Ref: Plissss, monggo bersimulasilah selama mungkin, tetapi pertanyaannya ialah 
apakah ada tenaga yang kapabel lagi jujur dan berdedikasi untuk memrubah dan 
mempertinggi mutu kehidupan rakyat ataukah akan diteruskan kebiasaan demi 
kesempatan menumpuk rejeki pribadi?


http://www.tempointeraktif.com/hg/fokus/2011/10/04/fks,20111004-2100,id.html
Presiden Simulasikan Nama Calon Menteri
Selasa, 04 Oktober 2011 | 14:32 WIB


TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan akan 
merombak kabinetnya sebelum 20 Oktober 2011. Sekitar dua pekan menjelang 
reshuffle itu, Presiden masih terus menimbang keunggulan nama-nama yang layak 
menjadi menteri.



Presiden juga menstimulasi untuk mempersiapkan tim yang baru. "Mulai minggu ini 
Presiden mulai mensimulasikan nama-nama baru," kata Staf Khusus Presiden bidang 
Komunikasi Politik Daniel Sparingga ketika dihubungi, Senin 3 Oktober 2011.





Menurut Daniel, tim kerja menjadi penting karena menteri yang dipilih tidak 
hanya cocok namun harus bisa menjadi kombinasi yang pas untuk seluruh kabinet. 
Pembahasan ini, kata Daniel, menyita waktu yang cukup banyak. "Satu posisi bisa 
memiliki lebih dari satu calon karena ini menyangkut posisi yang penting," 
katanya.



Isu yang beredar di publik menyebutkan sekitar 10 nama dikabarkan bakal masuk 
ataupun digeser dalam perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II. Nama-nama yang 
beredar berikut posisinya, yaitu Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat: 
Fadel Muhamad, Menteri Kelautan dan Perikanan: Sharif Cicip Sutardjo, Menteri 
Badan Usaha Milik Negara: Gita Wiryawan, Menteri Perhubungan: George Toisutta, 
Menteri Pekerjaan Umum: Budi Susilo Supandji, Menteri Hukum dan Hak Asasi 
Manusia: Amir Syamsuddin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Karen 
Agustiawan, Menteri Tenaga Kerja: Jumhur Hidayat, Menteri Perumahan Rakyat: 
Muhaimin Iskandar dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Emirsyah Satar.



Hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah nama-nama calon menteri 
baru pasca resuffle yang telah beredar di publik dan media massa itu. "Saya 
tidak tahu menahu mengenai isu yang beredar luas sekarang ini, tidak ada satu 
pun informasi yang keluar dari saya," kata dia dalam konferensi pers singkat 
yang digelar di depan ruang Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 4 Oktober 2011.



Yudhoyono mengaku tak mengetahui dari mana asal sumber tersebut. "Diluar 
pengetahuan saya, sumber bukan dari saya dan sekali lagi saya tidak tahu," 
ujarnya dengan nada kecewa.



Presiden menegaskan hal ini, karena berdasarkan pengalaman sebelumnya di tahun 
2009 saat penyusunan kabinet, ada beberapa pihak yang kecewa lantaran merasa 
tak masuk dalam kabinet. "Banyak pihak yang marah dan ngamuk, bahkan sampai 
sekarang,” ujarnya. Dia menambahkan, “Penyusunan kabinet yang itu prerogatif 
Presiden, saya hanya libatkan wakil presiden untuk berikan pandangan dan saran 
pada saat yang tepat," katanya.



Yudhoyono meminta pengertian masyarakat luas untuk tak percaya jika isu 
tersebut berasal dari lingkungan Istana, apalagi dari Presiden.



Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta menengarai isu perombakan kabinet yang 
dihembuskan Istana hanya bertujuan mengatur dan mempersiapkan logistik untuk 
pemilihan umum di tahun 2014 mendatang. "Kami melihat ada gelagat bahwa isu ini 
lebih berorientasi kepada pengaturan logistik 2014 ketimbang perbaikan kinerja 
kabinet," ujar Anis, Selasa, 20 September 2011. "Kami khawatir SBY mendapat 
masukan dari pihak tertentu yang tujuannya bukan untuk perbaikan citra, tapi ya 
untuk logistik 2014."



Menurut Anis, isu reshuffle kabinet bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan 
kepentingan logistik, yakni terkait modal untuk pemenangan pemilihan umum tahun 
2014. Namun, Wakil Ketua DPR ini enggan menyebutkan siapa yang berkepentingan 
tersebut.



Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa menyangkal tudingan yang 
dilontarkan Anis itu. "Itu pikiran-pikiran yang negatif, menurut saya hanya 
prasangka," kata dia di gedung DPR, Jumat 23 September 2011.



Saan yakin Presiden tidak melakukan pergantian menteri atas dasar kepentingan 
penggalangan dana seperti yang ditudingkan Anis. "Pak SBY tidak akan punya 
pikiran-pikiran seperti itu. Reshuffle itu agar sisa pemerintahan berjalan 
baik," ujar dia.



Menurut Saan, Presiden pasti tahu persis pertimbangan yang dipilih untuk kocok 
ulang kabinet. Pertimbangan tersebut didasarkan pada hasil evaluasi Unit Kerja 
Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), serta dari 
briefing rutin di internal kementerian yang diketahui Presiden. "UKP4 memberi 
dasar penilaian dengan berbagai parameter yang rigid dan obyektif, tidak hanya 
berdasarkan opini," katanya.



Atas dasar penilaian dari UKP4 itulah, kata Saan, Presiden dapat menentukan 
mana saja menteri yang layak direshuffle, dan menteri yang layak dipertahankan. 
Bahkan, partai politik yang menempatkan kadernya dalam kabinet pun tidak berhak 
mencampuri keputusan Presiden. 



Mantan wakil presiden Jusuf Kalla JK menilai pergantian menteri di sela 
berjalannya suatu pemerintahan adalah hal yang biasa dan wajar. "Bahwa ada yang 
diganti, itu pantas-pantas saja," ujar dia, Senin, 3 Oktober 2011.



Saat dia menjadi wakil presiden, Kalla mengungkapkan, penilaian kinerja menteri 
hanya didasarkan pada penilaian presiden bersama wakilnya. “Nilainya cuma 
berdua, tidak seperti sekarang ada UKP4 itu,” ujarnya.



Selain penilaian kinerja, ada juga pertimbangan politis yang diberikan Presiden 
kepada setiap menterinya. Pertimbangan politis mencakup pencitraan pemerintah. 
"Bukan pribadi, tapi ini memang pertimbangan politis termasuk masalah citra. 
Pemerintah juga perlu citra," ujar Kalla. 







MUNAWWAROH| EKO ARI WIBOWO| MAHARDIKA SATRIA HADI




Berita Terkait:





Kuntoro Akui Ada Rapor Merah Sejumlah Menteri 

'Reshuffle', Presiden Kurangi Porsi Partai 

Inilah Dua Kriteria Menteri yang Akan Direshuffle 








[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke