http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/10/22/brk,20111022-362763,id.html
Usman: Reshuffle Hanya untuk Hindari Guncangan 
Sabtu, 22 Oktober 2011 | 15:12 WIB
Besar Kecil Normal 
 
Presiden SBY. ANTARA/Ahmad Subaidi


TEMPO Interaktif, Jakarta - Bekas Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan 
Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Usman Hamid, menilai perombakan (reshuffle) 
kabinet yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencerminkan lemahnya 
kepemimpinan SBY.



"Hanya untuk menghindari guncangan stabilitas pemerintah, sehingga pergantian 
tidak bersifat mendasar," ujar Usman dalam diskusi bertajuk "Setelah Menteri 
Berganti" di Warung Daun Cikini, Sabtu, 22 Oktober 2011.



Menurut Usman, pemerintahan SBY memang terlahir dari sistem multipartai. Jadi, 
kepentingan masing-masing partai politik tak terelakkan menjadi pertimbangan 
Presiden dalam merombak kabinetnya. "SBY harus melihat kepentingan parpol yang 
mendukung," katanya.



Ia mencontohkan, penggantian Menteri Hukum dan HAM dari Patrialis Akbar yang 
berasal dari Partai Amanat Nasional ke Amir Syamsuddin dari Partai Demokrat. 
Pergeseran itu, kata dia, sudah pasti melalui komunikasi antarparpol. "Ini 
justru menunjukkan SBY tidak punya hak prerogatif," kata Usman.



Usman menganggap SBY memang memiliki kecenderungan untuk menghindari konflik 
antarparpol. Karena itulah, ketidaktegasan kerap kali terlihat dalam keputusan 
yang dikeluarkan.



"Presiden Peru memecat 33 dari 55 jenderalnya, atau Presiden Guatemala yang 
berani minta maaf atas adanya kerusakan di sendi-sendi negaranya. Kalau SBY 
adalah tipe pemimpin yang berusaha menghindari konflik," kata Usman.



Selasa, 18 Oktober 2011 malam, Presiden SBY mengumumkan pergantian dan 
pergeseran sejumlah posisi menteri dan penambahan serta pergeseran beberapa 
posisi wakil menteri. Kabinet hasil reshuffle itu pun sudah dilantik Rabu lalu.



Sejumlah nama baru dalam Kabinet Indonesia Bersatu II adalah Menteri Hukum dan 
HAM Dr Amir Syamsuddin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi 
Birokrasi Azwar Abubakar, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri BUMN 
Dahlan Iskan, Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Cicip Sutardjo, Menteri 
Perumahan Rakyat Djan Faridz, dan Menteri Lingkungan Hidup Balthasar "Berth" 
Kambuaya.



Sementara wajah baru untuk posisi wakil menteri adalah Wakil Menteri Pendidikan 
dan Kebudayaan bidang Pendidikan Musliar Kasim, Wakil Menteri Pendidikan dan 
Kebudayaan bidang Kebudayaan Wiendu Nurhayati, Wakil Menteri Hukum dan HAM Prof 
Denny Indrayana, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi 
Birokrasi Eko Prasodjo, Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo, dan Wakil 
Menteri Luar Negeri Wardana.



Selain itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, Wakil 
Menteri BUMN Mahmudin, dan Wakil Menteri Kesehatan Prof Ali Ghufron, serta 
Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriyawan.



RIRIN AGUSTIA

Berita terkait
  a.. Demokrat: Protes Fadel Salah Alamat 
  b.. Lima Pertimbangan SBY Merombak Kabinet 
  c.. Dua Surat Pengaduan Soal Fadel Masuk ke SBY 
  d.. Fadel Terjegal, Andi-Muhaimin Selamat 
  e.. Sudi: SBY Copot Fadel Karena Bermasalah 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke