Ya, menyedihkan. Banget. Hanya dilemparin tulang, si uplik langsung bungkam, brenti menyalak. Lupa nasib 'mayat' orang Papua yang baru berapa menit sebelumnya rame dia gembar-gembor.
Artinya, udah belasan tahun gak pernah ada bukti bahwa si uplik hidup bahagia di negeri aduhai yang katanya paling makmur di Eropa. Kebahagiaannya cuma ada di sepotong tulang.. Menyedihkan, tapi sekaligus menggelikan juga sih. --- "johny_indon" <johny_indon@...> wrote: > saking kesepian di tanah orang, tetangga ngasih makan gratispun > kudu laporan di sini. > sedih ya bacanya. > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Enak ya makan-makan gratis. > > Langsung lupa nasib 'mayat' orang-orang Papua. > > > > --- "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > > > > > Hari minggu begini toko pada tutup.... > > > > > > Ya udah bawa sebotol anggur aja ke rumah tetangga yang, ini > > > bukan kebiasaan orang Belanda yang lazimnya kalo ngundang itu > > > jauh-jauh sebelumnya, tiba-tiba ngundang buat makan malam. > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
