http://www.analisadaily.com/photo_gallery/detail/6/sepeda_ramah_lingkungan_dan_sehat/#.TtVH4ig8bMA

Edisi Minggu, 05 Juni 2011
Sepeda, Ramah Lingkungan dan Sehat!

Para pesepeda memarkirkan sepeda mereka di Tempat Parkir Khusus Sepeda di 
Kawasan Taman Ayodia
Oleh: junaidi gandy. Tidak ada yang bisa memungkiri sepeda itu alat 
transportasi yang ramah lingkungan sekaligus membuat sehat penggunanya.

Akhir-akhir ini, trend bersepeda mulai meramaikan Kota Medan. Coba lihat saja 
ketika pagi atau malam harinya, sekelompok komunitas sepeda dengan mengenakan 
kostum sepeda meramaikan jalanan kota.

Selain menyehatkan badan, bersepeda juga ikut andil menyelamatkan bumi dari 
pemanasan global. Salah satu penyebab pemanasan global adalah pencemaran udara 
yang disebabkan asap kenderaan. Bahkan seperti yang kita ketahui, setiap tahun 
volume kenderaan di jalan raya terus bertambah hingga menimbulkan kemacetan 
dimana-mana.

Peningkatan trend sepeda baik di Medan maupun di kota besar lainnya di 
Indonesia, tentu disambut baik juga oleh para pelaku usaha sepeda. Hal ini 
terlihat melalui pameran sepeda "Indonesia Bicycle Show & Expo 2011" yang 
berlangsung dari 26 hingga 29 Mei di Jakarta Hall Convention Center.

Pameran tersebut diikuti 50 peserta dari berbagai negara dengan memamerkan 
sebanyak 120 merek sepeda dan aksesoris pendukungnya. Beberapa merek terkenal 
diantaranya; Wilier, Mercedes-Benz, Chevrolet, Giant, Ghost Bike, Scott, Focus, 
Doppelganger dan cube.

Jenis sepeda yang banyak dipamerkan adalah sepeda balap (road bike), sepeda 
jalan raya (street bike), sepeda gunung (mountain terrain bike/MTB), sepeda 
BMX, sepeda lipat, sepeda onthel dan sepeda anak.

Selain sepeda, pengunjung pameran dimanjakan dengan berbagai aksesoris sepeda 
mulai dari lampu, pedal, saddle, kabel rem, gear, ban, velg, helm, jersey dan 
perlengkapan lainnya.

Limited Edition

Hal menarik dalam pameran itu adalah sejumlah peserta pameran turut menampilkan 
koleksi sepeda edisi terbatas (Limited Edition). Artinya sepeda tersebut 
diproduksi secara khusus dengan jumlah yang terbatas.

Diantaranya, Mercedes-Benz menampilkan Mercedes-Benz Racing Bike yang hanya 
diproduksi sebanyak 100 sepeda. Uniknya lagi setiap sepeda diberi nomor 1 
hingga 100 yang menandakan angka produksi sepeda tersebut. Sepeda yang diberi 
warna putih ini merupakan salah satu sepeda termahal pada pameran tersebut yang 
dibandrol seharga Rp 102 juta.

Selain itu, dari stand Wilier ikut menampilkan Superleggera Centro 1 for 
Petacchi dengan paduan warna hitam dan hijau metalik. Sepeda balap dengan 
desain khusus ini didedikasikan kepada tim sprinter lampre-Farnese, Alessandro 
Petacchi. Sepeda yang hanya diproduksi sebanyak 500 buah ini ikut memanjakan 
penggemar sepeda di Indonesia.

Sejak hari pertama pameran itu dibuka, ribuan pengunjung baik individual maupun 
dari berbagai komunitas atau klub sepeda membanjiri pameran tersebut. Namun 
diantara beberapa pengunjung sempat kecewa dengan pengelolaan pameran yang 
terlihat seadanya saja.

Jalur Hijau

Selain dilirik pelaku usaha sepeda, trend sepeda di Jakarta juga disambut baik 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan mewujudkan jalur hijau atau lajur sepeda 
yang dikhususkan bagi pengguna sepeda.

Berlokasi di Taman Ayodia, Jalan Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 
lajur sepeda pertama di Jakarta dan Indonesia ini diresmikan oleh Gubernur DKI 
Jakarta, Fauzi Bowo dan Walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi pada 22 Mei 
2011.

Selain diresmikannya lajur sepeda dengan panjang 1,5 KM, rute Taman Ayodia 
sampai Kantor Walikota Jakarta Selatan, pada lokasi itu juga dibangun tempat 
parkir khusus sepeda dan posko terpadu.

Ketua Bidang Touring dan Karnaval Komite Sepeda Indonesia, Suparman saat 
ditemui di Taman Ayodia mengatakan lajur sepeda yang baru diresmikan ini 
mengikuti standard internasional, dimana lajur harus memiliki lebar 1,5 meter 
dan dicat warna hijau pada setiap persimpangan jalan serta dilengkapi rambu 
sepeda.

"Sejak diresmikan, kami rutin mengadakan kegiatan bersepeda setiap hari Selasa 
dan Jumat pagi pukul 06.00 WIB hingga selesai dengan menempuh rute lajur 
sepeda," ucap Suparman disela acara bersepeda.

Kehadiran lajur sepeda di Jakarta di sambut secara sukacita oleh kalangan 
pecinta sepeda namun sebagian warga Jakarta merasa kehadiran jalur hijau yang 
menggunakan jalan raya akan mempersempit jalan dan memperparah kemacetan. 
Mereka berharap pemerintah lebih memperhatikan jalan rusak, perbaikan trotoar 
dan saluran drainase yang masih buruk.

Sementara itu, Pemerintah DKI Jakarta bermaksud membangun lajur sepeda ini 
untuk meningkatkan minat warga Jakarta menggunakan sepeda sebagai alat 
transportasi alternatif. Dengan tumbuhnya minat bersepeda, maka diharapkan 
kemacetan di jalan raya akan berkurang dan pencemaran udara juga menurun.

Lantas, bagaimana dengan Kota Medan? Apakah lajur sepeda sudah siap dibangun di 
kota kita?



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke