Saya doakan sumoi jangan pernah jumpa si uplik.. 

--- cha6966@... wrote:

> Catatan Harian Seorang Pramugari
> 
> Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena 
> bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan 
> tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya 
> melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.Pada 
> tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang 
> membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup 
> saya.Hari ini jadwal perjalanan kami adalah 
> dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari 
> ini.Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, 
> merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas 
> sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu 
> pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah 
> zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai 
> uang untuk naik pesawat.Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai 
> menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat 
> kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku 
> ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.Kami 
> menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan 
> menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi 
> tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk 
> dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk 
> dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga 
> ditolak olehnya.Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya 
> kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa 
> dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh 
> bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.Kami 
> menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan 
> menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat 
> menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke 
> penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak 
> menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, 
> ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia 
> mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah 
> haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya 
> dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan  kepada kami, 
> kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, 
> katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan 
> meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak 
> diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat 
> biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati 
> bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, 
> hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan 
> itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.Setelah 
> kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang 
> meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak 
> olehnya.Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang 
> sangat baik, putra sulung sudah bekerja dikota dan yang bungsu 
> sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja 
> di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota 
> tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya 
> pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak 
> menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega 
> orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket 
> pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, 
> tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket 
> pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya 
> dengan terpaksa disetujui anaknya.Dengan merangkul sekarung penuh 
> ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan 
> keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat 
> bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh 
> ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka 
> makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan 
> karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia 
> dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.Saat dalam 
> penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu 
> membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap 
> tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah 
> sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia 
> menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya 
> meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia 
> belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa 
> makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.Menurut 
> kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata 
> seorang desa menjadi begitu berharga.Dengan menahan lapar 
> disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami 
> mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan 
> kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami 
> berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak 
> pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan 
> tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus 
> tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran 
> berharga bagi saya.Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut 
> sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah 
> turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami 
> membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan 
> sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, 
> yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih 
> dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang 
> yang paling baik yang dijumpai, kami di  desa hanya makan sehari 
> sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan 
> yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap 
> saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu 
> bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.Semoga Tuhan 
> membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia 
> mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan 
> menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya 
> keluar dari lapangan terbang.Selama 5 tahun bekerja sebagai 
> pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak 
> tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai 
> orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan 
> rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya 
> menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 
> tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, 
> sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan 
> lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak 
> bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut 
> membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat 
> berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari 
> penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan 
> mensyukuri apa yang kita dapat. 
>   
>  
> Ch@​​™ 
> pin:21EF6D92 
> Charles Asiku 
> 
> 
> Powered by Telkomsel BlackBerry®




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke