> "Sunny" <ambon@...> wrote: > Refl: Kalau berita ini benar > sepatutnya disertai gambar, > tetapi rupanya zaman sekarang > masih sulit bagi wartawan > kantor berita Antara untuk > memotret. Bagi yang tidak mau > percaya kebenaran berita ini, > silahkan tidak percaya dan > kepada mau percaya juga monggo- > monggo percayalah!
Kalo anda pernah punya usaha persurat kabaran, atau usaha majalah, maka anda tahu trick2 dalam mendesign berita untuk surat kabar atau majalah. Ada kalanya lembaran berita itu ada space2 kecil yang kosong, karena berita yang ditulis belum tentu ukurannya bisa pas memenuhi satu halaman penuh. Jadi untuk mengisi space2 itu, ditulislah berita2 karangan yang tidak ada resikonya dibreidel atau dituntut orang. Jadi ini merupakan teknik jurnalistik, lowong2 atau space2 itu bisa diisi berita2 seperti ini, bisa saja ditulis: "Pohon pisang berbuah kelapa" "Pohon duren berbuah nangka" "Daun kelapa bertulian Allah" "Ayat Quran disayap laler" "Bayi dalam kandungan mengaji dan bertasbeh" Waaah... masih banyak banget yang bisa anda tulis dan semuanya boleh dipercaya, tidak melanggar hukum dan tidak melanggar ajaran agama. Cobalah anda susun sendiri judul2 yang bisa menarik pembaca sehingga koran atau majalahnya bisa laku keras. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > http://www.antaranews.com/berita/277141/pohon-pisang-berbuah-kelapa-jadi-tontonan > Pohon pisang 'berbuah' kelapa jadi tontonan > Senin, 26 September 2011 16:57 WIB | 1206 Views > > Dumai (ANTARA News) - Belakangan ini ada kehebohan baru di Kota Dumai, Riau. > Saban waktu warga yang lalu-lalang di Jalan Jenderal Sudirman menyempatkan > diri menonton pohon pisang berbuah kelapa di ujung batangnya. > > Rekayasa genetika? Ternyata bukan, karena pohon itu sengaja ditanam warga > sekitar sebagai wujud kekecewaan terhadap pemerintah setempat yang dinilai > lambat dalam memperbaiki jalanan yang kian hancur. > > "Banyak lobang di sana-sini bahkan dalamnya mau sampai 30 sentimeter sehingga > membahayakan pengguna jalan terutama para pengendara sepeda motor," kata dia. > > Kerusakan jalan di kota tersebut menurut Aryono semakin hari makin parah dan > terus bermunculan lobang-lobang baru ditengah jalan. > > "Dahulu janjinya akan ada perbaikan jalan, tapi sampai sekarang janji itu > nggak pernah terealisasi dan jalan-jalan di Dumai kondisinya semakin parah," > ujarnya. > > Menurut warga Dumai lainnya, Aceng, akibat ketidakpedulian pemerintah > terhadap infrastruktur jalan yang kian "berkarat" dirinya bersama warga > lainnya yang berada di Jalan Jenderal Sudirman mencoba untuk menggambarkan > wujud kekecewaan dengan menanam pohon pisang tepat di badan jalan yang > berlubang. (ANT) > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
