Perihal Sabda Ketua KPK 

Monday, 21 November 2011 

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengeluarkan 
pernyataan menarik yang intinya berbicara tentang gaya hidup mewah dan 
berlebihan yang dipraktikkan banyak kalangan di republik ini serta biasanya 
kedekatan gaya hidup tersebut dengan perilaku korup yang ia lakukan. 



Dan, karenanya, bukan tidak mungkin, gaya hidup “wah” inilah yang menjadi salah 
satu causa dari gejala korupsi. Tak lama berselang, lagilagi ia mengeluarkan 
statemen dekatnya posisi jabatan publik yang dipegang oleh tokoh partai dengan 
praktik korup. Khususnya di wilayah kementerian yang memang diisi oleh sebagian 
besar pentolan partai politik dan bisa jadi juga bukan kebetulan, beberapa 
kementerian ini memang sedang beperkara dengan korupsi dan tengah ditelisik 
KPK. 

Permenungan 

Keras tentu saja.Panas juga pastinya, apalagi bagi kalangan pejabat yang 
tertohok oleh bahasa tersebut.Tanpa perlu perdebatan panjang soal apa itu gaya 
hidup “wah”dan kuatnya keterkaitan parpol dan kementerian korup, persoalan 
malah membuncah di wilayah serangan terhadap Busyro melalu pernyataannya. 
Tentu, banyak yang terganggu dengan dua statemen hampir setara menyakitkannya 
ini.Terganggu, makanya menjadi hangat dan besar diperbincangkan. 

Saya memahaminya secara sederhana.Perkataan pejabat Ketua KPK, tentunya diambil 
bukan melalui “batu dari langit”. Itu tentunya datang dari proses.Suatu 
refleksi yang mendalam soal nasib bangsa, berdasarkan berbagai kasus yang 
tengah ia tangani. Boleh jadi itu adalah hasil dari bacaan terhadap kasus 
korupsi yang ia saksikan sendiri bahwa banyak pejabat yang terlibat, bahkan 
pejabat tersebut (bisa jadi kebetulan) juga pemegang kuasa tertentu di partai 
dan pada saat yang sama memiliki gaya hidup yang berlebihan dan patut dikatakan 
“wah”. 

Selama ini, memang cukup banyak kasus korupsi yang terafiliasi ke partai 
politik dan itu terbaca jelas di beberapa perkara terakhir yang dikelola oleh 
KPK dan meributkan jabatan publik. Makanya, saya menganggap tidak ada yang luar 
biasa dari kedua pernyataan tersebut. Saya juga memahaminya secara sederhana 
bahwa itu adalah tantangan untuk melakukan permenungan buat bangsa ini.

Saya yakin,Busyro juga boleh jadi melakukan kesalahan berpikir jika melakukan 
overgeneralisasi pola hubungan gaya hidup dengan perilaku korup serta 
keterkaitan antara pejabat kementerian dan korupsi partai politik.Tentu selalu 
ada pengecualian. Tapi dari pernyataan itu, lagi-lagi, saya memahaminya sebagai 
sebuah imbauan untuk melakukan gaya hidup yang sederhana plus memperbaiki pola 
hubungan antara partai dengan kementerian. Makanya, keduanya memiliki kadar 
kebenaran yang cukup tinggi. Banyak pejabat kita tidak lagi mempraktikkan hal 
yang sederhana.

Tidak ada larangan menjadi kaya tentunya. Tapi memberikan contoh gaya hidup 
sederhana juga penting untuk menjaga perasaan masyarakat yang masih terdapat 
jurang pemisah yang sangat dalam antara the have dan the have not. Mereka yang 
selalu berbicara rakyat di bibir, meneriakkan kata rakyat secara kencang, 
tetapi tidak memahami jurang pemisah ini tentunya merupakan tindakan yang tidak 
pas. Lagi-lagi tentu tidak semuanya.Tapi, perilaku tersebut tetap saja bisa 
mengganggu batin kecil masyarakat. Soal hubungan partai dengan peluang koruptif 
tidak bisa dinafikan begitu saja. 

Dengan koalisi, apa pun yang terjadi, sepanjang partainya masih memberikan 
dukungan penuh pada kepala negara dan partai sang kepala negara, maka prestasi 
kerja tetap menjadi alasan kesekian dari sebuah proses reshuffle. Mau terjerat 
isu korupsi atau tidak, sepanjang partai pengusung masih bersinergi di bawah 
panji koalisi, ia akan tetap menjadi the untouchable. Makanya,ide Busyro bukan 
ide yang benar-benar baru. Semacam packagingulang.Sudah sekian lama seiring 
dengan teriakan untuk membentuk kabinet yang zaken. 

Kabinet yang lebih mempertimbangkan kemampuan dan kemauan untuk memperbaiki 
bangsa dibandingkan kedekatan politik dengan pemilik hak prerogatif mengangkat 
pembantu.Bukan hal yang berlebihan tentunya berangan-angan mendapatkan menteri 
yang memang memenuhi kapabilitas,integritas, dan akseptabilitas dan bukan 
sekadar memiliki kartu anggota partai koalisi. 

Kewajiban

Memang,Busyro sendiri harus waspada dengan perkataan ini. Boleh jadi, Busyro 
sudah sangat lulus ujian untuk soal kesederhanaan. Saya sendiri menjadi saksi 
atas kesederhanaan mantan Ketua Komisi Yudisial dan sekarang Ketua KPK ini. 
Saya melihat sendiri bagaimana gaya hidup yang seharusnya bagi pejabat,persis 
sindiran bersifat sabda yang dia lontarkan. 

Namun, Busyro harus paham dan jangan sampai abai soal kementerian dan korupsi 
partai politik.Jika seperti saya yang menerjemahkan itu sebagai bagian dari 
permenungan, maka pada saat yang sama tersematkan tugas besar bagi Busyro untuk 
membongkar itu. Jika memang sabda tersebut berasal dari permenungan yang dalam 
atas kasus-kasus di KPK, maka pada saat yang sama,ada semacam titah untuk 
membawa itu ke publik sebagai bagian dari upaya kerja KPK.

Jika memang ada kementerian yang berkaitan dengan parpol yang terindikasi 
korupsi, tantangannya menjadi besar untuk segera membawa itu ke proses 
peradilan. Sebagai ketua KPK, ia tidak bisa hanya mengutuki, tapi punya tugas 
besar untuk menyelesaikannya. Bahayanya besar jika tidak mampu. Apalagi memang 
selama ini, KPK rajin mengungkap keterlibatan partai, tetapi masih sering gagap 
dalam menyelesaikannya secara menyeluruh. 

Makanya, sabda Ketua KPK penting untuk diingat karena menjadi perintah 
perbaikan untuk semuanya, termasuk kepada KPK sendiri untuk tidak meratapi 
masalah, tetapi mampu mengerjakan dan menghajarnya. Mampukah? Semoga! ● 

ZAINAL ARIFIN MOCHTAR 
Pengajar Ilmu Hukum di Fakultas Hukum UGM Yogyakarta, Direktur PuKAT Korupsi FH 
UGM Yogyakarta 

http://superkoran.info/forums/viewtopic.php?f=2&t=55102                         
                  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke