Gua posting tulisan lama ttg Naklakh yg nunjukin bhw Islam itu ngehalalin
ngerampok asal nyetor 20% ke nabi.
Ini jg ngasih liat gimana ayat itu turun "sesuai dgn kebutuhan", nabi lagi
butuh duit dan ada duit hasil rampokan, maka turun deh ayat yg ngehalalin makan
harta rampokan dan ngerampok. Ini nunjukin bhw auloh itu cuma rekayasa doang,
dan ayat dibikin unt ngehalalin kebejadan.
================================================
Sirah Nabawiyah Ibnu Hislam Bab 113, hal 575-580
SARIYYAH (EKSPEDISI PERANG) ABDULLAH BIN JAHSY DAN TURUNNYA AYAT, "MEREKA
BERTANYA KEPADANNYA TENTANG BERPERANG DI BULAN-BULAN HARAM"
[Syahdan, sang junjungan Islam mengutus pasukannya untuk mencari mangsa]
Ibnu Ishaq berkata, "Pada bulan Rajab, setelah kepulangannya dari Perang Badar
Pertama, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengirim Abdullah bin Jahsy
bin Riab Al-Asadi dengan membawa pasukan yang terdiri dari delapan personel
dari kaum Muhajirin dan tidak ada seorang pun dari kaum Anshar. Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam menulis surat untuk Abdullah bin Jahsy dan
memerintahkannya tidak membukanya kecuali setelah berjalan dua hari. Setelah
berjalan dua hari, Abdullah bin Jahsy harus membukanya, melaksanakan perintah
beliau di surat tersebut, dan tidak memaksa seorang pun dari sahabat-sahabatnya.
[cut, tdk penting]
{Dan pasukan itu berhasil menemukan korbannya, tapi sayangnya terjadi di bulan
haram]
Abdullah bin Jahsy dan sisa-sisa sahabatnya tetap berjalan hingga tiba di kurma
yang dimaksud Rasulullah Shalladahu Alaihi wa Sallam. Tidak lama kemudian
kafilah dagang Quraisy yang membawa anggur kering, kulit, dan komoditi
orang-orang Quraisy melewati kurma tersebut. Di kafilah dagang tersebut
terdapat Amr bin Al-Hadhrami, Utsman bin Abdullah bin Al-Mughirah AI-Makhzumi,
saudara Utsman yang bernama Naufal bin Abdullah AIMakhzumi, dan AI-Hakam bin
Kaisan mantan budak Hisyam bin Al-Mughirah. Ketika kafilah dagang Quraisy
tersebut dilihat pasukan Abdullah bin Jahsy, mereka ketakutan, karena mereka
berhenti di tempat yang berdekatan dengan pasukan Abdullah bin Jahsy. Kemudian
Ukkasyah bin Mihsyan yang telah mencukur rambutnya mendekat kepada kafilah
dagang Quraisy tersebut. Ketika mereka melihat Ukkasyah bin Mihshan, mereka
merasa aman. Mereka berkata, 'Ini dia Ummar (nama lain Ukkasyah bin Mihshan).
Kalian tidak usah takut kepada mereka.' Pada saat yang
sama, pasukan Abdullah bin Jahsy bermusyawarah sesama mereka membahas kafilah
dagang Quraisy tersebut.
[But, what a heck! Yg penting itu bisa merampok unt mendapatkan harta dan bisa
gegares, urusan lain, gimana nanti aja]
Ini terjadi pada akhir bulan Rajab. Pasukan Abdullah bin Jahsy berkata, 'Demi
Allah, jika malam ini kalian biarkan kafilah dagang Quraisy tersebut, mereka
pasti akan memasuki Al-Haram, kemudian mereka berlindung dari kalian di sana.
Jika kalian membunuh mereka, kalian membunuh mereka di bulan-bulan haram.'
Pasukan Abdullah bin Jahsy pun bimbang. Namun akhirnya mereka memutuskan
menyerang kafilah dagang Quraisy tersebut. Mereka bakar semangat diri mereka
untuk menghadapi kafilah dagang Quraisy tersebut.
[Semboyan perangnya adalah: Bunuh saja siapa yg bisa dibunuh dan rampok apa
saja yg bisa dirampok]
Mereka sepakat untuk membunuh siapa saja dari kafilah dagang Quraisy tersebut
yang bisa mereka bunuh, dan mengambil apa saja yang bisa diambil dari mereka.
Kemudian Waqid bin Abdullah At-Tamimi melepaskan anak panahnya ke arah Amr bin
Al-Hadhrami dan berhasil membunuhnya. Pasukan Abdullah bin Jahsy juga berhasil
menawan Utsman bin Abdullah dan Al-Hakam bin Kaisan. Sedang Naufal bin
Abdullah, ia berhasil lolos dan pasukan Abdullah bin Jahsy tidak bisa
menangkapnya. Kemudian Abdullah bin Jahsy dan pasukannya pulang membawa unta
dan dua tawanan hingga mereka tiba di Madinah bertemu Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam.
{Maka, berhasillah dgn sukses.]
[Tapi, bagaimanapun juga ini adalah perampokan dan pembunuhan. Supaya tdk
dihukum dan dapat hasil dari usaha jerih payah tsb, terpaksa menyogok boss
supaya boss juga dapat bagian dan tdk menyalahkan para bandit ini. Ini kan
wajar di Indonesia, ternyata para bajingan rampok, tukang peras dan koruptor di
Indonesia mempelajari taktik ini dari Islam!]
Salah seorang dari keluarga Abdullah bin Jahsy menyebutkan bahwa Abdullah bin
Jahsy berkata kepada sahabat-sahabatnya, "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam mempunyai hak seperlima dari rampasan perang yang kita
peroleh.' Itu terjadi ketika Allah Ta'ala belum mewajibkan seperlima terhadap
rampasan perang mereka. Abdullah bin Jahsy menyisihkan bagian seperlima untuk
Rasutullah Shallallahu Alaihi wa Sa!!am dan membagi sisanya kepada
sahabat-sahabatnya. "
[Suapan ke boss itu 20%. Ha, jadilah Muhammad itu Mr. Twenty Percent, lebih
besar dari almarhumah Madame Tien Percent, Ibu Tien Soeharto]
[Tapi kan orang itu hrs pura2 suci dulu, bermunafik ria dan malu2 kucing. Tidak
mungkin ada pejabat yg langsung menerima suapan begitu saja, hrs ada taktik
agar tdk dibilang tidak tahu malu]
[Kalau tidak, semua orang akan mencaci para perampok dan penerima sogokan tsb]
Ibnu Ishaq berkata, "Ketika pasukan Abdullah bin Jahsy menghadap Rasulullah
Shalla!lahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda kepada mereka, 'Aku tidak
menyuruh kalian membunuh mereka di bulan haram.' Rasulu(lah Shallallahu Alaihi
wa Sallam menahan unta dan kedua tawanan tersebut. Beliau tidak mau mengambil
sedikit pun daripadanya. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda seperti itu, pasukan Abdullah bin Jahsy menyesali perbuatan mereka,
dan mereka yakin akan dibunuh. Saudara-saudara mereka dari kaum Muslimin juga
mengecam keras tindakan mereka. Di tempat lain, orang-orang Quraisy berkata,
'Muhammad dan sahabat-sahabatnya telah menghalalkan bulan haram, menumpahkan
darah di bulan haram, merampas harta di bulan haram, dan menawan orang-orang di
bulan haram.' Beberapa orang dari kaum Muslimin di Makkah menyerang balik
pemyataan orangorang Quraisy tersebut, 'Sesungguhnya mereka (pasukan Abdullah
bin Jahsy) membalas atas apa yang mereka alami di
bulan Sya'ban.' Orang-orang Yahudi berkata, 'Amr bin Al-Hadhrami telah dibunuh
Waqid bin Abdullah. Amr ialah meramaikan perang. Al-Hadhrami ialah orang yang
terlibat perang. Dan Waqid ialah orang yang menyalakan perang.' Ketika
orang-orang banyak bicara tentang kasus ini, Allah menurunkan ayat-Nya kepada
Rasul-Nya,
[Maka, keluarlah peraturan pemerintah yg menghalalkan perampokan dan
pembunuhan, dan halallah sogokan tsb]
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang di bulan haram. Katakanlah,
'Berperang di bulan itu dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan
Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk Masjidil Haram dan mengusir
penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah'
(Al-Baqarah:2l7).
[Maksudnya, kalian boleh merampok dan membunuh orang2 yg tdk mau tunduk
nungging2 dan melawan boss]
Maksudnya, jika kalian telah membunuh di bulan haram, sesungguhnya mereka
(orang-orang Quraisy) telah menghalang-halangi kalian dari jalan Allah, kafir
kepada Allah, melarang kalian dari Masjidil Haram, dan mengusir kalian
daripadanya, padahal kalian orang yang paling berhak atas Masjidil Haram.
Perbuatan mereka itu lebih besar dosanya di sisi Allah daripada pembunuhan
kalian terhadap salah seorang dari mereka.
'Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. ' (AlBaqarah: 217).
[Maksudnya, membangkang pada boss itu lebih besar dosanya dari pada membunuh,
jadi membunuh dan merampok mereka, walaupun dosa, menjadi bukan dosa demi boss]
Maksudnya, mereka telah menyiksa orang Muslim karena agamanya, karena mereka
ingin mengeluarkan orang Muslim dari agamanya setelah ia beriman kepadanya. Itu
lebih besar dosanya di sisi Allah daripada pembunuhan.
'Mereka tidak henti hentinya memerangi kalian sampai mereka dapat mengembalikan
kalian dari agama kalian (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup;
barangsiapa murtad di antara kalian dari agamanya, lalu dan mati dalam
kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat,
dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. '(Al-Baqarah: 217).
Maksudnya, mereka melakukan perbuatan yang lebih buruk dan lebih jahat daripada
perbuatan mereka yang disebutkan di ayat sebelumnya. Mereka tidak mau
bertaubat, dan berhenti daripadanya.
[Maka bergembiralah para koruptor, rampok, tukang palak karena adanya peraturan
pemerintah yg membolehkan mereka merampoki dan membunuhi orang2 yg tdk tunduk
pada boss]
Sesudah Al-Qur'an turun membawa hal tersebut, dan Allah menghilangkan kesedihan
yang diderita kaum Muslimin, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mau
menerima unta dan kedua tawanan tersebut. Kemudian orang-orang Quraisy mengirim
wakilnya menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk menebus Utsman
bin Abdullah dan Al-Hakam bin Kaisan. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
menjawab, 'Kami tidak menyerahkan keduanya kepada kalian, hingga dua sahabat
kami datang -yaitu Sa'ad bin Abu Waqqash dan Utbah bin Ghazuran. Kami khawatir
kalian berbuat sesuatu terhadap keduanya. Jika kalian membunuh keduanya, kami
juga akan membunuh dua sahabat kalian ini.' Tidak lama setelah itu, Sa'ad bin
Abu Waqqash dan Utbah bin Ghazwan tiba di Madinah, kemudian Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam menyerahkan kedua tawanan tersebut kepada utusan
orang-orang Quraisy. Adapun Al-Hakam bin Kaisan, ia masuk Islam dan
keislamannya amat baik. Ia menetap di Madinah
bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hingga ia mati syahid pada
Perang Bi'ru Ma'unah. Sedang Utsman bin Abdullah, ia pulang ke Makkah dan mati
dalam keadaan kafir di sana.
[Dan semua orang sekarang mau pergi merampok dan membunuh orang2 yg suka
membangkang pada boss tsb. Sekarang, perampokan dan pembunuhan sudah bukan lagi
kejahatan, padahal sebelumnya merupakan kejahatan]
Ketika penderitaan telah sirna dari pasukan Abdullah bin Jahsy setelah
Al-Qur'an turun, maka para sahabat ingin mendapatkan pahala. Mereka berkata,
'Wahai Rasulullah, bolehkan kita menginginkan perang, kemudian dengan perang
tersebut kita mendapatkan pahala para Mujahidin?' Allah Azza wa Jalla
menurunkan ayat,
'Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah, dan
berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. '(Al-Baqarah: 218).
[Sang junjungan merestui sepenuhnya atas usaha para perampok tsb, tentunya
sogokan berupa 20% dari hasil rampokan hrs diberikan ke junjungan]
Allah Azza wa Jalla meletakkan mereka ke puncak harapan.
Hadits tentang peristiwa di atas berasal dari Az-Zuhri dan Yazid bin Ruman dari
Urwah bin Az-Zubair.
Ibnu Ishaq berkata bahwa salah seorang dari keluarga Abdullah bin Jahsy berkata
bahwa Allah Ta'ala mem-fai (rampasan tidak melalui pertempuran) -setelah Dia
menghalalkannya- empat perlima bagi orang-orang yang mendapatkannya, dan
seperlimanya untuk Allah dan Rasul-Nya. Ini berarti sesuai dengan kebijakan
Abdullah bin Jahsy pada unta yang mereka dapatkan dari kafilah dagang Quraisy
tersebut.
[Maka mulailah era kejayaan pemerintahan Islam ini dimana perampokan dan
pembunuhan sdh direstui sepenuhnya]
Ibnu Hisyam berkata "Itulah rampasan perang pertama yang diperoleh kaum
Muslimin. Amr bin Al-Hadhrami adalah orang yang pertama kali dibunuh kaum
Muslimin. Utsman bin Abdullah dan Al-Hakam bin Kaisan adaah orang yang pertama
kali ditawan kaum Muslimin."
[Tentu saja lawan2nya protes, kurang ajar sekali ini orang tidak punya tata
krama dgn berperang di bulan haram. Dulu dikirain orang jujur, ternyata tidak
lebih dari tukang rampok dan tukang bunuh.]
Ibnu Ishaq berkata, "Ketika orang-orang Quraisy berkata, 'Muhammad dan
sahabat-sahabatnya menghalalkan bulan-bulan haram, menumpahkan darah di
dalamnya, merampas harta di dalamnya, dan menawan orang-orang di dalamnya.'
Maka Abu Bakar berkata tentang perang Abdullah bin Jahsy tersebut -ada yang
mengatakan bahwa ucapan berikut diucapkan Abdullah in Jahsy,
Kalian menganggap pembunuhan di bulan haram itu sebagai sesuatu yang besar
Padahal ada lagi yang lebih besar dari itu jika seseorang mendapatkan petunjuk
Yaitu sikap kalian menghalang halangi manusia dari apa yang dJkatakan Muhammad
Kekafiran kaban kepadanya, dan Allah Maha Melihat dan Menyaksikan
Pengusiran kalian terhadap warga Masjidil Haram daripadanya
Agar tidak terlihat orang yang sujud karena Adah di dalamnya
Sesungguhnya kami, kendati kalian mengecam kami karena pembunuhan ini
Dan kendati Islam digoyang oleh orang dzalim dan pendendam
Sesungguhnya membasahi tombak kami dengan Ibnu Al Hadhrami
Di kurma, ketika seseorang telah menyalakan perang
Anak Abdullah, yaitu Utsman ada di tempat kami (kami tawan)
Ia ditusuk oleh belenggu dari kulit yang tidak henti hentinya mengucurkan darah
Ibnu Hisyam berkata, "Syair-syair di atas adalah milik Abdullah bin Jahsy."
>________________________________
> From: item abu <[email protected]>
>To: "[email protected]" <[email protected]>
>Sent: Sunday, December 11, 2011 4:50 AM
>Subject: [proletar] Muslim students threaten, force resignation of prof who
>quoted from Islamic texts
>
>
>
>Hehehe.... orang Islam itu ga tahan dgn fakta kebejadan Islam yg ada di buku
>Islam sendiri, Abbas Amin udah nunjukin di milis ini.
>
>Di peristiwa Naklakh, orang Islam melakukan pembunuhan yg pertama kali dlm
>rangka ngerampok dgn cara nipu dan ngelanggar dosa besar unt tdk melakukan
>permusuhan di bulan haram.Berhubung si keparat pedophile itu pengen dpt harta
>hasil rampokannya, maka si keparat lu bikin ayat yg ngehalalin ngerampok di
>bulan haram dan dpt 20% dr hasil rampokan tsb.
>
>Hehehe... itulah yg disebut rahmat dr auloh, boleh ngerampok dan ngebunuh
>kafir.
>
>http://www.jihadwatch.org/2011/12/muslim-students-threaten-force-resignation-of-prof-who-quoted-from-islamic-texts.html#comments
>
>Muslim students threaten, force resignation of prof who quoted
> from Islamic texts
>
>Paul Derengowski was, until
>recently, a professor at Tarrant County College in Fort Worth, Texas. He tells
>the story in an email to Jihad Watch:
>
>>My name is Paul Derengowski, and I was hired by Tarrant
>County College in 2008 to teach Great World Religions, Bible History I
>& II, and Introduction to Philosophy.
>>On November 8, 2011, I gave the second of a two-part lecture on
>Islam, as I've been doing Spring, Fall, and sometimes twice in the
>Summer, dealing with Islamic history and doctrine, and more particularly
>Muhammad's move to Medina. A question had been raised by two Muslim
>students in the previous the lecture concerning the sources I used to
>discuss the raid at Nakhlah. At the start of the second lecture I
>provided my sources (The Life of Muhammad by Haykal and the Qur'an), which
>included reading Sura 2:216-217. That is when all hell broke loose.
>>
>>
>>Both Muslim students, for an hour, berated me, my sources, and my
>credentials. When other students in the class attempted to ask questions or
>make comments, then the Muslim students would interrupt them as
>well. Finally, toward the end of the class period, a student made a
>comment on how "scary" the person of Muhammad seemed to be. That's when the
>male Muslim blurted out "you ought to be scared," and then bolted
>for the door in a fit of outrage. I subsequently filed a campus police
>report on him out of concern for the safety of students and myself. The
>female followed suit as well, claiming later in a libelous email she
>passed around unbeknownst to me—that is, until one of the students
>forwarded the diatribe to me later—that she was not going to sit there
>and listen to me slander her religion, even though all I did was quote
>from Islamic sources.
>>
>>
>>It was the libelous email that really started the wheels in motion
>leading up to my resignation. The female Muslim student not only
>stealthily sent around the email to all the rest of the students in the
>class to (1) defame me behind my back, but also to (2) try and gather
>support for her reckless behavior. She ended up with zero support from
>anyone. In it she made the same baseless claims of slandering Islam, but
>included some selective quotes from a couple of Mormon bloggers who had done
>what she was doing, and that is malign me in a malicious way, as
>well as a portion of blog I had written in 2009 on the Abdulmuttalab
>idiot who tried to blow up the plane over Detroit.
>>
>>
>>Both Muslim students then turned to TCC administration to make their
>specious complaints. The sad thing is, as if what these students did was not
>sad enough, is that the administration kowtowed to them, called me
>in and questioned everything from my syllabus (which was already
>approved and essentially the same ever since 2008) to my motives for
>teaching, to the banner on my website dealing with Islam. I was informed that
>I was to teach "neutral" in my views on religion, my opinions and
>insights were not welcome, that the remainder of my syllabus would be
>nixed, and that I was to strictly abide by the department approved book
>(which in reality, I was the one who even selected it for the course).
>None of the other students were called in and questioned as to what
>happened. After a veiled threat concerning my employment for failure to
>abide by the neutrality mandate, I subsequently resigned.
>>
>>
>>Since my resignation on Nov. 15, I've received several letters of
>support from the remaining students, as well as notes of encouragement
>from past students for standing my ground. There are currently, at
>least, three grievances that have been filed by the students in the
>class with the administration, yet the administration continues to drag
>its feet. It has done NOTHING! TCC administration claims that an
>investigation is ongoing, but no one has ever been spoken to on the
>matter.
>>
>>
>>As of today, I've been interviewed by CBS, FOX, KLIF-Dallas, and The
>Collegian, as well as have several of my students, but as much as I
>appreciate some of the effort, the two Muslim students have gone
>unscathed in this whole matter. Grades have been overturned in their
>favor, which is a clear violation of TCC policy, as well as another slap in my
>face for acting in an appropriate manner when students are
>insubordinate, and they've been allowed to return to class, without
>repercussion, while several of the students in the class are now
>suffering discrimination, disrespect, forfeiture of return on money
>invested by their companies for taking certain classes, and lower
>grades. It is truly a despicable thing the TCC administration has
>allowed at what I termed a "terroristic act of jihad."
>>
>>
>>This is the Cliff Notes version of what has transpired. There are
>many more details and the story only keeps getting uglier. I hope this
>helps you to understand just a little of what has gone on, and is going
>on, these past weeks, as the "religion of peace" and its followers wreak havoc
>once again upon American soil, education, and freedom.
>>
>>
>>If you need to speak to me directly, you may contact me at
>>[email protected]. Thank you.
>Posted by Robert on December 10, 2011 6:23 AM | 18 Comments
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/