Terbanyak itu berapa dibandingkan per kapita dengan lain daerah dalam kekuasaan 
NKRI? Siapa saja pembawa aids dan HIV, sipilis, gonorea ke  Papua dan berbagai 
daerah, kalau  bukan orang dari luar. Terbanyak orang dari luar adalah 
transmigran. Dari mana datang transmigrasi? Gembel-gembel lonte-lonte 
berpenyakit dikirim ke berbagai daerah. Mengapa tiap transmigran tidak 
diperiksa  kesehatan sebelum diberangkatkan? Bukankan di Papua  pada zaman 
kolonial di Papua, yaitu kalau orang yang mau ke dataran tinggi harus mempunyai 
sertifikat bebas malaria. Apakah itu kamu tidak berpikir mengapa sengaja 
dikirim wanita-wanita lonte berpenyakit ke Papua dan daerah-daerah lain? 
Jawabnya sederhana ialah dengan mengirim wanita-wanita lonte berpenyakit untuk 
menghabiskan penduduk asli setempat supaya tanah mereka mudah diambil, tanpa 
ada perlawanan. Inilah yang disebut “silent genocide” rezim neo-Mojopahit
From: johny_indon 
Sent: Tuesday, October 25, 2011 6:58 AM
To: [email protected] 
Subject: [proletar] Re: Baby Girl Dies Because Parents Cannot Pay Hospital 
Bill: Allegation

  


papua adalah juara nasional dalam jumlah pengidap aids terbanyak di indonesia.
disamping itu tingkat kematian bayi juga masih sangat tinggi sekali 
dibandingkan propinsi lainnya.

http://www.papuadev.info/id/kesehatan/info/Pages/Angka-Kematian-Ibu--Bayi-di-Papua.aspx

"Tingkat kematian bayi dan Ibu di Papua masih cukup tinggi, bila dibandingkan 
dengan rata-rata
angka Nasional. "

"Sementara untuk data penyakit, HIV/AIDS juga menjadi perhatian utama yang 
harus dikontrol dan diatasi oleh
dinas kesehatan Papua, mengingat saat ini Papua menduduki peringkat dengan 
populasi penderita
HIV/AIDS tertinggi di Indonesia."

penduduk papua yg cukup protein akan memilih untuk tetap gabung di nkri, tapi 
yg ke mana2 masih pake koteka tentu saja lebih memilih untuk merdeka.

seperti gua bilang, jika papua merdeka, mereka akan punah 
dalam waktu singkat.

--- In mailto:proletar%40yahoogroups.com, "Sunny" <ambon@...> wrote:
>
> 
> Refleksi : Agaknya orang Papua mempunyai banyak pengalaman dengan contoh 
> seperti berita artikel dibawah ini. Hal tsb membuat mereka tidak mau gabung 
> dalam NKRI. Jadinya dari pada berharga pasti mati konyol sebagai manusia 
> tidak bernilai di tanah mereka sendiri, lebih baik sebelum terlambat harus 
> bisa mencari jalan sendiri.
> 
> 
> Bukankah orang Papua dalam pikiran mayoritas penduduk Indonesia bukan saja 
> dianggap kafir tetapi juga bodoh dan terkebelakang dan oleh karena itu mereka 
> dimarginalisasikan. Jadi mereka bertekad “ Let my people go!”





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke