Refl: Tak mengenal bukan berarti tidak ada.

http://www.antaranews.com/berita/289378/arkeolog--indonesia-tak-mengenal-kebudayaan-piramida
Arkeolog : Indonesia tak mengenal kebudayaan piramida
Minggu, 18 Desember 2011 09:34 WIB |


 
Cagar Budaya dugaan piramida di Garut, Jabar. (Istimewa)

  Kebudayaan Indonesia kuno itu tidak mengenal piramida, tetapi sangat akrab 
dengan bangunan suci bernama punden berundak atau candi," 
Jakarta (ANTARA News) - Arkeolog Dr Bambang Sulistyanto menyatakan bahwa dugaan 
piramida di Gunung Sadahurip Kabupaten Garut dari aspek arkeologi tidak masuk 
akal karena Indonesia tidak mengenal kebudayaan piramida.

Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional tersebut di 
Jakarta, Minggu, piramida adalah kebudayaan Mesir dari abad sebelum Masehi 
sedangkan kebudayaan Indonesia kuno bukanlah piramida tetapi punden berundak 
pada masa prasejarah dan candi pada era klasik atau periode Hindu-Budha.

"Lebih dari seperempat abad saya belajar arkeologi, baru kali ini saya 
mendengar adanya dugaan piramida di Indonesia. Kebudayaan Indonesia kuno itu 
tidak mengenal piramida, tetapi sangat akrab dengan bangunan suci bernama 
punden berundak atau candi," katanya.

Bambang berkomentar, di lereng barat Gunung Lawu memang ada bangunan suci yang 
bentuknya mirip piramida yang terpancung atapnya, namanya Candi Sukuh yang 
dibangun sekitar abad ke 15 Masehi, namun Candi Sukuh sangat berbeda baik 
fungsi maupun maknanya dengan piramida di Mesir. 

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi 
Arief mengatakan bahwa tim katastropik purba menemukan dugaan adanya bangunan 
berbentuk piramida di Desa Sadahurip Kabupaten Garut, Jawa Barat yang cukup 
mengagetkan.

Andi menambahkan dari beberapa gunung yang di dalamnya diduga ada bangunan 
menyerupai piramida, setelah diteliti secara intensif dan uji karbon dating, 
dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza.

Ditegaskan Bambang, temuan piramida di Garut memerlukan bukti ilmiah, karena 
jika tidak, maka ia tidak bisa mempercayainya.

Pengujian yang diperlukan untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut menurut 
dia, melalui pengujian ekskavasi (penggalian) sehingga bisa dibuktikan 
sejelas-jelasnya.

"Tapi apa mungkin menggali Gunung? Sampai berapa meter batas kedalamannya? Dan 
berapa luas diameternya? Harus dipikirkan berapa kubik tanah galian yang harus 
digali dan dibuang kemana? Apa malah tidak merusak lingkungan?" ujarnya 
bertanya-tanya.

Ia juga tidak bersedia berkomentar soal uji geo radar yang disebutkan sudah 
dilakukan oleh tim tersebut di gunung Sadahurip, karena merasa bukan ahlinya.
(D009)

Berita Terkait
  a.. Belum ada sejarahnya piramida di Indonesia
  b.. Masyarakat Arkeologi Indonesia apresiasi Tim Katastropik Purba
  c.. Tim UI laporkan penggalian Kayangan Api 
  d.. Situs berusia 1.400 tahun ditemukan
  e.. Laporan Ekskavasi Situs Kahyangan Ditunggu




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke