Ref: Bagus sekali. Maksudnya baik supaya sang raja Neo Mojopahit akan kelihatan 
gagah perkasa jika berkunjung ke luarnegeri dan daerah jajahannya yang 
berlambang Otonomi Khusus alias otsus-otus.

http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/11/21/index.shtml?ArtId=006_013&Search=Y

DPR ddukung pembelian pesawat kepresidenan

"Masak hanya Presiden RI yang menggunakan pesawat komersial."

Dewan Perwakilan Rakyat mendukung rencana pemerintah untuk membeli pesawat 
kepresidenan. Rencana membeli pesawat kepresidenan dialokasikan dalam tiga 
tahun anggaran hingga 2012. Wakil Ketua Komisi II Bidang Pemerintahan Dalam 
Negeri dan Aparatur Negara DPR Abdul Hakam Naja menyatakan, selain menjadi 
kebutuhan kenegaraan, pesawat kepresidenan menjadi prestise kepala negara dalam 
kunjungan kerja. 
Ia menyatakan persetujuan ini berdasarkan kalkulasi antara Dewan dan Sekretaris 
Negara yang menilai biaya sewa pesawat lebih tinggi dibanding bila memiliki 
pesawat sendiri. “Biaya pembelian pesawat kepresidenan bisa ditutup selama lima 
hingga tujuh tahun dari biaya sewa,“kata Abdul Hakam ketika dihubungi di 
Jakarta kemarin. Komisi II telah menerima rancangan pembelian pesawat 
kepresidenan dengan nilai anggaran lebih-kurang US$ 58 juta. Pesawat khusus ini 
segera datang tahun depan. Abdul Hakam berharap kelak pesawat itu mampu 
memenuhi kebutuhan untuk kegiatan presiden dan wakilnya. Itulah sebabnya, ia 
mengingatkan Sekretaris Negara agar mampu memperhitungkan penggunaannya secara 
terukur. “Jangan sampai setelah punya pesawat malah menimbulkan pemborosan 
anggaran baru,” katanya. 

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Evita 
Nursanty, punya pendapat yang sama. Ia mendukung pembelian tersebut. Menurut 
dia, kepemilikan pesawat khusus untuk kepala negara ini untuk menjamin keamanan 
presiden. “Ini lebih baik 

dari sisi keamanan dibanding kalau carter pesawat yang sering berganti,” ujar 
Evita. Selain itu, kata dia, ini soal prestise kepala negara di mata dunia. 
Misalnya saat pertemuan antarkepala negara di dunia. “Masak hanya Presiden RI 
yang menggunakan pesawat komersial carter,”katanya. 
Politikus PDI Perjuangan yang lain,Wakil Ketua Komisi Pemerintahan DPR Ganjar 
Pranowo, mengatakan belum menerima data terbaru mengenai rencana pembelian 
pesawat presiden.“Kami pernah minta data lengkapnya, tapi hingga kini belum 
menerima,” katanya. Menurut Ganjar, rencana pembelian ini sudah dibahas antara 
DPR dan pemerintah sejak periode sebelumnya. Namun rapat terakhir antara Komisi 
dan Sekretariat Negara soal pembelian pesawat ini dilakukan tahun lalu. 

Alasan pemerintah, kata dia, pengadaan pesawat kepresidenan ditujukan untuk 
meningkatkan kualitas dukungan pada kelancaran kegiatan presiden dan wakil 
presiden. Dibandingkan dengan mencarter pesawat re guler atau komersial melalui 
maskapai penerbangan Garuda Indonesia, kata Ganjar, pengadaan ini dianggap 
lebih menghemat anggaran. 
Sekretariat Negara tengah mengusulkan pembelian pesawat jenis Boeing Business 

Jet dengan anggaran lebih dari Rp 600 miliar. Pada prinsipnya, kata Ganjar, 
Komisi setuju. Tapi pemerintah diminta melakukan negosiasi harga untuk 
menghemat anggaran.  


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke