Refl: Golkar bukan partai politik yang lahir kemarin. Tetapi partai politik 
yang lahir bersamaan dengan militerisasi kekuasaan di Indonesia. Selama 32 
tahun Jenderal Soeharto berkuasa (1966- 1988) Golkar adalah partai 
pemerintahannya. Lula Mara, Wasekjen Golkar mengatakan : “Partai Golkar sudah 
paling demokratis”, jadi bisa dikatakan bahwa dulu Golkar demokratis dan 
sekarang menjadi paling demokratis dibandingkan dengan partai-partai politik 
lain. Bagaimana Golkar demokratis Anda tentu mempunyai pandangan. 

Masalah berikut ialah pertanyaan apabila Ical Bakrie, pengusaha raksasa, 
menjadi presiden NKRI 2014, apakah beliau akan menjalankan urusan kepentingan 
negara (rakyat) 100% paralel dengan mengurus perusahaannya, ataukah untuk 
memudahkan pekerjaannya kepentingan negara dijadikan ladang usahannya? 

Apa pendapat Anda?,
---------
Harian Komentar
28 Oktober 2011
      Golkar tiadakan konvensi 
      Dijadikan Capres, Ical Siap Bertarung 2014
     


Jakarta, KOMENTAR
Seluruh DPD Partai Golkar secara resmi menyatakan du-kungannya terhadap Ketum 
Aburizal Bakrie sebagai ca-pres 2014. Ical pun tak me-nolak dan menyambut 
duku-ngan itu dengan lapang dada. “Saya tidak menolak dica-lonkan, deklarasi 
kita laku-kan pada rapimnas 2012 mendatang,” kata Ical, di Hotel Mercure, 
Ancol, Ja-karta, Kamis (27/10). Sontak puluhan simpatisan Golkar berteriak dan 
bertepuk tangan. “Hidup Pak Ical,” te-riak mereka. Dengan adanya kesepakatan 
ini, lanjut Ical, maka seluruh DPD diminta untuk meningkatkan konsoli-dasi, 
sosialisasi dan kade-risasi. Ical berharap elektabi-litas yang diperoleh Partai 
Golkar melebihi angka 25 per-sen sementara elektabilitas capresnya menembus 
hingga 20 persen.


“Itulah soal agenda partai kita hingga 2014. Target ra-pimnas ke tiga pada 2012 
se-bagai momentum penting. Kita tidak lagi membahas me-lihat siapa yang menjadi 
ca-pres tapi apakah elektabilitas yang bisa dicapai partai kita memungkinkan 
memenang-kan pilpres,” ujar Ical. Partai Golkar sendiri mene-pis tudingan tidak 
demokratis karena meniadakan konvensi memilih Capres. Golkar ber-alasan 
penetapan Ketua Umum Aburizal Bakrie alias Ical sebagai capres sudah me-lalui 
prosedur demokratis, berdasarkan arus dari bawah.


“Partai Golkar sudah paling demokratis, jadi apa yang di-sampaikan pengamat 
tentang konvensi semata-mata keti-daktahuannya tentang Partai Golkar,” terang 
Wasekjen Golkar Lalu Mara. Orang dekat Ical ini me-nyatakan, selain lewat 
aspi-rasi daerah, survei yang dige-lar Partai Golkar juga me-munculkan nama 
Ical sebagai calon kuat di antara kader Golkar. “Suara Golkar, suara rakyat. 
Karena itu, surveilah yang paling sesuai dengan slogan tersebut. Karena survei 
menanyakan langsung ke-pada rakyat,” jelasnya.


Golkar memastikan menia-dakan konvensi yang digagas era Ketua Umum Akbar 
Tand-jung pada 2004. Terkait feno-mena naiknya Ical sebagai Capres tanpa 
konvensi, me-ngundang tanggapan miring di luar internal Golkar. “Kita menduga, 
tanpa konvensi se-olah ingin mengamankan so-sok nomor satu yang meru-pakan 
ketua umum. Mereka berpikir, masa orang nomor 1 tidak jadi kandidat presiden. 
Pada Pemilu 2009 juga penuh tarik ulur soal ini,” kata Di-rektur Eksekutif 
Perkumpul-an untuk Pemilu dan Demo-krasi (Perludem) Titi Ang-graini. Titi 
melihat ada kooptasi personal yang sangat kuat di tubuh partai berlambang pohon 
beringin ini. Sehingga apa yang terjadi dalam ra-pimnas Golkar kali ini 
mem-perlihatkan kepada publik ada ketakutan kalangan ter-tentu jika konvensi 
digelar.


“Ada 3 dugaan saya kenapa tidak digelar konvensi. Per-tama karena dominasi Ical 
yang terlalu besar, sehingga untuk membangun kompetisi tidak terlalu besar. 
Kedua, khawatir fenomena 2004 akan terjadi di mana Wiranto yang maju dan bukan 
Akbar Tandjung,” papar Titi. Ketiga, imbuhnya, jangan-jangan tidak ada sosok 
yang bisa dijual oleh Golkar. “Dijual maksudnya bukan hanya dalam konteks 
popularitas, tapi juga modal,” ucap Titi.(zal/dtc


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke