http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/12/04/index.shtml?ArtId=001_028&Search=Y


DI BALIK PEMILIHAN PEMIMPIN KPK 
Intervensi Istana Buyarkan Setgab 
JAKARTA 
Tak sempat membicara kan calon ketua.

Perpecahan koalisi partai-partai pendukung pemerintah dalam pemilihan pemimpin 
Komisi Pemberantasan Korupsi ada kemungkinan terjadi karena intervensi pihak 
Istana.
Sumber Tempo menyebutkan pembahasan dalam rapat Sekretariat Gabungan 
partai-partai koalisi buyar tanpa hasil setelah Istana memaksakan Aryanto 
Sutadi masuk paket empat calon pemimpin KPK yang mesti digolkan koalisi. 
“Setelah masuk sinyal dari Istana, pembahasan buntu,“ kata sumber yang juga 
anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat itu kemarin. 
Menurut dia, intervensi itu be rupa perintah agar Setgab memperjuangkan Aryanto 
Sutadi masuk jajaran pemimpin KPK. Padahal nama ini sejak awal ditolak Golkar, 
Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan. Pesan Istana 
disampaikan dalam rapat Setgab, Kamis malam lalu, sehari sebelum pemilihan di 
Komisi Hukum DPR.

Sumber tersebut menjelaskan, rapat Setgab digelar di kantor Jalan Diponegoro, 
Jakarta, sejak pukul 21.00 WIB, dipimpin Sekretaris Setgab Syarif Hasan. Rapat 
dihadiri para pemimpin fraksi partai anggota Setgab: Demokrat, Golkar, Partai 
Kebangkitan Bangsa, PKS, Partai Amanat Nasional, dan PPP.

Semula suasana rapat cukup kondusif dengan disepakatinya paket dua opsi calon 
pemimpin KPK. Opsi pertama, paket Bambang, Abraham, Adnan Pandupraja, dan Yunus 
Husein. Opsi ini didukung Demokrat, PAN, PKB, PPP, dan PKS. Sementara itu, opsi 
kedua, Bambang, Abraham, Adnan Pandu, dan Zulkarnaen.
“Skema terakhir versi teman kami yang kuning,“ucapnya merujuk kepada Golkar.

Titah dari Istana datang sekitar pukul 23.00, yang dibawa Ketua Fraksi Demokrat 
M. Jafar Hafsah, setelah mengikuti rapat di Istana Negara. Begitu datang, Jafar 
berbisik di telinga Syarif.
“Unsur Polri harus masuk, kita perlu penyidik,“ kata sumber itu menirukan 
Syarif. Perintah inilah yang kemudian membuat kesepakatan yang hampir terbentuk 
akhirnya mentah kembali.
Rapat ini pun tak berhasil mem bicarakan siapa calon Ketua KPK yang akan 
didukung.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa membantah tudingan adanya 
intervensi.
Mengenai pembahasan dalam Setgab yang deadlock,“Itu karena setiap partai punya 
pilihan masing-masing,“ kata Saan kemarin.

Sebelumnya, politikus Demokrat yang juga Ketua Komisi Hukum, Benny Kabur 
Harman, menyatakan Setgab gagal menyamakan pendapat sehingga Yunus Husein, 
mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, gagal menjadi 
pemimpin serta Ketua KPK.
“Setgab sangat tak efektif dalam pemilihan pemimpin KPK ini,“ ujarnya Jumat 
lalu seusai pemilihan. MAHARDIKA SH | FRANSISCO R | JOBPIE S 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke