Yg bukan kuli dan berwiraswasta itu antara lain orang2 yg jadi pengemis, tukang ngamen, pak ogah, tukang parkir. Mereka kan wiraswasta bukan kuli, hehehe....
>________________________________ > From: Sunny <[email protected]> >To: NATIONAL <[email protected]>; MEDIACARE ><[email protected]>; PROLETAR <[email protected]> >Sent: Saturday, November 26, 2011 11:01 PM >Subject: Re: [proletar] Agar Indonesia Tidak Jadi Negeri Kuli > > > >Apakah bukan negeri kuli, jika berbondong menjadi tenaga kerja di luarnegeri >tanpa perlindungan hukum apapun disamping gaji rendah? Di Tanah suci (Arab >Saudia) dan sekitarnya para TKI di pangil “bagar”, di Malaysia disebut >“indon”. > >From: holy uncle >Sent: Friday, November 25, 2011 3:37 PM >To: NATIONAL ; MEDIACARE ; PROLETAR >Subject: [proletar] Agar Indonesia Tidak Jadi Negeri Kuli > >Agar Indonesia Tidak Jadi Negeri Kuli > >Friday, 25 November 2011 > >Berpuluh-puluh tahun lalu Bung Karno pernah meramal. Negara yang berada di >antara Benua Asia dan Australia, Indonesia, yang pernah dijajah dan dijadikan >kuli di negeri sendiri ini akan kembali menjadi kuli di antara bangsa-bangsa. > >Mungkin prediksi yang dia kemukakan tidak bisa kita katakan sepenuhnya salah, >mengingat posisi negeri ini yang masih dipandang sebelah mata oleh mayoritas >penduduk dunia. Jumlah sumber daya manusia melimpah, kemiskinan yang terus >mewabah, seakan menjadi motif bangsa ini untuk konsisten melahirkan tenaga >kerja (baca: kuli) berupah murah. Akan tetapi, jiwa nasionalisme kita pasti >meletup dan geram marah apabila negara yang kita banggakan cuma menjadi >olokolokan. > >Lantas, dengan stigma negatif yang sudah telanjur melekat,bagaimana Indonesia >menegaskan eksistensinya? Memang sulit mengentaskan citra yang sudah menjadi >keyakinan umum dengan sekedar berkutat pada kata-kata.Yang bisa dilakukan >hanya bagaimana memanfaatkan kondisi yang sudah ada menjadi peluang nyata. >Dari segi kuantitatif,sudah jelas bahwa negeri ini unggul dalam supply of >labor. > >Ambil contoh posisi kita terhadap negeri tetangga, Malaysia,yang sebenarnya >ketergantungan dalam menggunakan jasa tenaga kerja dari Indonesia di >kegiatan-kegiatan ekonominya. Sekilas peran para buruh itu dianggap remeh dan >hanya dinilai dengan gaji rendah di sana. Namun perlu digarisbawahi, jasa >mereka memegang hampir 20% perekonomian Malaysia, terutama pada sektor >manufaktur, petroleum, hingga sektor rumah tangga. > >Bayangkan apa jadinya perekonomian Malaysia tanpa keberadaan mereka. Selain >itu, bibit-bibit sumber daya manusia dengan kualitas di atas rata-rata seperti >peraih medali di olimpiade sains internasional perlu dipertahankan dan digodok >lagi,agar menjadi penyokong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia >secara agregat di masa mendatang. > >Maka perlu juga dihindari adanya brain drain (perekrutan cendekiawan domestik >oleh negara asing) yang tidak jarang terjadi akhir-akhir ini. Itu semua hanya >pandangan dari sisi lain, bahwa kelemahan yang dimiliki Indonesia ternyata >bisa dialihkan menjadi peluang. Agar nantinya, Indonesia tidak menjadi >bangsa—seperti diramalkan Bung Karno—yang berperan sebagai “een natie van >koelis en een koeli van naties”, bangsa yang terdiri atas kuli dan menjadi >kuli di antara bangsa-bangsa. > >M FIKRUZZAMAN RAHAWARIN >Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi, >Fakultas Ekonomi >Universitas Indonesia >Anggota Organisasi Jurnalistik >Keilmuan BO Economica FEUI > >http://superkoran.info/forums/viewtopic.php?f=2&t=55114 > >[Non-text portions of this message have been removed] > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
