Salah satu yg dilegalkan di negara yg baru bersyariat iblis ini adalah poligami.
Betul2 orang2 Islam itu adalah orang gila sex, hehehe.... >________________________________ >From: muskitawati <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Tuesday, October 25, 2011 11:49 AM >Subject: [proletar] Penguasa Baru Libya Memproklamirkan Negara Syariah !!!! > > > >Penguasa Baru Libya Memproklamirkan Negara Syariah !!!! > >Pemerintahan transisi Libya mendeklarasikan negara Syariah Islam dan >menghapuskan dan membatalkan SEMUA aturan dan UU sebelumnya yang dianggapnya >bertentangan dengan Syriah Islam. > >http://www.google.com/hostednews/afp/article/ALeqM5gwZO0_VJCGRfV3Khd9uQ0mkItnDg?docId=CNG.3f2f96e7a36cc21e998b5fcff0cd4ff0.11 > >Tentu banyak pembaca yang muslim merasa bahagia atas kemenangan Islam ini dan >menganggap Amerika dan aliansinya kembali terpukul karena dianggapnya Amerika >tidak suka atau membenci Syariah Islam. Sudah bantu gulingkan Khadafi malah >bukan negara demokratis yang muncul malah jadi negara syariah. > >Tapi sebenarnya bukan begitu, tidak pernah Amerika membenci Islam, bagi >Amerika tidak ada masalah agama, baik agama itu agama yang baik atau agama >yang jahat penuh kebencian seperti agama Islam ini, semua agama cuma dicari >manfaatnya saja. > >Ternyata dalam penelitian dan study agama Islam di Amerika ini behasil >membuktikan bahwa agama Islam sangat bermanfaat untuk mengadu domba, sangat >bermanfaat untuk membuat umatnya tetap bodoh, dan sangat bermanfaat umatnya >untuk melemahkan Islam itu sendiri dari dalam oleh umatnya sendiri. > >INGAT, Sukarno berulang kali mau dijatuhkan, mau dibunuh, dan mau diadu domba >dengan dan oleh Islam yang disupport Amerika dengan bermilyard dollar, namun >gagal, Sukarno terlalu kuat dan ulet sehingga Islam tidak mamu ber-buat macem2 >kepada Sukarno karena kekuatan Islam disini terbukti lemah beda dengan negara2 >Timur Tengah. Akhirnya Sukarno digulingkan dengan kekuatan ABRI yang biayanya >tentu lebih mahal katimbang memanfaatkan kebencian umat Islam terhadap >segalanya. > >Juga Suharto dulu sewaktu berkuasa pernah merencanakan mau menghabisi kekuatan >politik Islam di Indonesia. Tapi diperingatkan oleh Amerika dengan alasan >menegakkan Demokrasi. Suharto cepat menyadari, bahwa Amerika berada dibelakang >kekuatan Islam di Indonesia. Akhirnya Suharto ganti strategi kalo tadinya mau >membasmi partai2 Islam karena dianggap menghalangi kekuasaannya, sekarang >berbalik, dia merangkul semua partai2 Islam, dia sendiri kemudian naik haji, >isterinya yang tadinya beragama katolik diperintahkannya masuk Islam dan naik >haji bersama. Suharto betul, akibat strateginya itu, dia berhasil >memperpanjang kekuasaannya hingga lebih dari 30 tahun. > >SBY lebih cerdas dari Suharto, dari siang2, partai2 Islam yang tidak dapat >suara dibagikan jatah kursi di legislatif dengan pengorbanan kursi partainya >sendiri. Akibatnya banyak pimpinan2 partainya sendiri kurang puas, tidak suka >akan kebijaksanaan SBY yang cuma bagi2 kursi partainya itu padahal untuk >mendapatkan kursi itu para pimpinan dan anggauta2 parti sudah banyak >pengorbanan dana dan tenaga. Tapi dengan cara beginilah SBY bisa menjilat >pantat Amerika agar dia banyak diberi bantuan. > >Kembali ke Libya, sekarang sudah jelas bahwa pemerintahan yang baru akan >mengemban tugas dan kewajiban Syariah Islam sehingga jumlah negara Syariah >Islam bertambah banyak tentunya juga kekacauan nantinya akan bertambah hebat. >Padahal mayoritas bangsa Libya sendiri banyak yang kecewa dengan negara >Syariah Islam ini, namun apa yang mau dikatakan, lepas dari mulut singa >nyempluk kemulut buaya. Rakyat Libya berjuang berkorban nyawa melengserkan >Khadafi demi sebuah negara demokratis, ternyata hanya mimpi, negaranya akan >bertambah parah dengan menjadi negara Syariah Islam. > >Dengan menjadi negara Syariah Islam kemudian memusuhi Amerika, tentunya >Amerika jadi ringan bebannya karena yang namanya musuh tidak perlu dibantu. >Tapi meskipun tidak dibantu tetap bisa dimanfaatkan setiap saat karena >sebagaimana umumnya semua negara Syariah tetap tergantung kehidupannya kepada >Amerika dalam segala hal. > >Padahal harusnya khan referendum dulu apakah rakyatnya memilih negara >demokrasi atau negara Syariah, tapi susahnya kalo nanti hasil referendum >mayoritasnya memilih negara demokrasi, maka habislah kesempatan Amerika untuk >menjadikan Libya sebagai negara Syariah. Oleh karena itu tepat sekali >waktunya, sedang rame2nya sekarang ini merayakan kemenangan, dewan >pemerintahan transisi yang disokong dan dibiayai Amerika cepat2 >mendeklarasikan terbentuknya legislatif Syariah tanpa rakyatnya diberi >kesempatan untuk memilih. > >Yang paling ketakutan dan cemas adalah kaum wanita, semua UU perkawinan yang >berlaku dizaman Khadafi dibatalkan. Dulu Khadafi melarang Poligamy, tapi >sekarang karena Syariah Islam membolehkan maka UU zaman Khadafi dibatalkan dan >Poligamy diatur sesuai Syariah Islam. Juga termasuk hak warisan, hak atas >anak apabila bercerai, dan banyak lagi peraturan Syariah yang sangat merugikan >hak2 wanita. > >Tapi, yang paling penting dari semua itu adalah, para pengusaha atau investor >yang tadinya mau menyerbu menanam modal di Libya mendadak batal mengetahui >pemerintahan baru sudah membentuk dewan Syariah Islam. Jadi pemerintah >Amerika tidak bisa dan tidak berhak melarang rakyatnya untuk berinvestasi >dimanapun diseluruh dunia, sehingga akibat investasi tsb akan bisa memajukan >negara ybs. Tapi dengan mensyariahkan sebuah negara, maka tanpa dilarang pun >investor Amerika dan seluruh dunia tidak akan menanamkan investasinya sehingga >ini sangat menguntungkan Amerika secara politis karena negara Islam ini >menjadi tergantung kepada Amerika. > >Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
