Kapolrestabes Surabaya aneh2 ???
Setelah beberapa waktu yang lalu 
melakukan tindakan yang melawan kebijakan kapolda dengan menahan orang 
yang sudah mendapat
 penghentian penyidikan dari Kapolda Jawa Timur, karena perkara 
sebenarnya adalah perdata, yakni sengketa soal pengurus yayasan 
perguruan tinggi ITATS yang sedang dalam proses persidangan perdata di 
pengadilan negeri. Sekarang malah terkesan mencari2 lagi kesalahan 
orang, dengan menjadikan mayat
 sebagai saksi..
Hufffffff
Terkesan jajaran kepolisian yang pangkat & strukturnya ada diatasnya, yakni 
Polda Jawa Timur tidak berani melakukan apa2.. 
Ada apakah ini??..  apakah memang orang kuat?

================================
Dari: AlFa

Mayat Dijadikan Saksi, Kanit Harda Polrestabes Surabaya ‘Bungkam’ 

Rabu, 23 November 2011 12:23 



suaramandiri.com (Surabaya)- Pengakuan Bunah 

(28/10), warga jalan Kandangan, Surabaya yang mengatakan ibunya, Tayem 

dipanggil menjadi saksi oleh Kanit Harda (Harta benda) Polrestabes 

Surabaya AKP Arief Kristianto, SH, SIK dalam perkara tindak pidana Pasal 231 
dan 335 KUHP menimbulkan kontroversi.



Pasalnya, Tayem menurut Bunah sudah meninggal sejak 16 Juli 2009 

karena sakit dengan bukti adanya surat keterangan kematian yang 

diterbitkan Kecamatan Benowo. Bunah sendiri bulan lalu sudah melaporkan 

kasus ini ke Propam Polda Jatim.



Humas Kapolrestabes Surabaya, Kompol Suparti meminta suaramandiri.com 
untuk tidak membuat berita sepihak tanpa ada tanggapan dari Kanit Harda.
 

Dihubungi via selular, Jumat (04/11) Kompol Suparti menyarankan 

suaramandiri.com untuk datang langsung menemui AKP Arief Kristianto, SH 

SIK. Ditemui suaramandiri.com, Kanit Harda melalui stafnya memilih tidak 
berkomentar.



“Pak Arief (Kanit Harda) tidak mau memberi tanggapan tanpa seijin 

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya,” ucap staf Kanit Harda yang tidak 

diketahui identitasnya, (04/11).



Disinggung apakah Kompol Suparti, Humas Polrestabes Surabaya telah 

berkoordinasi dengan Kanit Harda AKP Arief Kristianto, SH, SIK mengenai 

tanggapan pemberitaan, staf tersebut dengan tegas mengelak. “Kompol 

Suparti sampai sekarang belum koordinasi dan Kanit Harda tidak perlu 

bertanggung jawab kepada pihak Humas,”  terangnya. Yudha







[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke