Refl: Kalau orang Papua kurang produktif untuk apa pusing kepala dengan mereka? 
Biar mereka mengurus diri sendiri, agar mereka mau produktif atau tidak 
produltif adalah urusan mereka sendiri. Kalla berbicara seperti kaum penjajah 
zaman bahula, bahwa inlander malas! PIkir punya pikir dengan adanya pernyataan 
JM Kalla, mantan wakil presiden NKRI, menununjukan karakter kolonial dari rezim 
NKRI. Kolonial satu pergi dari Papua, diganti dengan kolonial baru dengan Act 
of No Choice bagi rakyat Papua.


http://us.nasional.vivanews.com/news/read/270121-jusuf-kalla-angkat-bicara-polemik-papua
Jusuf Kalla Angkat Bicara Soal Polemik Papua
JK: "Persoalannya, orang Papua itu kurang produktif. Orang Papua lebih 
konsumtif."
Selasa, 6 Desember 2011, 23:09 WIB
Antique, Beno Junianto 
 
Jusuf Kalla (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
  a.. Lagi, Polisi Jadi Sasaran Tembak di Papua 
  b.. Usut Penembakan Papua, Polisi Uji Balistik 
  c.. Polisi: Makar Papua, Belum Ada Asing Terlibat 
  d.. Polri Tetapkan 6 Tersangka Makar Papua 
  e.. 6 Tewas dalam Pembubaran Paksa Kongres Papua
VIVAnews - Polemik yang terjadi di tanah Papua akhir-akhir ini, membuat mantan 
Wakil Presiden, Jusuf Kalla angkat bicara.

Menurut Ketua Palang Merah Indonesia ini, memanasnya situasi Papua bukan 
masalah politik atau masalah ketimpangan ekonomi tapi semua terjadi karena 
orang Papua terlalu konsumtif.

"Persoalannya, orang Papua itu kurang produktif. Orang Papua lebih konsumtif di 
banding dengan warga lain. Kalau prilaku konsumtif ini terus dibiarkan, sampai 
kapan pun orang Papua akan merasa kurang. Dan bibit-bibit pertikaian akan 
selalu ada, " ujar JK--panggilan akrabnya--pada pidato pembukaan Malam 
Penganugrahan Top 20 Indonesia Most Admired CEO 2011 di Hotel JW Marriott, 
Kuningan, Selasa malam 6 November 2011.

Jusuf Kalla, juga menanggapi isu bahwa pemerintah pusat merampok kekayaan 
Papua. "Padahal, dalam 10 terakhir, tidak sepeser pun Jakarta mengambil uang 
dari Papua," ujarnya.

Kata JK, tahun ini, pemerintah pusat hanya dapat bagi hasil dari PT Freeport 
Indonesia sebesar Rp17 triliun. Sedangkan, dana yang ditransfer ke Papua 
melalui APBN, DAU (Dana Alokasi Umum), dan DAK (Dana Alokasi Khusus) mencapai 
Rp31 triliun.

"Jadi, sebenarnya kita semua mensubsidi Papua. Aceh, Jawa, semua ikut 
mensubsidi. Jadi, ini persoalan ekonomi. Ini persoalan produktivitas. Makanya, 
kita harus meningkatkan produktivitas warga Papua. Ini memang butuh waktu lama, 
tetapi ini harus dilakukan," ujarnya.

Jusuf Kalla memberikan solusi khusus agar Warga Papua bisa lebih kreatif. 
"Caranya, dengan mentransfer kemampuan. Bagamana menanam ubi yang baik, 
beternak yang baik. Selama ini, bidang itu dikuasai orang luar Papua. Bukan mau 
merampas, tetapi karena orang Papuanya tidak ada yang mampu," kata dia.

Jusuf Kalla juga menuturkan, tentang alokasi APBN ke tiap daerah. Satu orang 
warga di Jawa cuma dapat alokasi Rp1,5 juta dari APBN. Di luar Jawa dapat Rp2 
juta. Namun, untuk Papua, setiap orang dapat Rp10 juta.

JK juga sedikit menyindir ekslusif warga Papua selama ini. Namun, ia 
mengistilahkan dengan kata-kata liberal. "Papua itu lebih liberal dari yang 
liberal. Orang Papua bisa jadi Gubernur di Jawa tapi orang Jawa tidak bisa jadi 
Gubenur di Papua," ujarnya. (eh)

• VIVAnews 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke