tragedi mei 98 malah ngga pernah didahului sms2an.
kesimpulannya: kalau ada sms/bbm/email begituan maka kemungkinan buesaaar malah ngga bakalan terjadi. --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@...> wrote: > > Beberapa jam ini aku mendapatkan beberapa sms yg point utama nya agar > berhati hati mulai tanggal 28 ( hari Sumpah Pemuda ) sd tanggal 30 ( hari > Minggu ), dimana isi sms tertulis bahwa pada tanggal² tersebut akan terjadi > demontrasi menurunkan SBY. > > Issue menyebar melalui sms dan ada pula tulisan khusus utk kalangan sendiri, > alias sanak kerabat thok, yg bukan sanak kerabat gak kebagian info :o)). > > Pada tgl 23 lalu memang ada demo dengan penggerak dari kelompok BEM > Indonesia, hanya demo tersebut sebatas demo lokal dan tidak menyelesaikan > masalah. > Menurunkan SBY secara tidak sah ( melanggar konstitusi ) sudah masuk kedalam > istilah Makar. > > Yg berhak menurunkan seseorang tidaklah bisa dilakukan oleh gerakan massa > seperti halnya Pak Soeharto, Pak Soeharto jatuh karena banyak sebab, dan yg > penting pada akhirnya para mentri dan orang dekat termasuk partainya > mengalami tekanan publik sedemikian rupa sehingga Pak Soeharto mengundurkan > diri ( dalam istilah hal hukum Pak Soeharto tidak dijatuhkan melainkan > mengundurkan diri ) hal ini dilakukan secara syah dibawah Kementrian yg > masih eksis, dan kekuasaan di "limpah" kan kepada Wakil Persiden pada saat > itu Pak Habibie. > > Issue tanggal 28 Oktober akan terjadi demo besar besaran dengan tujuan > menurunkan SBY menjadi issue aneh, karena tidak ada alasan yg tepat sampai > seorang Presiden SBY untuk turun. > > Bila issue disebabkan harga harga naik dan masyarakat tidak mampu membeli, > otomatis rakyat lah yg akan maju duluan mendukung demo utk menurunkan SBY, > sedang yg terjadi pada tanggal 23 demo BEM lokal 'kurang' mendapat gaung > dimata masyarakat. > > Bila mata uang Indonesia melemah sekian besar ( semisal 1 US$ menjadi Rp > 15.000,- ) bisa jadi kondisi dimasyarakat bawah sudah megap megap, dan > peristiwa 98 bisa terulang. > > Sedang saat ini semua alasan demo tidak didukung dengan fakta yg kuat. > > Utk ini aku mohon maaf kepada beberapa teman yg aku kirim sms terusan dari > teman lainnya. > > Mengapa issue aku sebut menjadi gossip, sederhananya, koq bisa issue tgl 28 > menyebar sedemikian cepat tanpa ada gejala yg aneh², lha aku biarpun bermain > politik menjadi heran sendiri, bila sms ke aku hanya dari 1 orang, bisa jadi > aku berfikir matang, sedang nyatanya ketika aku kirim sms, aku mendapat > jawaban beragam, ada yg sudah 'dengar' ada pula yg sms ' ah masa ', ada pula > jawaban "Issue murahan kang"....jadi kesimpulanku demo nya menjadi hanya > sekedar demo, sedang penguasa saat ini sudah memiliki kabinet solid ( > mengenai kinerja beda yah ), juga TNI solid, demikian juga dengan > Kepolisian, dengan situasi tersebut butuh berapa ratus ribu pendemo agar SBY > turun ?. > > Memang pada hari Senin ( tgl 17 lalu ) salah satu kader partai dimana aku > aktif diminta massa nya utk ikut demo pada tanggal 28 nanti, ketika aku > tanya siapa yg meminta massa ?, dijawab ormas ( maaf aku tidak menulis > ormasnya ), aku kembali bertanya apakah partai PDI-Perjuangan dan Gerindra > serta Hanura ikut demo ? , jawaban pastinya tidak, jadi utk apa mengirim > massa hanya utk mengganggu kehidupan bermasyarakat di Ibukota, tanpa ada > demo saja masyarakat Jakarta sudah stress dengan macetnya, sekarang ditambah > demo apa untungnya ?. > Pada awalnya dijawab dengan jiwa patriotisme " Saya akan demo karena saya > mau membela Nusa dan Bangsa ", bingung aku, membela Nusa dan Bangsa koq > pakai demo ?, dan partai mana yg akan di untung kan dengan adanya demo tsb > ?, kader tidak bisa menjawab. Dan aku tidak bisa menulis ( sorry ). > > Eniwe dari pengalaman 98 yg menyakitkan, ada satu hal yg banyak orang lupa > kan........ > " Partai Politik " ketika terjadi peristiwa tsb ada 2 bendera partai yg > tidak mendapat gangguan sama sekali, PDI-Perjuangan dan PPP, karena 2 partai > ini dianggap partai kelompok tertindas. > Sedang sekarang partai apa yg sedang tertindas ?. > > So, kepada teman² millis berhati hati wajar, hanya janganlah sampai takut. > Para petinggi TNI dan Polri masih berada dibarak koq dan siap keluar > membantu masyarakat disaat memang diperlukan. > > sur. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
