Sebenarnya, jika pejabat dan seluruh masyarakat Indonesia mau menjalani nilai2 yg tercantum dalam 36 butir nilai pancasila, kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara bisa lebih baik. Entah kenapa hal baik yg ada pada pancasila semenjak reformasi seakan menjadi salah dan tabu. -----Original Message----- From: "Sunny" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 16 Nov 2011 00:16:40 To: <Undisclosed-Recipient> Reply-To: [email protected] Subject: [proletar] Hidup mewah ala pejabat diminta tidak diusik
http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/11/15/ArticleHtmls/Hidup-Mewah-Ala-Pejabat-Diminta-Tidak-Diusik-15112011003017.shtml?Mode=1 Hidup mewah ala pejabat diminta tidak diusik Wakil Ketua Komisi III Bidang Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo, menyatakan pejabat publik yang hidup mewah tidak perlu dipermasalahkan. Alasan dia, belum tentu kekayaannya hasil korupsi. “Kalau memang sudah kaya lebih dulu, apa harus pura-pura miskin,” kata dia di Jakarta kemarin. Menurut politikus Golkar ini, sudah sepatutnya pejabat publik memiliki kekayaan cukup sebelum mengabdi negara. Urusan dapur, kata dia, harus sudah selesai agar tak sibuk memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri. Bambang menyampaikan hal ini menanggapi pidato kebudayaan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas di Taman Ismail Marzuki, Kamis lalu. Busyro mengecam perilaku politikus yang hedonistik. Kritik Busyro disambut pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md., Ahad lalu, yang mengatakan banyak pejabat gila hormat. Menurut Bambang, pernyataan itu perlu disikapi bijak dan jadi momentum introspeksi diri. Bukan hanya bagi anggota DPR, tapi juga seluruh pejabat negara. “Jangan arogan, banyak-banyaklah sedekah.” Berbeda dengan Bambang, Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyerang balik Busyro. Menurut politikus PDI Perjuangan ini, pernyataan Busyro rentan menimbulkan polemik. “Berapa sih yang punya mobil mewah? Secara keseluruhan mobil anggota Dewan mungkin sederhana.“ Ia mengimbau agar Busyro fokus saja sebagai Ketua KPK. Tugas utama Ketua KPK memberantas korupsi, menangkap koruptor, dan melakukan pencegahan. “Bukan penjaga moral lembaga lain.“ Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Anis Matta mengkritisi pernyataan Busyro yang disampaikan menjelang pemilihan pemimpin KPK.“Itu menimbulkan tanda tanya,“kata Anis. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
