Ini kamu sebut berpikir, nduk? Well, situ memang pinter bikin orang terpingkel-pingkel. Kali ini giliran umat Hindu (juga kaum pemilik candi dan bangun-bangun piramid) pasti pada ngakak girang.
Kenapa? Karena nyatanya mereka bikin candi, pagoda, dan bangun piramid lainnya, selalu mengerucut ke satu titik di puncaknya. Samasekali gak pernah mereka bikin bangun piramid dengan tiga puncak. Dalam demokrasi boleh saja kekuasaan dibagi 3 atau lebih. Tapi yang namanya kedaulatan harus ada di satu tempat: rakyat (bahasa premannya: "vox populi vox dei"). Daulat rakyat, bukan daulat tuanku. "nationalism is a form of religious fundamentalism, a kind of religion" - arundhati roy --- "muskitawati" <muskitawati@...> wrote: > Itu tidak salah, yang salah cuma cara anda berpikir. Karena > perubahan dari system otoritas kerajaan menjadi trias politika > telah terjadi lompatan yang sangat jauh dalam kaitannya rasa > keadilan dan juga dalam pemerataan kekayaan. > > Dari satu kekuasaan yang turun temurun berubah menjadi tiga > kekuasaan yang berganti setiap lima tahun. Ibarat kartu yang > dikocok, bahwa setiap saat bisa keluar kartu yang diharapkan, tidak > selalu kartu jelek yang tidak diharapkan yang selalu keluar. > > Demikianlah, dengan tiga kekuasaan yang berganti setiap lima tahun > bukan tidak mungkin ada satu periode dimana pemimpinnya demikian > bijaksana, cerdas, dan mampu memimpin sehingga bisa memperbaiki > generasi seterusnya dengan system yang makin baik seperti Thomas > Jefferson dari Amerika ini yang berhasil menetapkan peraturan > presiden hanya boleh dipilih dua kali saja. > > Dari satu kekuasaan menjadi tiga kekuasaan bisa disamakan dari > menyembah satu tuhan berubah menyembah tiga tuhan, tapi dalam > negara maju ini tuhanpun tidak perlu disembah. > > Jadi agama yang mengandalkan penguasa dan pencipta tunggal jadi > jauh kemungkinannya, ini menjadikan agama Hindu yang menetapkan > tiga dewa yang sama kekuasaannya namun lain bidang2nya menjadi > lebih dekat dengan kenyataan daripada semua agama yang ada didunia > ini. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Montesquieu tercenung ketika terawangannya > > menampakkan arah & bentuk trias politika > > kelak. Dan sekarang terbukti, trias > > politika memang sukses mempreteli kekuasaan > > raja. Tapi pengalaman menunjukkan, pada > > akhirnya trias politika cuma jadi metode > > untuk bagi-bagi kekuasaan (dan kekayaan) > > para raja. > > > > "every man invested with power is apt to abuse it, and to carry > > his authority as far as it will go." > > - montesquieu > > > > --- From: > > > > > Jika di masa Orde Baru mereka yang tersangkut masalah korupsi > > > sebagian besar adalah pejabat politik dan aparat negara dari > > > kalangan eksekutif, di era Reformasi justru merata di tiga > > > cabang institusi: legislatif, eksekutif, dan yudikatif. > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
