Ref: Kalau dari mula ditempat asal sampah dipisahkan antara sampah organik dan bukan organik dan kemudian diolah secara industri akan banyak gunanya bagi masyarakat dari pada ditimbun tanpa ada gunanya selain mencemarkan lingkungan.
http://www.pikiran-rakyat.com/node/164639 Farid Setiawan, "Tidak Ada Dana Preman di TPA Burangkeng" Minggu, 06/11/2011 - 14:09 YULYSTINE/"PRLM" AKTIVITAS di tempat pembuang akhir (TPA) sampah Burangkeng.* BEKASI, (PRLM).- Kepala Dinas Pertamanan kebersihan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Farid Setiawan menegaskan pihaknya tidak pernah mengalokasikan dana bagi sekelompok orang tertentu di sekitar TPA Burangkeng. Ia menampik tudingan adanya dana senilai Rp 10 juta per bulan yang diberikan sebagai jatah preman di sarana tersebut. “Dana dari mana? Kita saja kekurangan.” ujarnya saat ditemui akhir pekan lalu. Farid menjelaskan seluruh dana yang ada di dinasnya murni pergunakan sebagai operasional dari pengangkutan sampah di wilayah tersebut. Alokasi jatah preman yang dikabarkan tidaklah benar karena dari kebutuhan saja, anggaran yang tersedia belum memenuhi secara optimal. Apalagi, saat ini masih banyak kebutuhan lebih penting yang harus diprioritaskan dari alokasi tersebut agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. ”Itu dana kompensasi aja, kan mereka rumahnya dekat TPA. Apa salahnya kita ngasih ke mereka,” katanya. Sebelumnya, Ketua BPD Desa Burangkeng Toing mengungkapkan adanya dana senilai Rp 10 juta per bulan dari DKPPK untuk kompensasi warga yang berada di sekitar TPA. Namun, persoalannya dana tersebut justru dinikmati oleh sekelompok orang tertentu. Bukan warga yang berhak menerima. Oleh karena itu ia menilai dana tersebut sebagai jatah preman bukan sebagai kompensasi kepada warga. Ia menambahkan mestinya dana tersebut diberikan kepada warga yang memang terkena dampak langsung keberadaan TPA. Pasalnya dengan hanya diberikan kepada sejumlah kelompok tertentu dikhawatirkan akan memunculkan kecemburuan warga. Apalagi belum tentu warga yang rumahnya berdekatan dengan TPA yang mendapatkan dana kompensasi tersebut. ”Bagaimana ga saling cemburu jika warga yang rumahnya berdempetan sama TPA malah ga kebagian. Kalau memang dana untuk kompensasi harusnya yang diutamakan warga yang bersebelahan dengan TPA ini,” katanya, Lebih lanjut ia memaparkan, mereka yang mendapatkan jatah merupakan warga yang sering melakukan aksi massa dengan menutup TPA. Sementara, bagi warga yang meski rumahnya berdekatan dengan TPA tetapi tidak ikut melakukan aksi maka tidak akan memperoleh dana tersebut. ”Yang dapat ya mereka yang sering demo. saya walau rumahnya berdekatan tapi ga demo ya ga dapat jatah,” katanya. (A-188/A-147)*** a.. JAWA BARAT b.. PIKIRAN RAKYAT [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
