Muslim NYC Rame2 Ganti Nama Islam ke Nama Amerika !!!
Ini BERITA BARU YANG PENTING, Sejak bulan Agustus yang lalu, New York Police
Department meningkatkan kesiap siagaannya berhubung terjadinya peningkatan yang
sangat luar biasa atas kegiatan muslimin yang ganti nama Islamnya ke nama2
Amerika.
http://www.google.com/hostednews/ap/article/ALeqM5jXkeRxLP5SdQ66pVJzqoFUSTbRXQ?docId=99772be873ea48c2a8c113e55c74dfcc
Sepanjang sejarahnya, muslimin Amerika sangat bangga akan identitas nama Islam
mereka, entah didorong tujuan apa secara mendadak dibulan Agustus terjadi
perubahan dimana Muslim New York City rame2 ganti nama Islamnya ke nama2 yang
Americanize.
Berbeda dengan Suharto dulu memaksa semua keturunan Cina Indonesia untuk
mengganti namanya menjadi nama2 Indonesia dengan tujuan assimilasi. Tetapi
menurut para politisi, tindakan itu bertujuan mengikis habis budaya Cina yang
dibawa oleh nama2 keturunan Cina diwaktu itu. Tujuannya adalah menekan
keturunan Cina secara politis, ekonomis, dan strategis.
Berbeda situasinya dengan muslimin New York yang mendadakan saja rame2 ganti
nama muslimnya ke nama2 yang American mendapat perhatian khusus dari NYPD untuk
di investigasi khusus. Setiap aplikasi ganti nama dilakukan background check
bertalian dengan kegiatan terorisme yang mungkin menyangkutkan sipemohon tadi.
The New York Police Department monitors everyone in the city who changes his or
her name, according to interviews and internal police documents obtained by The
Associated Press. For those whose names sound Arabic or might be from Muslim
countries, police run comprehensive background checks that include reviewing
travel records, criminal histories, business licenses and immigration documents.
All this is recorded in police databases for supervisors, who review the names
and select a handful of people for police to visit.
The program was conceived as a tripwire for police in the difficult hunt for
homegrown terrorists, where there are no widely agreed upon warning signs. Like
other NYPD intelligence programs created in the past decade, this one involved
monitoring behavior protected by the First Amendment.
Sangat dimungkinkan bahwa usaha ganti nama ini bertalian beban mental yang
diemban kaum muslimin atas sikap masyarakat yang tampak berubah setelah membaca
nama mereka.
Mohammed Iqbal seorang supir taksi Arab Libanon, menceritakan bagaimana seorang
turis dari Afrika batal menaiki taksinya setelah membaca izin pengemudi taksi
di dashboardnya.
Ahmed Fahim pedagang retailer, menceritakan bahwa langganannya tidak lagi
pernah datang belanja lagi setelah dia memperkenalkan namanya.
Banyak keluhan2 muslimin mengenai nama Islam mereka yang pada hakekatnya
kebanyakan masyarakat Amerika enggan atau pasang jarak menjauhi se-jauh2nya
agar jangan jadi korban fundamentalist Islam.
Menurut pandangan umum masyarakat Amerika, muslimin itu bukan kaum yang jujur,
sering pura2, menutupi kebencian yang dasarnya hanya karena kepercayaan agama
mereka. Kebanyakan muslimin merasa tidak bersalah apabila mereka merugikan
atau menyakiti yang bukan muslimin. Semua tindak tanduk muslimin sekarang ini
selalu mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat maupun dari aparat keamanan.
Yang membuat keadaan makin parah adalah bahwa terjemahan Quran banyak tersedia
di semua perpustakaan2 diseluruh Amerika, bahkan setiap kelurahan pasti ada
perpustakaan dimana semua orang bisa membaca ajaran2 Islam yang tertulis dalam
Quran.
Artinya setiap orang Amerika tahu secara mendetail bagaimana biadabnya ajaran2
Islam itu bukan dari ulamanya tapi dari tangan pertama dengan membacanya
langsung ajaran nabi Muhammad dari kitab suci AlQuran itu sendiri.
Semua orang Amerika tahu bahwa muslimin akan mendapatkan pahala apabila
membantai kafir, memenggal kepala Yahudi, membunuh orang murtad, dan yang
paling dikutuk oleh masyarkat Amerika adalah perbuatan Pedophili nabi Muhammad
yang dianggap menjijikan, kotor dan dianggap sakit jiwa.
Apakah bisa anda salahkan pandangan masyarakat Amerika ini??? Tentu slah
alamatnya, yang salah itu Alquran nya itu sendiri karena dari sanalah sumber
bacaan yang membentuk pandangan masyarakat seperti ini.
Persentase orang Amerika yang membaca alQuran jauh lebih tinggi dari persentase
muslimin Indonesia yang baca alQuran, karena alQuran tidak tersedia bebas
di-tempat2 publik seperti di Amerika ini. Meskipun Amerika bukan negara Islam,
tapi alQuran tersedia disemua perpustakaan2 di Amerika yang jumlahnya ribuan
kali lebih banyak daripada yang bisa disediakan pemerintah Indonesia dan Arab
Saudia. Tetapi bukan cuma Alquran saja yang bisa ditemukan diperpustakaan juga
kitab2 suci agama lainnya lengkap bisa dibaca juga diperpustakaan.
Namun dorongan masyarkat Amerika untuk membaca alQuran meninggi setelah
peristiwa teror 911.
Kejahatan2 ajaran Islam inilah yang memaksa kaum muslimin di NYC untuk
mengganti nama dengan nama2 yang bukan Islam untuk bisa bebas dari kecurigaan
masyarakat dilingkungannya, karena tulisan2 dalam AlQuan tidak mungkin
diubahnya, hanya nama mereka sajalah yang masih bisa diubah agar jangan
dianggap muslim yang disamakan jahatnya dengan sunnah nabinya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/