Refl: Waktu akan menceritakan sampai dimana kemampuan pemberatasan korupsi bisa 
bekerja mencapai tujuannya ataukah KPK itu adalah : Komisi Perlindungan 
Koruptor.


http://www.tempo.co/read/news/2011/12/05/078369893/Dua-Rapat-Rahasia-Digelar-Sebelum-Pemilihan-Bos-KPK
Senin, 05 Desember 2011 | 07:45 WIB
Dua Rapat Rahasia Digelar Sebelum Pemilihan Bos KPK

TEMPO.CO, Jakarta - Kepastian Abraham Samad menduduki kursi Ketua Komisi 
Pemberantasan Korupsi periode 2011-2015 ternyata sudah diketahui sehari sebelum 
pemilihan pada Jumat pekan lalu.

Sumber Tempo yang dekat dengan Komisi Hukum DPR mengatakan Kamis malam pekan 
lalu telah digelar dua pertemuan rahasia yang dihadiri perwakilan enam fraksi 
di Komisi Hukum. Mereka berasal dari Partai Golkar, PDI Perjuangan, PPP, Partai 
Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra, dan Partai Hanura. Mereka ini pemilik 33 
suara di Komisi Hukum.

Pertemuan khusus ini berlangsung di sebuah restoran di kawasan Sudirman 
Business District Center (SCBD) Jakarta Pusat dan Tee Box Kafe Kemang, Jakarta 
Selatan. Menurut sumber tadi, dalam pertemuan ini Abraham Samad hadir dan 
mendengarkan langsung komitmen enam fraksi untuk mengantarkan dia jadi Ketua 
KPK. ”Jadi, sehari sebelum pemilihan sudah diketahui siapa yang akan terpilih 
jadi ketua,” katanya.

Dalam pertemuan di SCBD, para perwakilan fraksi sudah menghitung berapa suara 
yang akan diperoleh masing-masing calon yang mereka jagokan. “Rapat berikutnya 
di Tee Box memantapkan kalkusi setelah ada bocoran rapat di Sekretariat 
Gabungan,” kata sumber itu.

Kepada Tempo, Sudding mengaku tidak tahu soal pertemuan di SCBD itu. Anggota 
Komisi Hukum dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo juga mengaku tidak tahu soal 
pertemuan itu. Sedangkan Samad sendiri mengaku sejak Rabu pekan lalu sakit. 
“Jadi, hanya di rumah saja,” kata dia. Ia mengatakan tak pernah melakukan 
lobi-lobi ke anggota Komisi Hukum supaya menjadi pemimpin atau bahkan Ketua KPK.

Sebaliknya, tersingkirnya dua kandidat yang dijagokan Partai Demokrat menduduki 
kursi pimpinan KPK juga sudah diketahui sehari sebelum pemilihan. Komunikasi 
intensif sejumlah politikus di Komisi Hukum DPR berhasil menjegal langkah 
mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Yunus Husein dan 
Aryanto Sutadi.

Sumber Tempo mengatakan para politikus dari sejumlah fraksi di DPR yang kerap 
dipanggil Tim Mawar melakukan "gerakan khusus" untuk menolak dua kandidat yang 
dijagokan partai yang didirikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini. Menurut 
dia, para anggota tim mawar itu yang melakukan gerilya politik untuk menjegal 
Yunus dan Aryanto. “Sehari sebelum pemilihan, Tim Mawar sudah mematikan dua 
nama itu tidak akan masuk,” kata sumber Tempo.

Siapa saja anggota Tim Mawar ini? Majalah Tempo pernah menurunkan liputan sepak 
terjang mereka dalam pemilihan pimpinan KPK periode 2007-2011. Mereka adalah 
Ahmad Yani (PPP), Bambang Soesatyo (Golkar), Trimedya Panjaitan (PDI 
Perjuangan), Syarifuddin Suding (Hanura) dan Desmon Mahesa (Gerindra).




SETRI YASRA I ANTON APRIANTO


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke