebuah analogi dengan cacing pita.
Masalahnya sekarang ialah apakah masih ada orang-orang bukan hanya pandai dan fasih mengucapkan assalamalaikum wabarakatu atau haleluya-haleluya atau santi-santi, tetapi yang benar-benar berkwalifikasi, jujur dan berdedikasi kepada rakyat untuk menjalankan tugas yang dibebankan? Kalau ada siapa mereka itu dan dimana mereka berada? http://www.suarapembaruan.com/home/10-menteri-yang-berpotensi-diganti/11974 10 Menteri yang Berpotensi Diganti Senin, 3 Oktober 2011 | 17:35 M Qodari [google] Berita Terkait a.. SBY Didesak Ganti Suryadharma Ali b.. Kapabilitas dan Loyalitas Jadi Kunci c.. SBY Hanya Akan Ganti Satu Menteri d.. Kinerja Bidang Hukum Dinilai Hancur e.. PKB Yakin Dua Kadernya Tidak Dicopot dari Kabinet [JAKARTA] Ada 10 menteri yang berpotensi diganti jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan reshuffle (perombakan) kabinet. Berbagai hal menjadi alasan mengapa posisi-posisi tersebut dilihat ada kemungkinan untuk dirombak. Demikian dipaparkan Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari kepada SP di Jakarta, Senin (3/10). Menurut dia, salah satu menteri yang bakal diganti SBY adalah Menteri BUMN Mustafa Abubakar karena alasan sakit. Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh juga bakal diganti karena target kinerja yang tidak terpenuhi seperti target lifting minyak. Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga bisa dicopot karena tampak tidak begitu cocok dengan Presiden dan menteri-menteri lain. “Menteri yang juga potensial diganti adalah Menakertrans Muhaimin Iskandar karena terkait kinerja, misalnya masalah TKI, dan dugaan korupsi di kementeriannya. Menteri lain yang mungkin diganti adalah Menpora Andi Mallarangeng terkait dengan persiapan SEA Games yang mendebarkan karena sejumlah hal, lalu ada faktor keuangan, dan isu korupsi,” ungkap Qodari. Selain itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto bakal tergusur karena faktor kondisi infrastruktur yang masih parah dan alasan kesehatan. Menkumham Patrialis Akbar yang disebabkan sejumlah alasan, seperti terkait imigrasi, beberapa pernyataannya yang tidak akurat, serta penanganan lembaga pemasyarakatan. Nama lain yang dilihat berpotensi diganti, lanjut Qodari, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa sehubungan dengan target capaian kinerja dan masalah pribadi. Menhub Freddy Numberi akan diganti karena banyak terjadi kecelakaan baik transportasi darat, laut, maupun udara. Sementara Menko Kesra Agung Laksono bakal diganti karena alasan kinerja yang tidak memuaskan. Dari sekian banyak nama tersebut, dilihat bahwa komposisi parpol di kabinet akan tetap sama, begitu juga menurut sinyal dari lingkaran Istana. Walaupun, portofolio menterinya berubah atau bergeser, tapi jatahnya tetap sama. Karena dalam reshuffle ada dua kemungkinan, yakni mutasi atau benar-benar diberhentikan. Pada Kabinet Indonesia Bersatu I, yang banyak terjadi adalah mutasi. Di samping itu, Qodari mengusulkan, akan lebih baik jika Presiden SBY mengumumkan reshuffle sebelum masuk ke tahun ketiga KIB II, yakni pada 20 Oktober 2011. Jika dilakukan setelah tanggal itu maka akan kehilangan momentum. Sementara itu, pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, jika wacana reshuffle kabinet dibiarkan terlalu lama akan berbahaya bagi Presiden SBY karena isu yang beredar akan semakin liar. Semakin cepat diumumkannya perombakan kabinet akan lebih baik. Namun, Yunarto menyatakan tidak bisa menyebutkan secara detail menteri mana saja yang berpotensi diganti. Di sisi lain, UKP4 sebagai lembaga yang memiliki penilaian kinerja tidak pernah memberikan apa yang selama ini menjadi indikator. Seharusnya, jika UKP4 menyampaikan bahwa ada menteri yang mendapat rapor hijau atau merah maka disebutkan namanya, disertai indikator kinerja dan pencapaiannya. “Pada akhirnya masyarakat, pengamat memiliki indikatornya tersendiri. Sehingga, yang muncul adalah hal-hal yang berkaitan dengan hal persepsi publik, dalam hal ini kasus-kasus yang kontroversial, entah itu yang berbau korupsi, atau menyangkut kehidupan rumah tangga, isu-isu seputar kehidupan pribadi. Itu yang disayangkan,” kata Yunarto. Ditambahkan, hal-hal yang berkaitan dengan masalah korupsi, penilaian publik, serta masalah kehidupan pribadi tidak bisa dilepaskan dari pencapaian kinerja sebagai faktor utama yang harus diperhitungkan. Karena jika bicara kabinet ahli maka harus mengukur segalanya. Dari 3 variabel penilaian yakni profesionalitas, penilaian publik, dan politik maka profesionalitas harus menjadi aspek terkuat. [D-12] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
