Niat Baik Selalu Lebih Menang Dari Rasio !!!
Ini mengundang pertanyaan, gimana bisa niat baik lebih menang dari Rasio???
Jawabannya sederhana, niat baik itu sendiri tidak pernah menentang Rasio itulah
sebabnya niat baik selalu bisa memenangkan persoalan karena tidak akan
bertentangan dengan Rasio.
Demikianlah, paham ini sangat penting dalam memahami kenapa Palestina tidak
mungkin terwujud. Pertama Palestina itu tidak memiliki niat baik, dan kedua
selalu menjungkir balikkan Rasio.
Dimasa penjajahan Inggris, orang Arab dan Yahudi bisa hidup bersama
berdampingan dalam satu tanah. Namun setelah UN membagi dua tanah tsb satu
untuk Yahudi dan satunya lagi untuk Arab, mengakibatkan orang2 Yahudi diusir
dari seluruh tanah Arab, sedangkan orang2 Arab yang tinggal ditanah Yahudi
tidak ada yang diusir, namun mereka berontak menuntut tanah Yahudi ini sebagai
miliknya Arab. Demikianlah, pecah perang sejak 1947 hanya bertujuan untuk
memusnahkan orang Yahudi, tapi akibatnya Arab kalah total sehingga dibelenggu
oleh yang menang yaitu Yahudi dengan berbagai perjanjian, boikot, hingga
sanksi2 berat.
Arab Palestina ini kehilangan dukungan negara2 Arab untuk memerangi Israel,
maka untuk mendapatkan dukungan dari negara diluar Arab, maka strategi
perangnya diubah pada tahun 1964, mereka tidak lagi mengatas namakan orang Arab
tetapi mengatas namakan negara Palestina. Dibawah Yasser Arafat nama Palestina
se-olah2 berubah dari aselinya, menunjukkan niat baik ingin hidup berdampingan
dengan Yahudi sehingga mengundang banyak simpati dan bantuan. Perjanjian Camp
David ditanda tangani dengan niat baik.
Tetapi ternyata niat baik itu tidaklah sebenarnya baik melainkan hanya untuk
mengecoh dunia yang memberikan bantuannya. Sejak saat inilah kemunduran negara
Palestina sangat menyolok. Mereka tetap sama tujuannya yaitu mengusir dan
membantai Yahudi.
Terbukti Abbas kembali diam2 bersekongkol dengan Hamas padahal sudah
diblacklist bahwa Hamas adalah terorist yang diperangi diseluruh dunia.
Begitulah, niat tidak baik selalu memusuhi rasio, menghancurkan rasio, dan ini
memang bisa mula2 ditutupi, tapi tidak untuk jangka panjang. Muka serigala
rakus yang tidak baik ini akhirnya muncul juga, menuntut tanah negara Palestina
yang diduduki Israel setelah 1967. Padahal tanah sebelum 1967 itu bukanlah
milik Palestina.
Perjanjian Camp David pun meskipun sudah tidak berlaku sekarang tapi dulunya
cuma menjanjikan Gaza dan Westbank, bukan seluruh wilayah yang diduduki Israel
sesuadah 1967.
Coba ya, dimana tuh rasionya, Israel yang diserang Arab malah berhasil
menduduki wilayah Arab. Tapi Israel bersedia membagi sebagian wilayah ini
kepada negara Palestina asalkan mereka mau berjanji tidak menyerang dan meneror
atau memusuhi Israel. Daripada berjanji, ternyata Abbas lebih suka menolaknya
dan menggunakan pengaruh Internasional mau menjepit Israel, ternyata itupun
gagal.
Masuknya Palestina sebagai observer kebadan dunia PBB pun dikarenakan izin
persetujuan Israel, tapi setelah mengkhianati perjanjian Camp David seharusnya
Palestina ini sudah dikeluarkan lagi dari PBB ini, ternyata tidak. Tapi
meskipun tidak ditendang keluar, bukan berarti sudah bisa bertindak sendiri
tanpa persetujuan Israel. Begitulah, Abbas meminta keanggautaan penuh ditolak
Israel dan hanya izin Israel sajalah yang bisa meloloskan Palestina menjadi
anggauta PBB.
Abbas merasa dukungan 140 negara menjamin dirinya masuk dan diterima sebagai
anggauta. Padahal kalo tidak ada niat baik, dukungan 140 negara itu cuma janji
kosong doangan.
Tidak akan ada satupun negara yang bersedia mengakui dan mendukung Palestina
kalo saja Amerika tidak mengeluarkan ancaman Vetol.
Karena Amerika ini berjanji memveto-lah maka negara2 didunia pura2 mendukung
negara Palestina. Maksud pernyataan terang2an Amerika untuk memveto-pun
tujuannya agar semua negara yang jelas2 tidak suka dengan teror2 Islam ini bisa
ber-pura2 mendukung tanpa ada resiko dukungannya membuka celah masuknya
Palestina ke badan dunia ini.
Hal ini bisa kita buktikan, bahwa Sukarno dulupun sudah mendapatkan sumpah
setia dari negara2 Islam diseluruh dunia dan negara2 lainnya sebanyak 160
negara termasuk Russia yang berjanji akan memboikot PBB dan akan mendukung
Sukarno mendirikan PBB tandingan yang disebutnya Conefo.
Lalu apa hasil janji dukungan kepada Sukarno ini ???? Menyedihkan, dari 160
negara anggauta PBB yang memberi dukungan ini termasuk Venezuella dan semua
negara2 Amerika Latin. Setelah Sukarno menyatakan keluar dari PBB, maka semua
bantuan kepada Indonesia terhenti, Indonesia mengalami kelaparan berat, dan
tidak ada satupun negara yang janji mau keluar sama2 dari PBB ada yang ikut
keluar. Lebih parah lagi tidak ada satupun negara itu yang memberi bantuan
kepada Indonesia dikala mengalami sanksi ekonomi yang maut ini.
Demikianlah, apa yang dialami Sukarno terulang kepada Abbas, meskipun maih
mengimipikan janji2 dukungan itu, ternyata bantuan ekonominya justru dihentikan
oleh negara2 yang katanya memberi dukungan tsb.
Masalah Palestina sekarang makin tidak terdengar, surat2 kabar besar dunia yang
tadinya ada bagian negara Palestina, sekarang bagian itu sudah dihapuskan
disatukan dengan Jordania. Berita2 Palestina makin redup, aktivitas Abbas dan
Hamas makin hilang, tapi bencana ekonomi makin meningkat. Suara Palestina
makin tidak terdengar, permohonannya untuk menjadi anggauta penuh PBB akhirnya
telah disingkirkan tidak lagi dibicarakan dalam kelompok anggauta keamanan yang
tdd 15 negara ini.
Kapankah umat Islam dan orang2 Arab ini bisa belajar dari pengalaman niat baik
????
Islam tidak mengajarkan niat baik, tetapi mengajarkan bagaimana caranya
membungkus niat jahat agar dikira baik.
Israel dengan Yahudinya sudah menunjukkan niat baik, bersedia memberikan Gaza
dan Westbank untuk negara Palestina dengan kepercayaan bahwa orang2 Arab ini
juga punya niat baik. Tapi apa hasilnya kepercayaan Israel tentang niat baik
orang2 Arab ini??? Ternyata niat baiknya hanya pura2, tujuan untuk melenyapkan
bangsa Yahudi tetap bergerak melalui teror2 yang tidak bisa berhenti.
Jadi ingatlah pepatah, sekali anda berkhianat janji, maka seumur hidup anda
tidak ada yang percaya.
Tidak berbeda dengan nasib Palestina, bukan cuma sekali berkhianat tapi
berpuluh kali, apakah masih tersisa kepercayaan dunia kepadanya, jelas tidak
dan dibuktikan ditolaknya dari keanggautaan PBB.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/