***Pada akhirnya kehadiran Presiden SBY akan menjadi saksi mata betapa provinsi 
yang dulu menjadi bagian dari daerah tertinggal kini telah menggeliat kuat 
sehingga bukan tidak mungkin menjadi sentra wilayah Kalimantan Barat dan 
Serawak (Malaysia) sekaligus
 
Bangkitnya Ekonomi Kalimantan Barat    
Monday, 24 October 2011  
Jalan raya yang memanjang antara Pontianak dan Tayan merupakan urat nadi bagi 
Kalimantan Barat. Jalan raya ini merupakan bagian dari jalan raya  trans- 
Kalimantan, yang secara keseluruhan menghubungkan semua provinsi  di pulau 
besar tersebut. 


Saya sangat beruntung karena menyaksikan sendiri pengaspalan kilometer terakhir 
jalan raya itu. Dengan selesainya pengaspalan, perjalanan dari Pontianak ke 
Entikong, kota perbatasan dengan Malaysia, bisa ditempuh dalam jangka waktu 
lebih pendek, yaitu 4 jam dibandingkan 7 jam saat ini. Demikian juga jarak dan 
waktu tempuh dari Pontianak ke kabupaten di pedalaman,yaitu Sanggau, Sintang, 
dan Kapuas Hulu—menjadi jauh lebih singkat.

Itulah sebabnya peresmian jalan tersebut oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
(SBY) beberapa pekan mendatang menjadi sangat penting karena selesainya jalan 
itu membuktikan pembangunan infrastruktur di provinsi tersebut tidaklah 
berhenti. Peresmian jalan sekaligus akan dilaksanakan dengan pemancangan 
pertama Jembatan Tayan yang menghubungkan Kabupaten Sanggau dengan Ketapang. 
Jembatan Tayan merupakan jembatan terakhir yang belum dibangun dari seluruh 
jaringan jalan raya trans-Kalimantan tersebut. 

Pembangunan jalan raya itu juga bersamaan dengan pembangunan jalan raya yang 
lain. Dewasa ini Provinsi Kalimantan Barat memiliki lintas batas di beberapa 
tempat,yaitu Sajingan di Kabupaten Sambas, Jagoibabang di Kabupaten Bengkayang, 
Entikong di Kabupaten Sanggau, dan Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu. 

Beberapa tempat perlintasan tersebut belumlah resmi menjadi tempat perlintasan 
antaranegara, tapi jalan raya menuju ke empat perbatasan tersebut sudah atau 
sedang dibangun. Jika nantinya diresmikan lalu lintas antarnegara di provinsi 
itu diharapkan menjadi semakin lancar. Itulah pula sebabnya mengapa dalam 
rencana peresmian jalan raya yang menghubungkan Pontianak – Tayan, Presiden 
juga akan meresmikan terminal bus antarnegara— sedikit di luar kota 
Pontianak,mungkin satu-satunya di Indonesia. 

Berbagai perkembangan itu pada akhirnya menggambarkan betapa dinamisnya 
provinsi di barat Pulau Kalimantan. Meski tentu belum sempurna, banyak jalan 
raya yang sudah dipergunakan dan yang sedang dibangun yang pada akhirnya sangat 
membantu kelancaran kegiatan ekonomi.Peningkatan kegiatan ekonomi akhirnya 
terlihat dari beberapa contoh sederhana. 

Produksi buah,misalnya, Kalimantan Barat mulai semakin dikenal sebagai produsen 
jeruk,duku,durian,dan rambutan. Dalam pekan-pekan ini kita dapat menyaksikan 
dengan mudah melimpahnya produksi duku daerah tersebut (dikenal sebagai ‘duku 
punggur’) sehingga harga di tingkat eceran per kilo bahkan mencapai sekitar 
Rp2.500, harga yang jauh lebih rendah dibanding harga duku di Jakarta. 

Kendati demikian, kekuatan Kalimantan Barat bukanlah produksi buah-buahan, 
meskipun produk tersebut sangat penting bagi masyarakat petani di sana.Kekuatan 
mereka yang lebih besar adalah pada produksi kelapa sawit dan karet. Perkebunan 
kelapa sawit di provinsi ini berkembang jauh lebih belakangan dibandingkan 
berbagai daerah di Sumatera.Perkebunan sawit di Kalimantan Barat awalnya 
diperkenalkan oleh BUMN perkebunan, yaitu PTP, yang beroperasi di Kabupaten 
Landak, Sanggau, dan Sintang. 

Meski begitu, beberapa tahun terakhir pengembangan perkebunan sawit menjadi 
sangat marak di mana-mana, bahkan sampai di Kabupaten Kapuas Hulu di ujung 
timur provinsi tersebut. Beberapa perusahaan besar Indonesia banyak 
mengembangkan perkebunan sawit di Kalimantan Barat, seperti Wilmar,Grup 
Salim,Sinar Mas, Duta Palma,Incasi Raya Group, Lyman Group, dan beberapa 
perusahaan dari Malaysia seperti Sime Darby.

Perusahaan yang relatif baru masuk daerah tersebut antara lain kelompok usaha 
Djarum dan Triputra. Selain kelapa sawit, Kalimantan Barat juga sangat 
diuntungkan dengan naiknya harga komoditas karet.Daerah tersebut banyak sekali 
memiliki perkebunan karet yang sebagian besar dimiliki rakyat. 

Dengan adanya kenaikan harga, petani menjadi bergairah kembali untuk melakukan 
penorehan getah karet setiap harinya dan juga melakukan penanaman baru maupun 
penanaman kembali (replanting) menggantikan pohon karet yang sudah tua dan 
menurun produktivitasnya. Peningkatan gairah tersebut pada akhirnya memengaruhi 
jumlah produksi karet Indonesia secara keseluruhan.

Bagi petani, dengan harga sekitar Rp20.000 per kilogram, produksi karet sebesar 
10 kilogram saja (yang dengan mudah bisa mereka peroleh sejak subuh sampai jam 
11 siang) sudah bisa menghasilkan pendapatan Rp200.000. Dengan penghasilan itu 
para petani memiliki daya beli yang cukup besar untuk membelanjakan berbagai 
macam kebutuhan, bahkan untuk mengirim anak mereka bersekolah di Pontianak atau 
di Pulau Jawa. 

Di Desa Darit, Kabupaten Landak, sekitar lima jam perjalanan mobil dari 
Pontianak, kemakmuran tersebut dapat dengan mudah disaksikan melalui jumlah 
simpanan mereka yang ada di bank maupun koperasi kredit yang dikenal dengan 
credit union. Credit Union Pancur Kasih di Desa Darit pada akhir tahun 2010 
lalu memiliki jumlah anggota 4.000 orang dan mampu mengumpulkan saham dan 
tabungan sebesar Rp40 miliar. 

Ini berarti tabungan rata-rata setiap anggota mencapai Rp10 juta, suatu jumlah 
yang cukup besar bagi masyarakat daerah tersebut. Secara keseluruhan di 
Provinsi Kalimantan Barat total jumlah anggota credit union telah mencapai 
500.000 orang, dengan total saham dan simpanan mereka mencapai sekitar Rp5 
triliun. Ini suatu jumlah yang sangat besar.

Jika dibandingkan dengan dana pihak ketiga (DPK) perbankan di Kalimantan Barat 
yang di akhir tahun 2010 yang lalu mencapai Rp25 triliun, maka simpanan yang 
berhasil dikumpulkan oleh credit union mencapai 20% dari DPK perbankan, jauh 
melampaui pangsa bank syariah nasional yang dewasa ini belum mencapai 5%. 
Kemakmuran tersebut pada akhirnya membawa berkah pada berbagai industri di 
pulau Jawa.

Penjualan sepeda motor, misalnya, dewasa ini telah mencapai sekitar 150.000 
unit per tahun dengan kecenderungan yang terus meningkat setiap tahunnya. 
Demikian juga penjualan produk elektronik dan barang kebutuhan rumah tangga 
lain. Bahkan Hypermart yang berada di mega mall di tengah kota Pontianak, 
dewasa ini menjadi Hypermart nomor lima terbesar (penjualannya) di seluruh 
Indonesia. 

Suatu prestasi yang tidak kecil bagi provinsi yang sedang berkembang ini. 
Itulah sebabnya perkembangan bisnis properti di Pontianak juga sangat pesat. 
Kelompok usaha Ciputra terdengar telah mengakuisi lahan yang cukup besar untuk 
mengembangkan kota satelit di daerah Pontianak. Pada akhirnya kita bisa 
menyimpulkan, perekonomian Kalimantan Barat telah mengalami kebangkitan.

Agar kebangkitan tersebut tidak cepat berhenti, pemerintah perlu memperhatikan 
infrastruktur daerah tersebut, terutama tersedianya pelabuhan, perluasan (dan 
perpanjangan landasan) Bandara Soepadio,juga perluasan maupun penyempurnaan 
jaringan jalan raya yang sangat dibutuhkan perekonomian daerah itu. 

Pada akhirnya kehadiran Presiden SBY akan menjadi saksi mata betapa provinsi 
yang dulu menjadi bagian dari daerah tertinggal kini telah menggeliat kuat 
sehingga bukan tidak mungkin menjadi sentra wilayah Kalimantan Barat dan 
Serawak (Malaysia) sekaligus. CYRILLUS HARINOWO HADIWERDOYO Pengamat Ekonomi 


http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/438278/38/

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke