http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/11/14/ArticleHtmls/Mahasiswa-Asal-Papua-Diintimidasi-14112011007010.shtml?Mode=1
Mahasiswa asal Papua diintimidasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyatakan telah menerima laporan adanya tindakan intimidasi terhadap masyarakat asal Papua di Jakarta dan Bali. Koordinator Badan Pekerja Kontras Haris Azhar menyatakan intimidasi ini dilakukan oleh aparat gabungan Kepolisian RI dan Tentara Nasional Indonesia. “Tindakan sewenang-wenang dalam bentuk penggeledahan tanpa surat perintah, dan tidak dijelaskan tujuannya,” kata Haris kemarin. Intimidasi ini, menurut dia, dilakukan terhadap sejumlah asrama mahasiswa Papua di Jakarta dan Bali. Pada 10 November lalu, kata Haris, sekelompok aparat keamanan gabungan TNI-Polri mendatangi asrama mahasiswa Papua di Jalan Tebet Dalam Nomor 39, Jakarta Selatan. “Mereka tiba sekitar pukul 10.00 dan langsung mendobrak pintu depan,”ujarnya. Haris mengatakan, setelah mendobrak pintu asrama itu, sejumlah aparat berpakaian seragam TNI dan Polri lengkap dengan senjata lantas menggeledah seisi asrama. Tindakan ini dilakukan tanpa menunjukkan surat perintah penggeledahan ataupun menjelaskan tujuannya. Tindakan ini menimbulkan rasa takut dan trauma. Meski tidak jatuh korban atau penahanan, Haris menilai tindakan TNI-Polri itu merupakan upaya intimidasi sistematis terhadap seluruh rakyat Papua. “Peristiwa semacam ini juga terjadi sebelumnya di Denpasar, Lenteng Agung, dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan,”ujarnya. Di Denpasar, Haris melanjutkan, seorang intel Kepolisian Daerah Bali yang mengaku bernama Putu melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah mahasiswi asal Papua. Pemeriksaan ini lagi-lagi dilakukan tanpa surat resmi. “Orang tersebut datang ke Asrama Putri Papua di Jalan Goris Gang Teknik II Nomor 15, Denpasar, Bali, pada Kamis, 3 November 2011, pukul 11.00 waktu setempat,” katanya. Putu, Haris meneruskan, meminta semua penghuni asrama menyerahkan identitas diri dengan alasan untuk keamanan. Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri M. Taufik membantah laporan adanya intimidasi itu. Ia meminta Kontras membuat laporan jika memang mempunyai bukti. “Tidak mungkin ada kejadian seperti itu. Kalau ada, akan kami tindak anggota kami,” katanya. Menurut Taufik, setiap anggota polisi tidak mungkin bertindak tanpa komando dari atasannya, dan disertai surat tugas. ● FEBRIYAN [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
