http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/tonggak-zaman-20-tahun-pembantaian-santa-cruz


 
Map 
Dili, Timor Leste 
Dili, Timor Leste 
Tonggak Zaman, 20 Tahun Pembantaian Santa Cruz
Diterbitkan : 16 November 2011 - 8:20am | Oleh Aboeprijadi Santoso (Foto: 
molly+) 
Dua puluh tahun berlalu sejak pembantaian di kuburan Santa Cruz, Dili, 12 
November 1991. Peristiwa berdarah itu memacu kesadaran komunitas internasional, 
media dan aktivis, tentang tragedi yang tengah berlangsung di Timor Timur yang 
ketika itu di bawah pendudukan tentara Indonesia.

Banyak hal telah berubah sejak itu, tapi lembaga HAM Amnesty International 
menegaskan, masih banyak yang gelap seputar peristiwa itu dan mereka yang 
bersalah malah dilindungi.

Siapa mengira kematian pemuda Sebastio Gomez, disusul penembakan demonstran di 
pemakaman Santa Cruz itu belakangan dapat memacu perubahan peta dunia, seperti 
peristiwa-perstiwa serupa di Amritsar, India, di Kwang Ju, Korea Selatan dan 
pemboman Teluk Tonkin di Vietnam? 

Sebastio Gomez ditembak mati tentara Indonesia di Dili pada 28 Oktober 1991, 
pada saat Timor Timur tengah menantikan rencana kunjungan delegasi Parlemen 
Portugal ke Timor Timur. Namun perundingan antara Indonesia dan Portugal 
tersebut gagal total karena Portugal menuntut membawa serta wartawan, sedangkan 
Indonesia menolaknya.

Walhasil, masyarakat Timor Timur marah besar. Dan pada 12 November 1991 para 
demonstran, kebanyakan anak anak muda, menggelar tabur bunga untuk menghormati 
Sebastio Gomez di pemakaman Santa Cruz.

Militer cium gelagat
Militer Indonesia yang berkuasa rupanya sudah mencium gelagat. ABRI saat itu 
tengah menyiapkan Timorisasi aparat keamanan di Tim-Tim yang kala itu masih 
merupakan propinsi ke- 27. 

Sumber-sumber yang layak dipercaya menyatakan sejumlah perwira dari Jakarta, 
Syafrie Syamsuddin dan rekan akrabnya, Prabowo Subianto, memeriksa pasukan 
Batalyon 744 di Taibesi dan sekitar seminggu sebelum peristiwa Santa Cruz, 
mereka meninggalkan Dili. |

Demonstrasi 12 November pecah menjadi huru hara ketika sejumlah demonstran 
terlibat pertengkaran dengan Kapten Gerhan Lentara yang mengakibatkan perwira 
ini terluka. Tak lama kemudian di muka kuburan Santa Cruz, sejumlah pasukan tak 
dikenal, tanpa insignes dan tanda tanda kemiliteran yang jelas, menghadang di 
seberang gerbang pemakaman. 

Sebagian melepas tembakan peringatan, sebagian langsung menembaki para 
demonstran. Massa pemuda terkurung di tengah pekuburan, lari, dan kacau balau. 
Menurut penyidikan diduga sekitar 313 tewas, banyak di antaranya hilang.

Terekam
Tak diduga, peristiwa berdarah itu sempat terekam oleh juru kamera Inggris Max 
Stahl yang kemudian menyembunyikan rekamannya di dalam pekuburan, lalu 
belakangan mengambilnya dan mengirimnya ke Belanda. 

Gambar gambar hidup penembakan Santa Cruz pun segera ditayangkan televisi di 
seluruh dunia.
Sejak itu dunia insyaf bahwa apa yang terjadi di Timor Timur, bukanlah 
integrasi, melainkan pendudukan dan represi militer. 

Sejak itulah dunia diplomasi dan media ramai soal Timor Timur. Sejak itu pula 
Menlu RI Ali Alatas yang belakangan mengakui pukulan telak bagi diplomasi RI 
tsb, menyebut Timor Timur sebagai “kerikil dalam sepatu.”

”Kerikil” itu menjadi eufemisme yang membayangi sejarah kemerdekaan Timor Leste 
dan perubahan di Indonesia. Bagi Timor Leste, Peristiwa 12 November 1991 adalah 
batu yang memicu kesadaran dunia yang mampu memacu referendum 1998 dan 
kemerdekaan. 

Bagi Indonesia, tragedi tersebut hanyalah sepercik pertikaian antara sejumlah 
jenderal yang berkuasa di Jakarta. 

Kelompok Jenderal Benny Moerdani yang bintangnya mulai merosot, saat itu tengah 
diguncang oleh kelompok jenderal Prabowo dan Syafrie Syamsuddin. Namun bagi 
penghormatan hak-hak asasi manusia, peristiwa 20 tahun lalu tersebut masih 
merupakan malapetaka kemanusiaan yang belum teratasi. 

Masih banyak korban yang belum ditemukan meski upaya penyelidikan dan 
penggalian berjalan terus di Timor Leste.

Hanya sedikit dihukum
Penyidikan besar CAVR di Timor Leste tahun 2001-2003 menyimpulkan, dari 72 
perwira ABRI yang terlibat hingga kini hanya sepuluh yang diadili dan kemudian 
dihukum antara 8 sampai 18 bulan. Di Indonesia, mereka yang dituduh mendalangi 
Peristiwa 12 November tersebut malah naik pangkat, menjadi pejabat tinggi dan 
calon presiden salah satu partai politik. 

Tahun 2008 Timor Leste dan Indonesia mengubur masa silam yang kelam dengan 
persetujuan KKP, Komisi Kebenaran dan Persahabatan, yang menutup kemungkinan 
menegakkan keadilan bagi semua pihak yang bersalah.

Tuntut keadilan
Namun demikian, waktu berjalan, dan zaman bergerak. Kini hanya para korban 
langsung atau sanak keluarga korban Santa Cruz, atau pemerintah Timor Leste 
kelak, yang dapat diharapkan dapat menuntut keadilan melalui forum dunia. 

Ironis, Peristiwa Santa Cruz yang membuka mata dunia itu, kini hanya mungkin 
tuntas melalui pentas dunia yang kini seolah nyaris tertutup.

Karena itu, tidak mengherankan, Amnesty Internasional kini berharap Dewan 
Keamanan PBB dapat mengambil langkah untuk mengakhiri impunitas selama 
pendudukan Indonesia di Timor Timur 1975 sampai 1999. 

Amnesty pun menuntut Timor Leste dan Indonesia agar melaksanakan rekomendasi 
CAVR untuk melengkapi daftar para korban yang hilang serta meratifikasi 
konvensi PBB untuk perlindungan bagi para korban penghilangan paksa.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke