Ref: Humala, presiden Peru lebih berani memecatkan 30 jenderal polisinya dari 
pada SBY, presiden dan mantan jenderal TNI yang ragu-ragu memberhentikan 
menteri-menteri makan gaji buta. Waktunya telah tiba untuk SBY diturunkan dari 
kursi empuknya seperti guru dan pelindungnya Muhammad Soeharto.


http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=135170


Memaknai semangat dari Presiden Peru
      Tanggal :  14 Oct 2011 
      Sumber :  Harian Terbit 
PRESIDEN Peru, Ollanta Humala, memecat 30 dari 55 jenderal polisinya. Saat ini 
kepolisian Peru memiliki 55 jenderal, 900 kolonel, dan lebih dari 2.000 
komandan. Jenderal yang 'dipaksa pensiun' itu diantaranya kepala kepolisian 
nasionalnya. Pemecatan ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah kepolisian 
Peru.

Langkah pemecatan ini menuai kritik tajam untuk Presiden Humala. Sebagian pihak 
curiga Humala sengaja menempatkan orang-orang setianya ke posisi-posisi puncak. 
Para jenderal itu dipaksa pensiun dan merupakan bagian dari upaya memotong 
budaya korupsi. Salahsatunya adalah kepala polisi Peru.

Dalam pidato pelantikannya, kepala polisi yang baru, Raul Salazar mengatakan 
perang terhadap korupsi, setidaknya diucapkan sebanyak enamkali. "Kami 
mempunyai catatan tindak korupsi yang mencemarkan namapolisi. Dari korupsi yang 
paling sedikit hingga yang paling penting, tidakmenjadi soal. Mau satu sol atau 
lebih, semuanya korupsi." Sol adalah mata uang Peru.

Luar biasa. Ini yang bisa kita ucapkan untuk Presiden Peru. Memecat sekitar 60 
persen dari jenderal yang aktif jelas bukan hal mudah, bahkan sangat tinggi 
resikonya, apalagi harus memerangi korupsi dan narkotika. Namun keberanian ini 
patut kita acungi jempol karena Presiden Peru demikian kukuh dan serius dalam 
upaya pemberantasan korupsi.

Bisa jadi sekedar dipecat tidak membikin jera orang, namun jauh-jauh hari China 
juga banyak menghukum mati koruptor dan konon angka tindak korupsi menurun 
drastis. Yang hendak kita soroti adalah keseriusan mereka untuk benar-benar 
memberantas korupsi demikian bersemangat.

Kita memang patut becermin pada peristiwa di Peru ini. Sebab yang kini banyak 
politisi yang disorot gampang tersangkut kasus korupsi. Namun lebih dari itu, 
di Indonesia boleh dibilang membudaya sehingga terjadi dimana-mana namun kita 
masih merasa penindakannya tebang pilih, atau bahkan tidak serius dilakukan.

Kita ambil contoh kasus Century. Semua pejabatnya masih ada tapi pengusutan 
mandeg, meski DPR juga sudah membentuk panitia kerja dan lain sebagainya. Kita 
juga tidak tahu bagaimana kasus mafia pajak, atau perseteruan cicak dan buaya 
sudah selesai? Yang jelas rakyat tidak pernah mendapat kejelasan atau 
pencerahan yang berarti. Yang mereka tahu tiap kasus besar kebanyakan hilang 
dimakan waktu.

Sungguh kita tidak tahu persis seberapa seriusnya Indonesia memberantas 
korupsi. Namun dari sisi pembentukan lembaga-lembaga baru yang mengurusi 
pemberantasan korupsi, kesannya ya serius. Namun kabarnya banyak tumpang tindih 
wewenang sehingga banyak institusi di negeri ini yang mempertanyakan gemuknya 
kekuasaan KPK namun sedikit hasilnya terutama tak mampu pula mengungkap 
kasus-kasus besar sampai kita dua kali dibuat geger dengan wacana pembubaran 
KPK.

Mungkin peristiwa di Peru akan lewat begitu saja namun kita tetap berharap 
kejadian ini menghentak kesadaran kita tentang seberapa serius kita memberantas 
korupsi. Syukur anak bangsa ini menjadi malu atas prestasi yang relatif kecil 
dari upaya pemberntasan koupsi di negeri ini. **

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke