http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=36031

Polisi Diminta Ungkap Dalang Konflik Ambon


Ambon, AE.- Wakil Gubernur Maluku Said Assagaff meminta aparat keamanan 
mengungkap pelaku penikaman yang menewaskan Rivaldo Petta, serta provokator 
yang sering memprovokasi masyarakat untuk saling baku hantam.

Masyarakat kembali diminta tenang, dan menyerahkan masalah tersebut ke aparat 
keamanan.
”Saya berharap sekaligus meminta agar aparat kepolisian di Maluku dalam waktu 
dekat bisa mengungkap pelaku penikaman dan provokator yang sering memprovokasi 
masyarakat,”pinta Wagub kepada pers disela-sela kegiatan pasar murah yang 
dipusatkan di ruas Jln Jenderal Ahmad Yany Batugajah Ambon Jumaat(16/12). 

Untuk menciptakan kondisi Maluku yang aman dan damai, Wagub menghimbau kepada 
masyarakat membantu aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk sama-sama 
menciptakan kondisi Maluku yang aman dan damai. “Kita tidak bisa hanya 
mengharapkan aparat keamanan dan pemerintah untuk menciptakan kondisi kedamaian 
di Maluku. Semua masyarakat dan stakeholder yang ada, harus membantu pemerintah 
dan aparat keamanan untuk menciptakan situasi dan kondisi keamanan di Maluku, 
termasuk Kota Ambon,” tegasnya. 

Orang nomor dua di Maluku ini menyesalkan terjadinya peristiwa bentrokan yang 
melibatkan masyarakat di Pohon Puleh dan masyarakat yang bermukim di Airmata 
Cina Kelurahan Urimessing Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon serta kasus penikaman 
yang mengakibatkan sopir angkot Kudamati Rivaldo Petta tewas. 

Menyangkut lambatnya aparat keamanan, Wagub membantahnya. ‘’Saya kira tidak. 
Mereka (aparat keamanan-red) punya prosedur tetap (protap), terkait dengan 
proses pengamanan dan penanganan suatu masalah kriminal. Mereka tidak mungkin 
menyampaikan ke anda (wartawan-red) kita sudah dapat. 

Itu tidak mungkin, karena mereka sudah bekerja sesuai dengan petunjuk yang 
ada,”katanya membantah. 
Wagub mengaku, suatu ketika aparat keamanan pasti bisa mengungkap siapa mereka 
yang suka melakukan provokasi di masyarakat. Kendati begitu Wagub meminta 
kepada semua masyarakat Maluku untuk menaikan doa kepada Tuhan agar mereka yang 
selalu melakukan kekacauan bisa segera berurusan dengan Tuhan. “Saya kira jika 
setiap masyarakat Maluku berdoa, pasti diantara doa-doa tersebut ada yang 
dikabulkan oleh Tuhan. Apalagi kita saat ini sedang menghadapai natal dan tahun 
baru,”yakinnya. 

Ditanya apakah Pemprov Maluku bakal membentuk tim untuk mengkaji berbagai 
persoalan yang terjadi di Kota Ambon, Wagub mengatakan dalam waktu dekat akan 
menghimpun semua paguyuban di Maluku untuk membicarakan masalah perdamaian. 
“Kita akan bentuk yang namanya paguyuban Nusantara. Di dalam paguyuban ini, 
akan tergabung seluruh paguyuban di Maluku,” pungkasnya.

UNGKAP DALANG KONFLIK
Sementara salah satu tokoh muslim La Suryadi menilai konflik di Kota Ambon 
tidak pernah berakhir disebabkan aparat kepolisian tidak transparan. Sebagai 
tokoh, dia mendukung demo sopir angkot jalur Kudamati agar pelaku penikaman 
rekan mereka Alfredo Petta diungkap polisi. 

Di sisi lain dia juga meminta para pelaku dan aktor intelektual penyerangan 
warga Air Mata Cina diusut segera, ditangkap lalu diproses hukum. Menurutnya, 
Polisi dilatih untuk meringkus para pelaku kejahatan seperti ini.

Hanya saja tergantung Polisi, apakah mereka mau melaksanakan tupoksinya atau 
tidak. Kalau itu sudah dilakukan, para pelaku sudah terindentifikasi, 
seharusnya ditangkap dan diumumkan ke publik. 

"Para pemicu konflik apakah sudah ditangkap atau belum, polisi belum ungkap, 
sehingga menimbulkan akumulasi kekecewaan masyarakat. Kalau ada kejadian 
sedikit saja seperti kemarin (demo sopir angkot), masyarakat mudah terbakar 
emosi, karena mereka juga menuntut hal yang sama," bebernya di redaksi Ambon 
Ekspres, Jumat (16/12) kemarin.

Salah satu kandidat Wakil Wali pada Pilakada Kota Ambon lalu ini meminta tokoh 
masyarakat maupun agama dari dua komunitas warga duduk bersama dengan fokus 
mengungkap dalang konflik Ambon akhir-akhir ini. "Ini harus kita cari 
bersama-sama, selama perancang konflik di Ambon tidak ditemukan, maka konflik 
akan terus berlangsung," ucapnya.

Sementara itu, Eric Ikbal Ely dari Forum Intelektual Muda Muslim Maluku meminta 
seluruh komponen pemuda muslim tidak mudah terprovokasi. Dia juga menghimbau 
dua komunitas warga supaya menjaga daerah masing-masing dari penyusupan para 
pelaku konflik.

Menurut dia ketahanan warga Kota Ambon sebenarnya sudah baik. Seperti terjadi, 
dua komunitas warga berinteraksi, masuk keluar wilayah masing-masing tidak ada 
masalah. Meski terjadi beberapa peristiwa, masyarakat tidak larut dan kembali 
berakifitas seperti biasa.

Namun diingatkan, jika dibiarkan terus terjadi, adu domba terhadap warga Kota 
Ambon oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab bisa menjadi bola liar. Karena 
itu selain menghimbau warga tidak terprovokasi, dia mengingatkan Pemda dan 
aparat keamanan segera mengungkap aktor di balik sejumlah insiden yang terjadi 
beruntun mulai peristiwa penyerangan Batugantung Waringin 11 September 2011 
lalu.

"Karena dalam sebuah konflik pasti ada, siapa yang dirugikan dan siapa yang 
diuntungkan, ini bukan konflik agama, SARA, dan sebagainya, tetapi dipicu oleh 
kepentingan pribadi orang-orang tertentu saja semua orang sudah paham soal 
konflik ini, cuma siapa yang bermain di air keruh itu tugas polisi untuk 
mengungkap mereka," katanya. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke