Refl: Bukankah menteri yang tidak siap untuk di-resuffle sama saja artinya 
dengan menteri yang tidak mau diberhentikan dari jabatannya. Tentu saja para 
menteri tidak siap di-resuffle, karena siapa yang mau diturunkan dari tahta 
berkursi empuk pemberi rejeki nomplok dan kemegahan? Adalah ilusi bahwa jika 
SBY menganti menteri-menterinya lantas pekerjaan pemerintahannya menjadi baik, 
sebab kalau seandainya mau memperbaiki image di mata rakyat, waktunya sanat 
sangat sempit untuk dilakukan langkah positif guna perubahan mendasar demi 
manfaat bagi kehidupan rakyat. Jadi keadaan akan tetap buruk seperti sediakala.


http://www.pikiran-rakyat.com/node/161299


Menag Suryadharma Ali, "Kalau tidak Siap Di-reshuffle, Jangan Jadi Menteri"


Minggu, 09/10/2011 - 18:53 
PURWAKARTA, (PRLM).-Menteri Agama yang juga Ketua Umum DPP Partai Persatuan 
Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali menyatakan jika seorang menteri tidak siap 
untuk diganti, maka alangkah baiknya tidak usah menjadi menteri. Sebab, menteri 
sebagai pembantu presiden tidak lepas dari penilaian presiden sebagai atasan.
"Reshuffle itu ibarat PHK. Kalau atasan menginginkan perubahan kenapa tidak. 
Kalau tidak siap direshuffle jangan menjadi menteri," kata Suryadharma Ali saat 
meresmikan pembangunan mesjid Ummahatul Mukminin dan pelepasan 141 calon jemaah 
haji di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muhajirin, Kab Purwakarta, Minggu (9/10). 
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, pimpinan ponpes KH. 
Abun Bunyamin, unsur muspida, dan ratusan undangan lainnya.
Suryadharma mengatakan reshuffle itu merupakan sesuatu yang wajar ketika 
seorang pimpinan (presiden,red) memandang perlu untuk merombak bawahannya, 
karena dianggap tidak cakap dalam menjalankan amanatnya. 
"Ya, saat atasan memandang perlu dilakukan perubahan dalam rangka meningkatkan 
kinerjanya, hal itu merupakan sesuatu yang wajar," kata Suryadharma.
Ia menambahkan sampai saat ini dirinya sebagai ketua umum partai belum 
mengetahui persis apakah menteri yang berasal dari PPP akan terkena reshuffle 
atau PPP akan mendapatkan penambahan kursi di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) 
jilid II.
Menjawab pertanyaan, apakah reshuffle yang akan terjadi itu dalam rangka 
peningkatan kinerja para menterinya atau sarat dengan kepentingan politis saja, 
Ia hanya menjawab kalau itu semua merupakan kewenangan atasannya.
Sementara itu, salah seorang kiai di Purwakarta dan juga sebagai pengelola 
Ponpes Al-Muhajirin, Purwakarta KH. Abun Bunyamin mengatakan Menteri Agama 
Suryadharma Ali, merupakan salah seorang menteri yang dianggap cukup berhasil 
dalam mengelola departemennya.
KH. Abun Bunyamin mencontohkan pengelolaan jemaaah haji sekarang ini mengalami 
peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. "Pengelolaan jemaah haji, baik 
selama di Indonesia maupun di tanah suci ada peningkatan," kata KH. Abun 
Bunyamin.
Hal senada disampaikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang merasakan banyak 
perubahan di departemen agama selama kepemimpinan Suryadharma Ali. "Kita harus 
akui secara jujur banyak perubahan yang telah dilakukan oleh menteri agama 
sekarang," katanya.
Berdasarkan catatan "PR", isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II 
semakin panas. Tidak tanggung-tanggung, sembilan kursi menteri disebut-sebut 
bergoyang, karena tersangkut dugaan suap, selingkuh, dan alasan kesehatan.
Sedangkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), tingkat kepuasan 
publik terhadap KIB II tinggal 37,7 persen. “Kasus korupsi memberi kontribusi 
terbesar terhadap penurunan kepercayaan publik itu,” kata peneliti LSI, Adjie 
Alfaraby kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, penurunan tingkat kepuasan publik tersebut tergolong drastis. Dua 
tahun lalu, tepatnya saat 100 hari KIB II, tingkat kepuasan publik masih 
mencapai 52,3 persen. Kemudian turun menjadi 46,5 persen pada satu tahun 
pemerintahan.
Adjie mengatakan fakta itu menunjukkan bahwa reshuffle kabinet menjadi sebuah 
keharusan. Jika tidak, maka tingkat kepuasan publik diprediksi akan terus 
menurun dan hal itu akan membahayakan kepemimpinan Presiden SBY dan Wapres 
Boediono.
Survei LSI itu dilakukan 5-10 September 2011 dengan menggunakan metode 
multistage random sampling. Wawancara dilakukan dengan tatap muka terhadap 
1.200 responden yang mewakili 33 provinsi di Indonesia. Margin of error sekitar 
2,9 persen.
Yang menarik dari survei itu, adalah tingkat kepuasan masyarakat perkotaan jauh 
lebih rendah dari mereka yang ada di pedesaan. Tingkat kepuasan warga kota 
hanya 29,6 persen. Sementara di desa masih 43,9 persen.
Kursi Menteri Agama Suryadharma Ali pun ikut digoyang. Sikap Ketua Umum DPP PPP 
itu yang “memusuhi” Ahmadiyah dinilai janggal. Dia dinilai gagal melindungi 
kelompok minoritas. (A-86/A-89)*

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke