http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=137814
Pejabat yang glamour tidak pancasilais
Tanggal : 18 Nov 2011
Sumber : Harian Terbit
KRITIK Ketua KPK Busro Muqqodas mengenai gaya hidup mewah dari anggota DPR
harus dapat dijadikan sebaga momentum peringatan kalau kehidupan bermewah-mewah
itu tidak baik. Kemewahan itu dianggap bertentangan dengan Pancasila meskipun
menjadi orang kaya itu tidak dilarang. Demikian pendapat pengamat kebijakan
publik Andrinof Chaniago dalam diskusi dengan wartawan peliput parlemen, Kamis
(17/11).
"Hidup bermewah-mewah untuk dihormati, mementingkan diri sendiri, lupa kepada
rakyat nantinya akan ditolak masyarakat," katanya. Anggota DPR Ruhut Sitompul,
dan Nudirman Munir juga turut bicara. Namun, Effendy Choerie dan Rahadi Zakaria
yang tampil dalam diskusi itu menentang pendapat Busro Muqqodas.
Memang, kata Andrinof, pendapat Ketua KPK itu perlu terus dikembangkan, karena
ditengah masyarakat Indonesia masih banyak jumlah orang miskin dari pada jumlah
orang kaya. "Bagaimana pejabat public mengurus rakyat untuk tidak
bermewah-mewah," imbuhnya.
Di jagat ini memang tidak ada larangan menjadi kaya atau miskin. Sebab, manusia
sebetulnya tidak bisa membuat diri sendiri menjadi apa pun. Seseorang bisa saja
ahhirnya menjadi sesuatu tetapi harus bergantung atau minta bantuan orang lain.
Namun orang bermewah-mewah mudah dilakukan asal memang ia punya kekayaan untuk
mendukung aksinya.
Seringkali orang merasa berdandan semestinya atau sepantasnya tapi orang ain
sudah mencap glamour. Jadi ketika anggota DPR tampil necis dengan dasi dan jas
hitam naik mobil bagus, ia merasa wajar namun bisa jadi ia ternilai tidak
toleran terhadap kemiskinan 40 juta rakyat. Padahal jika ia tampil kucel, tentu
banyak orang ngedumel bahwa dia tidak cermat menjaga wibawa pejabat tinggi
negara.
Sebetulnya tampil mewah atau sederhana mudah dikenali orang karena orang pasti
tidak sekedar melihat pakaian juga sikap atau perilakunya. Sebetulnya soal
mewah yang banyak disorot masyarakat adalah perilaku pejabat yang sepertinya
tidak peduli dengan kondisi dan situasi. Perilaku tengik seperti ini
menyakitkan banyak orang. Tokh kita juga percaya penampilan tidak selalu
identik dengan egoisme.
Namun satu hal yang kita percaya, jika ada anggota DPR yang memang senantiasa
memikirkan nasib rakyat, pasti ia akan merakyat, berperilaku santun pada
rakyat, bahkan sanggup memuliakan rakyat. Maka mata orang sholeh dan kaum
intelek sebetulnya tidak gampang salah lihat.
Bertentangan dengan Pancasila atau tidak pancasilais artinya tidak malu pada
Tuhan untuk pamer diri. Bhakan mungkin ia tergolong tidak beradab, tidak
nasionalis, tidak demokrastis dan tidak berkeadilan sosial. Sungguh ini
pendapat yang benar-benar menohok. Sebab hedonisme biasanya juga sumpek melihat
kemiskinan, apalagi untuk mendekati untuk mengentaskan. **
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/