Refl: Kalau orang Papua mau merdeka dan bebas dari pengalaman pahit selama ini 
demi untuk menentukan hari depan sesuai dengan aspirasi mereka sendiri, apakah 
tidak boleh? Apa komentar Anda?


http://www.suarapembaruan.com/home/isu-papua-merdeka-beredar-masyarakat-cemas/14110
Isu Papua Merdeka Beredar, Masyarakat Cemas
Senin, 28 November 2011 | 9:17


 Pria Papua hanya mengenakan koteka dan mencat dirinya dengan bendera Bintang 
Kejora ikut berunjuk rasa di Abepura, Senin (14/11). (Foto: SP/Robet Isidorus 
Vanwi) 

[JAYAPURA] Isu SARA beredar luas di Papua melalui layanan pesan singkat atau 
short message service (SMS) menjelang 1 Desember. Akibatnya, tidak sedikit 
masyarakat dan Mahasiswa yang khawatir. Sejumlah mahasiswa memilih pulang 
kampung menjelang 1 Desember itu.

Seorang mahasiswa Universitas Sains Teknologi Jayapura, Jurusan Ilmu 
Komunikasi, Agustinus Ningmabin mengatakan kepada SP, Senin (28/11) mengaku, 
banyak sms (short message service) beredar menjelang 1 Desember ini. "Ada 
beberapa kawan-kawan saya yang memilih pulang dulu kepada kelurganya di 
kampung,” ujarnya.

Lain lagi dengan ibu Yeni Goretti, guru SMP Negeri 5 Sorong, Papua Barat saat 
dihubungi, Senin pagi membenarkan, bahwa dirinya menerima sms cukup membuat 
dirinya kaget. “Terutama soal Papua merdeka,”ujarnya. 

Disebutkan, pada 1 Desember akan ada kemerdekaan. “Di Kota Sorong heboh beredar 
sms-sms yang menurut saya, sungguh meresahkan. Seharusnya aparat kepolisian 
bisa menangkap para peneror sms ini,” ujarnya. 

SP juga menerima sms-sms yang meresahkan itu. Sms-sms itu antara lain berbunyi, 
"Kapal selam dari PBB sudah ada di Sarmi Pantai Timur, sebentar jam 12 malam 
rencana PBB mau kasih kibar bendera Bintang Kejora di Jayapura. Peringatan 
untuk semua orang Papua, apabila malam ada yang mengetuk pintu jangan di buka. 
Jangan sampai keluar jam 3 subuh. Tolong disebarkan ke yang lain. Salam Freedom 
Papua Merdeka."

Ada juga sms berbunyi begini, "Waspada malam ini. Rencananya masyarakat Wamena 
mau serang Kampung Nafri karena orang Wamena dapat tikam dari orang Nafri 
sampai tewas."

Juga, "Foy…ada info buat anak Papua. Tiap malam harus jaga, ada seorang tentara 
yang membocorkan rahasia mereka. Sekarang ini jangan keluar larut malam, karena 
Generasi Pemuda Papua menjadi prioritas pembunuhan. Yang laki–laki kemaluannya 
dipotong dan dibuang, yang wanita payudaranya dipotong dan dibuang juga. 
Setelah dibunuh mayatnya akan dibuang dari dalam mobil pake tali. Jadi jangan 
keluar larut malam. Ini plat nomor kendaraan yang mereka gunakan: DS 2225 J. 
truskan SMS ini ke anak Papua”.

Sms lainnya berbunyia, "Info darurat. Waspada terhadap pemusnahan etnis orang 
Papua. Ada info terperinci dari Jakarta bahwa Papua sudah dipaketkan akan habis 
dalam waktu yang tidak terlalu lama. Di tahun 2011 ini. Jakarta sudah siap akan 
kirim paket produk khusus dalam bentuk makanan, minuman, seks bebas dan 
obat-obatan yang sudah dicampur dengan zat kimia dan darah yang sudah 
terinfeksi HIV-AIDS. Oleh karena itu, mulai sekarang orang Papua harus kurangi 
kebiasaan makan, minum dari toko, kios, warung, seks bebas dan lain-lain."

"Info dari markas OPM untuk semua warga bangsa Papua yang ada di Jayapura dan 
sekitarnya, diberitahukan bahwa tanggal 20 November sampai 1 Desember 2011 akan 
diadakan pengibaran bendera Bintang Kejora dan pertumpahan darah yang 
sebesar-besarnya di tanah Papua, kota Jayapura. Jangan sampai SMS ini putus di 
tangan anda, tolong disampaikan kepada teman-teman dekat anda," bunyi pesan 
singkat berikutnya.

SMS lainnya, "New info diberitahukan kepada seluruh putra-putri Papua, bahwa 
hari Kamis 1 Desember akan diadakan pengibaran bendera Bintang Fajar - Bintang 
Kejora di seluruh pelosok Tanah Papua. Akan diadakan pengibaran di lapangan 
Teselowai dan dinyatakan bahwa Papua adalah negara baru merdeka dan menjadikan 
negara federal. Dan ini akan terjadi pertumpahan darah mulai dari tgl 26 
November akan dihentikan, transportasi darat, udara dan laut. Awas sebelum 
terjadi harus selamatkan nyawa anda, nanti akan disisir (penyisiran) 
se-Jayapura dan akan dimusnahkan orang-orang Papua, yang nanti sasaran utama 
laki-laki nanti dibunuh. Dilanjutkan sms ini ke putra-putri Papua."

Menanggapi berbagai sms itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dari 
Partai Demokrat, Yunus Wonda menegaskan isu teror yang beredar melalui sms yang 
menyatakan bahwa 1 Desember 2011 akan dikibarkan bendera Bintang Kejora, akan 
menghentikan transportasi laut, darat dan udara adalah upaya untuk menciptakan 
perpecahan di masyarakat yang tinggal di Papua.

“Saya berharap masyarakat tidak terpancing, dan tetap melakukan aktivitas 
seperti biasa. Karena itu pembuat sms terror tidak bisa bertanggungjawa. Maka 
niat yang disampaikan juga tidak bisa dipercaya. Di Papua, isu itu biasa dan 
sudah beberapa kali. Itu isu murahan,” ujarnya. [154]

Berita Terkait

  a.. Masyarakat Papua Diminta Tidak Terpancing Isu Provokatif 
  b.. Bubarkan Ormas Ilegal di Papua 
  c.. Bupati Seluma Nonaktif Segera Disidang 
  d.. Rakyat Papua Jangan Terprovokasi Isu Negatif 
  e.. Pasangan Golkar Kalahkan Demokrat 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke