http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/11/29/index.shtml?ArtId=007_004&Search=Y


Tiga Kementerian Terbelit Suap 
JAKARTA 
"KPK harus melihat ada apa di balik kondisi tersebut."

JAKARTA — Survei Komisi Pemberantasan Korupsi mendapati tiga kementerian belum 
berubah dalam hal pemberantasan transaksi suap. Ketiganya adalah Kementerian 
Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Agama, serta Kementerian Koperasi 
dan Usaha Kecil-Menengah. 
“Mereka belum melakukan perbaikan sejak 2009,” kata Wakil Ketua KPK M. Jasin, 
saat mengumumkan hasil survei itu di kantornya, di Jakarta kemarin. 

Jasin mengatakan praktek suap terjadi di unit pelayanan masyarakat tiap 
kementerian. “Hasilnya akan kami serahkan ke Presiden dan DPR untuk 
perbaikan,”ujar dia. 

Untuk Kementerian Tenaga Kerja, praktek suap terjadi di layanan izin 
menggunakan tenaga kerja asing. Adapun di Kementerian Agama terjadi pada 
perpanjangan izin kelompok bimbingan ibadah haji serta pendaftaran maupun 
perpanjangan izin penyelenggaraan ibadah haji khusus. Sementara itu, di 
Kementerian Koperasi, praktek suap terjadi pada pelayanan data akses pasar 
domestik. 

“Pencegahan korupsi masih sangat rendah,” ujar Jasin. “Pemicunya terjadi pada 
perilaku pengguna layanan yang memberikan duit lebih kepada petugas.” Jasin 
menjelaskan, adanya transaksi-transaksi suap itu membuat nilai integritas 
publik ketiga kementerian tersebut paling rendah. Poin yang diberikan KPK di 
bawah 6 persen dari 43 unit layanan pusat. 

Kementerian Koperasi mendapat poin 5,52 persen, Kementerian Tenaga 

Kerja 5,44 persen, serta Kementerian Agama 5,34 persen. Jasin mengatakan nilai 
integritas ini diperoleh dengan cara memberikan pertanyaan kepada 1.290 
responden. 
Menteri Koperasi Syarif Hasan kaget kementeriannya dinilai buruk. “Kami ingin 
lihat seperti apa penelitiannya, karena kami dapat predikat WTP (wajar tanpa 
pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan,“kata Syarif.

Syarif mengatakan bahwa mereka sudah mengetatkan pengawasan internal. Dia 
menilai kualitas pelayanan akses data domestik justru membaik karena kapasitas 
ditingkatkan, kemampuan akses dinaikkan, akses perbankan dipermudah, dan 
pendampingan ke UKM pun dilakukan.

Kepala Bagian Humas Kementerian Tenaga Kerja, Suhartono, mengatakan Kementerian 
akan memperbaiki diri. “Kami belum dapat hasilnya rinci. Tapi, prinsipnya, 
hasil penelitian dan rekomendasi KPK akan kami jalankan,“kata dia.

Soal praktek suap, Suhartono menilai secara teknis pelayanan izin sudah lebih 
baik karena dilakukan secara elektronik.
Selain itu, pengawasan dilakukan secara berkala.

Sementara itu, Kementerian Agama mengakui pelayanan haji selama ini belum 
maksimal. Tapi, “Penilai, dalam hal ini KPK, harus melihat ada apa di balik 
kondisi tersebut,“ kata Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Nasaruddin mengatakan pelayanan haji amat kompleks. Problem yang terjadi pun 
berganti tiap tahun. “Tingkat kesulitan mengurus 200 ribu anggota jemaah itu 
tinggi. Jadi, jangan menganggap kami tidak berbuat apa-apa,“ ujarnya.

TRI SUHARMAN | ISMA SAVITRI | DEDDY S


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke