Email di bawah ini adalah sample gratis program Tarot
Course yang diselenggarakan di maillist
[EMAIL PROTECTED] .
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/join

Dengan ikut program ini anda dapat mengikuti kuliah
online soal meramal tarot, tanya jawab dengan dosen
kami yang berpengalaman via internet secara continue.
Program ini sudah berjalan secara lancar selama dua
tahun.

Kami juga mengadakan program-program yang berhubungan
dengan dunia psikologi dan spiritual dengan
mendatangkan pengajar-pengajar dari dalam dan luar
negeri. Kami mengadakan gathering dan tampil ke publik
sebulan sekali. Kami pernah menerjunkan personil kami
sebanyak 10 orang tampil menangani pasien secara masal
pada acara Batavia Art Festifal, dan akan kembali
tampil pada munas Forum Komunikasi Paranormal dan
Penyembuh Alternatif Indonesia di TMII pada 15-19 Juni
2005 yang akan dihadiri oleh Pres.SBY dan Menteri
Kesehatan. 

Para member maillist VincentLiong yang mengikuti
program-program tsb. diharapkan mampu praktek menerima
uang baik sebagai psikoloh non sekolahan, paranormal,
penyembuh, dsb dalam waktu sangat singkat.

------------------------------------------------------
Diposting pertama kali pada:: LINK::
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/8881


Tarot Course No.9/Th.2 


Rekan-Rekan yang Berbahagia:

Selamat berjumpa lagi dalam Tarot Course, satu-satunya
program pelajaran tarot yang menggunakan Bahasa
Indonesia di internet.

Bagi Anda yang baru bergabung, pelajaran-pelajaran
sebelumnya bisa di-download dari files di milis
Clubtarot. Untuk bergabung dengan Clubtarot, klik:
<http://groups.yahoo.com/group/clubtarot/join>.
Diskusi
dengan saya juga dilakukan di milis Vincentliong.
Untuk bergabung dengan milis Vincentliong, klik:
<http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/join>.

Pada hari Minggu, 15 Mei 2005 yang lalu, wawancara
dengan saya sebagai seorang pewacana tarot ditayangkan
dalam segmen Seputar Indonesia di RCTI, dan segmen
Liputan Sore di Trans TV. Apa yang saya jelaskan
dengan singkat dalam wawancara TV itu sama saja
intinya dengan apa yang saya tuliskan dengan panjang
lebar di internet, yaitu bahwa tarot hanyalah salah
satu medium untuk menemukan alternatif pemecahan
masalah-masalah kehidupan yang dialami oleh manusia.
Kartu hanyalah alat atau perantara, sedangkan
pertanyaannya diajukan kepada YME/Alam Semesta yang
Maha Baik/Sang Hyang Widi/All That Is, dsb. Caranya
adalah melalui doa dan/atau meditasi. Cara-cara doa
dilakukan apabila pewacana atau peramal adalah seorang
agamais (religious), dan cara meditasi dilakukan
apabila pewacana adalah seorang kebatinan (spiritual).
Cara doa dan meditasi bisa dilakukan bersamaan apabila
penanya adalah seorang “hybrid”: seorang spiritual
yang masih belum bisa menerapkan prinsip
“non-attachment” terhadap tuntutan agama… Dan itu sah
saja.

Walaupun telah pernah saya jelaskan dalam Tarot Course
sebelumnya, mungkin ada faedahnya apabila saya ulangi
sekali lagi disini bahwa penggunaan kartu tarot untuk
mencari solusi dari masalah kehidupan bukanlah suatu
“game of chance”. Penggunaan tarot bukanlah
menggunakan prinsip random, tetapi azas Sinkronisitas
(Synchronicity). Sinkronisitas mendalilkan bahwa
segala sesuatu berhubungan dengan sesuatu lainnya di
alam fisik ini karena memang ada koneksi di dimensi
spiritual. Dimensi spiritual itu adalah Alam Bawah
Sadar manusia. Alam bawah sadar dari pewacana tarot
dan alam bawah sadar dari penanya akan berinteraksi
sehingga apa yang muncul dalam bentuk kartu-kartu yang
tercabut bukanlah hasil kebetulan belaka, tetapi
jawaban yang dicari oleh si penanya.

Saya sendiri percaya bahwa semua solusi yang dicari
oleh penanya sebenarnya telah dijawab oleh YME, tetapi
masih berada di dalam alam bawah sadar si penanya.
Melalui tarot, alternatif solusi itu dibawa ke atas
meja dalam bentuk simbol-simbol yang muncul di
kartu-kartu itu. Simbol-simbol itu diinterpretasikan
dan dikomunikasikan kepada kesadaran si penanya yang
akhirnya bisa mengerti, menerima, dan menjalankannya.

Dalam wawancara TV dengan RCTI dan Trans TV, saya juga
menjelaskan bahwa pada dasarnya yang disebut “ramalan”
adalah proyeksi dari saat ini ke saat tertentu di masa
depan. Mereka yang berlatar belakang matematika
mungkin bisa mudah mengerti karena hal ini sama persis
seperti memproyeksikan suatu titik koordinat (X,Y) di
satu bidang ke bidang lainnya di seberang axis X atau
axis Y. Apabila titik koordinat yang baru (X1,Y1)
ternyata tidak sesuai dengan keinginan, apa yang harus
dilakukan? Tentu saja kita harus merubah titik
koordinat asal (X,Y) sehingga titik koordinat yang
diproyeksikan itu (X1,Y1) akan jatuh di tempat yang
diinginkan. Begitu pula dengan ‘ramalan’. Apabila
ternyata yang diramalkan jelek, maka berarti ada
sesuatu yang harus dirubah di saat ini sehingga masa
depan yang diramalkan itu akan menjadi baik. Biasanya
yang harus berubah adalah si penanya sendiri, dan
bukan orang lain atau lingkungannya. Apabila si
penanya mau berubah seperti yang disarankan, maka
otomatis masa depannya akan menjadi baik.

Saya selalu berusaha untuk menjelaskan tentang cara
bekerja kartu tarot secara rasional. Bahkan apa yang
diwacanakan/diramalkan selalu logis dan rasional. Kita
manusia paska-modern tidak bisa lagi diiming-imingi
dengan segala takhayul dari masa lalu. Keparanormalan
yang berselaput takhayul sudah masanya untuk lewat,
dan tarot sebagai bagian dari keparanormalan sudah
seharusnya menyesuaikan diri. Saya tidak tahu tentang
para pewacana tarot yang lain, tetapi saya dan
murid-murid saya termasuk golongan rasional yang
mengandalkan doa/meditasi dan pemberian alternatif
solusi yang logis dan rasional. Cuma itu saja.

Dalam Tarot Course kali ini saya akan menerangkan
sedikit tentang apa yang saya namakan “Pewacanaan
Marathon”. Setelah itu ada bagian “Tanya-Jawab”. Pada
akhir tulisan, di bagian Lampiran, saya sertakan juga
artikel wawancara LKBN Antara dengan saya yang
dikeluarkan bulan Desember tahun lalu.

Pewacanaan Marathon
-------------------

Saya ini tipe "generik", jadi formatnya sebenarnya
sama saja, baik pewacanaan marathon atau non-stop
terus menerus; maupun pewacanaan biasa yang memiliki
jeda waktu cukup. Marathon ada dua macam: yang umum
adalah pewacanaan dalam waktu sekitar 30 menit per
penanya. Yang tidak umum adalah 5 menit per penanya
seperti dalam acara-acara tertentu untuk masyarakat
umum. Jadi, bila diberikan waktu selama 4 jam, total
bisa ada sekitar 50 penanya yang memperoleh pewacanaan
secara berturut-turut.

Dasar pewacanaan marathon adalah kondisi gelombang
otak Alpha dari si pewacana atau peramal tarot,
sehingga penanya langsung memperoleh jawaban seketika
dari pewacana setelah kartu-kartu dicabut olehnya.
Pewacana tidak akan mempunyai waktu sama sekali untuk
berpikir. Yang keluar dalam pewacanaan adalah yang
berasal dari intuisi semata-mata dan pewacana hanya
tinggal mengucapkannya .

Contoh Pewacanaan Marathon adalah sebagai berikut:
T = Penanya
J = Pewacana

W: Selamat malam. Saya Leo, Anda?

T: ... (Penanya menyebutkan namanya).

W: OK, Mbak/Mas..., pertama kali kita kocok dulu
kartunya ya. Terserah berapa kali saja. (Saya akan
mengocok kartu terlebih dahulu, lalu menggenggamnya
dengan kedua belah tangan, dan saya angkat ke atas
sampai melewati dahi atau mata ketiga saya. Pada
posisi teratas saya diam selama sedetik: itu doa saya
meminta jawaban bagi penanya dari "Alam Semesta".
Setelah itu, baru kartu saya serahkan kembali kepada
penanya).

T: (Penanya mengocok kartu dan mengembalikannya kepada
saya).

W: (Saya menerima segenggam kartu itu, memegangnya
dengan kedua belah tangan, dan sekali lagi
menaikkannya ke atas melewati dahi saya; ada doa
sedetik juga disini. Setelah itu kartu-kartu saya
tebarkan dalam bentuk kipas). Pertanyaan pertamanya
apa Mbak/Mas? Bisa bertanya apa saja. Kalau
pertanyaannya umum, jawabannya akan umum, kalau
pertanyaannya spesifik, jawaban bisa spesifik juga.

T: (Penanya mengajukan pertanyaan pertamanya).

W: Silahkan dicabut satu kartu, yang mana saja.

T: (Penanya mencabut satu kartu dari tebaran kipas).

W: (Saya mengambil kartu itu, menempatkannya di
tengah. Lalu saya mencabut satu kartu dari paling kiri
dan paling kanan tebaran kipas untuk mendampingi kartu
yang dicabut oleh penanya). OK, Mbak/Mas,.... (ini
jawaban yang diberikan). Sekarang pertanyaan keduanya
apa?

T: (Penanya mengajukan pertanyaan keduanya).

W: (Saya mengulangi prosedur yang sama seperti di atas
sampai tiga pertanyaan tuntas diajukan dan dijawab).

Untuk tipe marathon kilat, tanya jawab untuk tiga
pertanyaan seperti contoh di atas bisa dilakukan dalam
waktu kurang lebih 5 menit saja. Apabila saya bisa,
tentu saja Anda akan bisa pula!

Tanya-Jawab
-----------

Pertanyaan 1:
Apakah hasil pewacanaan atau ramalan dapat berubah ?

Jawaban 1:
Menurut saya, jawabannya: "Ya, dapat berubah kalau
faktor-faktor yang ada pada saat ramalan dilakukan
ternyata kemudian berubah."

Ramalan adalah prediksi dengan memperhitungkan
faktor-faktor eksternal atau lingkungan di luar diri
si penanya, dan faktor-faktor internal atau diri si
penanya sendiri. Faktor-faktor itu diasumsikan konstan
pada saat dilakukan proyeksi ke masa depan yang ingin
diwacanakan atau diramalkan. Kalau faktor-faktor yang
digunakan untuk prediksi atau meramal ternyata
berubah, maka otomatis ramalan akan berubah.
Berubahnya hasil ramalan apabila faktor-faktor yang
digunakan untuk meramal ternyata berubah adalah
hakekat dari segala sesuatu yang bersifat ramalan,
prakiraan, prediksi, proyeksi, dsb. Termasuk disini
prakiraan cuaca, proyeksi jumlah penduduk, dsb.
Sebagai rule of thumb, bisa dipegang juga bahwa
biasanya faktor-faktor eksternal lebih lambat
berubahnya. Saya biasanya mengasumsikan bahwa
faktor-faktor eksternal tidak berubah kecuali faktor
internal atau si penanya sendiri berubah lebih dahulu.

Memang apa yang dilihat di masa depan atau diramalkan
bisa berubah, karenanya seorang pewacana atau peramal
tarot harus bisa mengarahkan atau memberikan solusi
kepada penanya agar masa depan yang diinginkan
tercapai. Kalau masa depannya yang terlihat jelek,
tidaklah bijaksana apabila pewacana tarot
menakut-nakuti penanya bahwa yang jelek itu pastilah
yang akan dan mutlak harus terjadi.

Apabila yang jelek terlihat, pewacana tarot harus
dengan tegas menawarkan beberapa alternatif solusi
kepada penanya. Tanyakanlah kepada penanya, alternatif
solusi yang mana yang diinginkannya. Berdasarkan
alternatif solusi itu, lakukanlah lagi proyeksi atau
ramalan ke depan. Apabila ternyata proyeksi itu sesuai
dengan yang diinginkan, konfirmasikanlah niat itu
kepada penanya. Harus ada kata "Amin" dari penanya dan
pewacana tarot agar masa depan yang baik itu terjadi.

Itu metode saya, dan itu susah sekali untuk dibagikan
kepada mereka yang tertarik untuk mempelajari tarot.
Saya harap Anda bisa menangkap secara intuitif apa
yang saya ungkapkan di atas.

Pertanyaan 2:
Apakah ada hal lain yang diberikan oleh pewacana tarot
kepada penanya selain pewacanaan atau ramalan yang
diminta ?

Jawaban 2:
Ada, yaitu energi-energi yang didorong keluar melalui
meditasi rutin oleh si pewacana atau peramal tarot.
Pewacana tarot harus membantu memberikan energi kepada
penanya sehingga apa yang baik bisa terlaksana dan apa
yang jelek bisa dilihat jelas, dimengerti, dan
dilepaskan. Pemberian energi kepada penanya adalah
sesuatu yang belum pernah dibahas secara eksplisit di
buku-buku pelajaran tarot.

Tapi saya percaya Anda tahu apa yang saya maksud, dan
bisa mempraktekkannya secara alamiah apabila saatnya
tiba. Saat itu akan datang tanpa Anda duga: Anda akan
ingat apa yang saya tulis sekarang, dan itu akan Anda
terapkan kepada penanya.

Pertanyaan 3:
Apakah mewacanakan atau meramal tarot memerlukan iman
?

Jawaban 3:
Bagi saya jawabannya: "Ya". Kalau saya tidak percaya
tarot bisa dipakai untuk meramal masa depan, untuk apa
saya meramal orang memakai tarot ?

Pertanyaan 4:
Apakah mungkin pewacanaan dilakukan dalam jarak jauh?

Jawaban 4:
Bisa. Dalam hal ini pewacana mengocok kartu dan
mencabutnya mewakili penanya.

Pertanyaan 5:
Apakah kartu Arkana Mayor bobotnya lebih tinggi
daripada kartu-kartu Arkana Minor ?

Jawaban 5:
Bagi saya itu relatif, bisa ya dan bisa juga tidak;
karenanya saya rekomendasikan agar rekan-rekan
mewacanakan tarot sebanyak-banyaknya untuk orang-orang
yang tidak dikenal. Nanti akan bisa tahu sendiri.

Pertanyaan 6:
Saya sedang baca satu pengantar umum tarot yang
menjelaskan sejarah hubungan tarot dan Kabalah. Disana
disebutkan jumlah kartu Arkana Mayor yang 22 itu sama
dengan jumlah abjad Ibrani (Hebrew). Apakah ini benar
?

Jawaban 6:
Ya, itu benar. Abjad Ibrani (Hebrew) berjumlah 22, dan
tiap abjad memiliki arti dan filsafatnya sendiri yang
disimbolkan dengan kartu Arkana Mayor di dalam tarot.
Abjad Ibrani itu mirip dengan Abjad Arab, jadi kita
tidak terlalu kaget kalau mempelajarinya juga. Di
abjad Arab kita kenal: Aliph, Ba, Tha. Di Ibrani:
Aleph, Beth, Thau, dst.

Pertanyaan 7:
Dalam metode tarot Mas Leo ini, apakah Arkana Mayor
dan Arkana Minor diperlakukan berbeda dalam
pembacaannya atau sama saja dan tergantung pada
jawaban dari alam intuisi?

Jawaban 7:
Secara umum, kita memberi bobot lebih berat kepada
Arkana Mayor, tapi ini tidak selalu. Bisa juga diberi
bobot sama. Jadi benar juga kalau dikatakan bahwa
tergantung pada jawaban dari alam intuisi.

Pertanyaan 8:
Kalau ketika kita meramal, lalu membuka kartu, dan
kita tidak mendapat jawaban intuitif dan hanya terpaku
pada makna kartu yang telah kita hapal sebelumnya, apa
yang terjadi dan apa yang harus dilakukan ?

Jawaban 8:
Pengalaman saya begini: kartunya dilihat terus saja.
Anda diam saja: semenit, dua menit, sampai tiba-tiba
akan ada sesuatu yang melintas di kepala Anda. Anda
tidak tahu itu apa, tetapi mulut Anda akan langsung
bicara. Begitu saja. Itulah intuisi. Dan semakin
dilatih, cara-cara seperti itu akan semakin mantap.

Pertanyaan 9:
Apakah ada perbedaan hasil antara pembacaan kartu
tarot melalui suatu situs internet dengan hasil
pembacaan kartu dengan cara langsung bertemu dengan
pembaca kartu tarot ?

Jawaban 9:
Sudah jelas ada bedanya karena yang satu dikocok oleh
mesin dan yang lainnya dimonitor oleh pembaca tarot
yang otomatis menggunakan bawah sadarnya, intuisinya,
dan segala macam kekuatan doanya. Pembacaan oleh mesin
adalah random, sedangkan pembacaan oleh seorang
pembaca tarot adalah komunikasi antara jiwa dan jiwa:
jiwa pembaca tarot dan jiwa penanya. Di pihak lain,
Azas Sinkronisitas (Synchronicity) mungkin bisa
berlaku juga walaupun sang pembaca tarot adalah sebuah
program komputer. Tapi tentu saja tidak bisa
diandalkan sebagai patokan yang benar-benar akurat.

Pertanyaan 10:
Apakah hasil pewacanaan bisa berbeda-beda apabila
dilakukan oleh para pewacana yang berlainan ?

Jawaban 10:
Hasil pewacanaan yang berbeda memperlihatkan bahwa apa
yang dibukakan memang melalui para pewacana yang
membuka "peta buta" itu dari sudut pandang yang
berbeda-beda. Pertanyaan bisa sama, tetapi pengertian
para pewacana tidak selalu sama. Hasil pewacanaan
tentu saja tergantung dari pengertian pewacana tentang
pertanyaan yang diajukan. Walaupun pewacana bisa
netral, jawaban yang terbuka tetap tersaring melalui
pribadi si pewacana. Malahan adakalanya pewacana bisa
berbicara atau menuliskan hasil pewacanaan, tetapi dia
sendiri tidak mengerti apa yang dikatakan atau
dituliskannya itu. Yang mengerti adalah si penanya.

Pertanyaan 11:
Saya bingung melihat teknik-teknik pewacanaan yang
berbeda dari macam-macam pewacana tarot !

Jawaban 11:
Jangan bingung kalau bertemu dengan para pewacana yang
menggunakan teknik berbeda-beda, walaupun dasarnya
tetap sama. Setiap pewacana memang sebaiknya menemukan
tekniknya sendiri yang paling pas buat dirinya dan
tidak perlu merasa "prihatin" kalau ternyata tekniknya
itu lain dari yang lain. Juga jangan bingung kalau
menemukan orientasi pewacana tarot yang berbeda-beda
juga. Ada dua paradigma besar saat ini di bidang
tarot. Setiap pewacana Tarot cenderung untuk
digolongkan ke dalam salah satu dari dua orientasi
itu. Pertama adalah mereka yang mengutamakan
pencaharian jati diri atau pencerahan melalui
perenungan makna yang terkandung dalam 78 kartu tarot.
Kedua adalah mereka yang mempergunakan kartu Tarot
untuk pewacanaan, dan bukan untuk pencaharian jati
diri atau pencerahan. Saya sendiri masuk golongan yang
kedua.

Pertanyaan 12:
Saya sedang menyukai seseorang, dan sepertinya dia
juga begitu. Saya membuka tarot untuk mengetahui
orangnya seperti apa, ternyata yang keluar salah satu
diantaranya adalah Arkana Mayor XV. Iblis (the devil).
Di samping itu, di sekitarnya juga ada kartu-kartu
negatif seperti 7 Pedang dan 9 Pedang. Karena kurang
puas, beberapa hari setelah membuka tarot, saya
membuka lagi dan menemukan kalau XV. Iblis selalu ada
di antara kartu-kartunya. Apakah artinya itu ?

Jawaban 12:
The Devil berarti obsessi atau kegandrungan. Saya
melihat bahwa orang yang Anda sukai ini adalah dari
tipe tertentu. Tipe ini adalah ideal Anda. Dari dahulu
selalu begitu: Anda selalu "jatuh suka" kepada orang
yang tergolong tipe ini. Elemen dari XV. Iblis adalah
tanah. Dan itu berarti bahwa Anda percaya bahwa orang
yang Anda sukai itu memiliki kemampuan untuk membawa
segala pergulatan intelektual dan energi Anda ke arah
yang konkrit dan praktis. Saya seolah-olah melihat
bahwa Anda bisa diandaikan sebagai sebuah kapal api
yang tidak memiliki jangkar untuk berlabuh. Orang yang
Anda sukai adalah dia yang bisa berperan sebagai
"jangkar" untuk melabuhkan energi fisik dan
intelektual Anda. Pedang yang berelemen udara dan
berada di seputar XV. Iblis yang berelemen tanah
menandakan adanya konflik antara usaha-usaha dan upaya
pemikiran Anda untuk mendekati dia yang Anda sukai ini
dan kebiasaan berkomunikasi dari orang ini.
Seolah-olah upaya Anda untuk memberikan perhatian
khusus kepadanya tidak memperoleh tanggapan yang
diharapkan atau semata-mata dianggap biasa saja
olehnya. Dia yang Anda sukai adalah orang yang praktis
dan agaknya memiliki energi magnetik yang bisa membuat
dirinya di-idolakan oleh para pengagumnya.

Pertanyaan 13:
Dalam Tebaran Satu Kartu, apabila kartu yang tercabut
memberikan jawaban “Ya” (kartu Tunas atau Pedang),
tetapi arti kartu ternyata negatif (misalnya 9
Pedang), bagaimana mengartikannya ?

Jawaban 13:
Banyak yang bertanya seperti itu, dan itu diakibatkan
oleh kesalah-kaprahan. Sebagian pewacana tarot memang
membagi kartu-kartu menjadi kartu yang berarti baik
atau sehat seperti 10 Cawan, 4 Tunas, dsb. Sebagian
kartu lainnya dianggap berarti jelek atau sakit
seperti 5 Koin, 3 Pedang, dsb. Dalam sistem saya,
semua kartu adalah netral, tidak sehat maupun sakit.
Bisa bersifat sehat atau sakit, tergantung dari
pertanyaannya dan tergantung pula dari jawaban yang
diterima oleh pewacana tarot melalui intuisinya. Jadi,
tidak ada kartu yang sudah dipatok mati sejak awal
sebagai kartu baik atau kartu jelek. Bahkan kartu
Arkana Mayor XIII. Kematian, atau XV. Iblis, tidaklah
berarti kartu bencana atau malapetaka bagi saya. Yang
saya bahas adalah sistem yang mengasumsikan bahwa
semua kartu adalah netral sampai arti spesifiknya
muncul di intuisi si pewacana tarot.

Pertanyaan 14:
Apabila kartu sudah dicabut, arti apakah yang akan
digunakan: arti yang disesuaikan dengan pertanyaannya,
atau arti yang sebenarnya ?

Jawaban 14:
Secara gampangnya, saya bisa jawab bahwa yang harus
diberikan adalah arti yang disesuaikan dengan
pertanyaannya, yaitu arti yang muncul begitu saja di
dalam intuisi Anda sebagai seorang pewacana tarot.
Lalu, arti yang sebenarnya yang bagaimana ? Saya kira
yang dimaksud disini adalah Kata Kunci, yaitu satu
arti bagi satu kartu yang sudah Anda hapalkan. Kata
Kunci itu tidak perlu menjadi obsessi, sebab lama
kelamaan Anda akan memiliki banyak Kata Kunci untuk
tiap kartu. Arti sebenarnya yang mana ? Ya semuanya
itu. Tapi jawaban yang diberikan dalam suatu
pewacanaan tertentu adalah salah satu dari mereka itu.

Pertanyaan 15:
Apakah beda terawangan (psychic reading) dengan
pewacanaan tarot ?

Jawaban 15:
Pada dasarnya sama saja antara terawangan (psychic
reading) dan pewacanaan tarot (tarot reading). Hasil
pewacanaan (reading) sangat tergantung dari kemampuan
si pewacana. Kalau ada hasil pewacanaan yang berbeda
dari beberapa pewacana walaupun obyek yang ditanyakan
sama, maka harus dilihat lagi siapa pewacananya,
karena hasil pewacanaan akan tergantung dari kemampuan
batin sang pewacana. Karena kemampuan tiap pewacana
berbeda-beda, maka hasil pewacanaanpun berbeda-beda
pula. Kualitas pewacana menentukan hasilnya akurat
atau tidak.

Pertanyaan 16:
Saya ingin bertanya cara mengetahui apakah seseorang
adalah jodoh kita atau bukan. Menurut Anda, kalau itu
jawabannya “ya”, maka yang keluar adalah kartu Arkana
Mayor X. Roda Keberuntungan. Kalau yang keluar kartu
negatif (Elemen Air dan Tanah), berarti jawabannya
“tidak”. Seandainya kartu yang keluar adalah kartu
positif (Elemen Api dan Udara) atau Arkana Mayor yang
lain, kira-kira artinya apa ? Apakah harus
dipertimbangkan kartu apa yang tercabut?

Jawaban 16:
Sejujurnya, arti tiap kartu tergantung dari arti yang
diberikan oleh masing-masing pewacana. Arti yang saya
berikan kepada 78 kartu yang saya pakai bisa berbeda
dari pewacana lainnya, dan itu tidak akan mempengaruhi
hasil pewacanaan. Andapun bisa memberikan arti lain
dari yang lain kepada kartu-kartu yang Anda pakai,
tetapi arti-arti tersebut hanya berlaku apabila Anda
yang menjadi pewacana. Asumsi yang Anda pakai adalah
prinsip kekonsistenan dalam mengartikan kartu-kartu
yang keluar. Jadi Anda harus memberikan arti sendiri
kepada kartu-kartu Anda sehingga Anda akhirnya menjadi
seorang pewacana yang akurat. Contohnya: Arkana Mayor
X. Roda Keberuntungan akan berarti “jodoh” hanya
apabila saya yang pakai. Anda bisa pakai itu, tetapi
bisa pakai kartu yang lain. Bisa pakai Arkana Mayor
XIII.Kematian, misalnya. Mengapa tidak ?

Pertanyaan 17:
Untuk pertanyaan lain seperti pekerjaan dan lainnya,
apakah kita bisa mencabut satu kartu saja ? Dan,
apabila bisa, bagaimana ketentuannya ?

Jawaban 17:
Ya, bisa cabut satu kartu dengan Tebaran Satu Kartu:
Pertanyaan Ya-Tidak. Kalau bagi saya, kartu-kartu
positif (Elemen Api dan Udara) berarti “ya”, dan
kartu-kartu negatif (Elemen Air dan Tanah) berarti
“tidak”. Alasannya akan diberikan oleh arti atau Kata
Kunci dari kartu yang keluar. Tapi jangan bingung
kalau bertemu pewacana lain yang memberikan arti
berbeda atau kebalikannya. Misalnya, kartu-kartu
positif berarti 'tidak', dan kartu-kartu berarti
“ya”. Jadi, sekali lagi, Anda sebagai seorang pewacana
yang harus menentukan bagaimana kartu-kartu itu akan
bekerja bagi Anda.

Pertanyaan 18:
Apakah kedudukan kartu Pelayan (Page) sama dengan
Ksatria (Knight) ? Sebab kalau dalam tebaran keluar
Pelayan, saya bingung: apakah itu menunjukkan seorang
kanak-kanak atau seorang perempuan remaja. Begitu pula
apabila kartu Ksatria yang keluar, saya bingung
mengenai gender atau jenis kelaminnya.

Jawaban 18:
Kedudukannya tidak sama. Dalam sistem yang umum,
Pelayan kedudukannya lebih rendah daripada Ksatria.
Kalau dinilai dengan angka, Pelayan = 11, Ksatria =
12. Kalau keluar Pelayan, berarti menunjukkan
seseorang yang berusia di bawah 30 tahun, bisa
perempuan atau laki-laki. Berarti disini termasuk
anak-anak dan remaja. Pelayan bisa juga berarti pesan
atau saran yang diberikan dalam situasi tertentu.
Artinya sendiri tergantung dari elemennya
masing-masing. Ksatria adalah seseorang yang berusia
antara 30 dan 40 tahun; gendernya bisa pria, bisa pula
wanita.

Pertanyaan 19:
Saya kadang-kadang bingung kalau dalam tebaran keluar
kartu Arkana Minor Orang; saya tidak tahu apakah
mereka menunjuk kepada orang, atau kepada situasi.

Jawaban 19:
Disini intuisi berperan untuk memutuskan apakah Arkana
Minor Orang itu (Pelayan, Ksatria, Ratu, Raja)
memperlihatkan orang, atau memperlihatkan situasi
tertentu. Bisa juga berarti kedua-duanya. Saya sendiri
cenderung untuk memakai kedua artinya sekaligus.

Damai di Bumi,
Leo

Latar Belakang Penulis
----------------------
Leonardo Rimba adalah lulusan Jurusan Ilmu Politik,
Universitas Indonesia, dan Program MBA dari the
Pennsylvania State University. Melalui internet, Leo
bisa dihubungi di alamat <[EMAIL PROTECTED]>.
Melalui telpon genggam di: 0818-183-615.


Lampiran
--------

LKBN ANTARA
D0031204000338 03-DEC-04 SPK JKT

SPEKTRUM/PROFIL:

LEO, MASTER KARTU TAROT YANG TIDAK PERCAYA PARANORMAL

Oleh Nur R Fajar

"Jangan terlalu percaya pada ucapan paranormal
yang ngomong nasib anda buruk, harus pasang sesuatu
atau melakukan sesuatu. Jangan seperti itu, Tuhan
tidak seperti itu," kata Leonardo Rimba, MBA, seorang
peramal dengan media Kartu Tarot.

Leonardo yang akrab dipanggil Leo, mengatakan
Tuhan tidak membagi-bagikan nasib buruk kepada
manusia. Keadaan buruk seseorang dapat dihilangkan
dengan merubah kebiasaan hidup atau cara kerja.

"Kita mencoba mengajarkan klien untuk beriman
kepada yang Maha Kuasa dan rasional untuk hidup. Bukan
percaya membabi buta terhadap paranormal yang sering
menyalahgunakan kepercayaan," kata pewacana nasib yang
tidak mau disebut paranormal itu.

Di Indonesia, fenomena paranormal
mempromosikan diri dan menyalahgunakan kepercayaan
dari kliennya sangat sering terjadi, bahkan
benar-benar parah terjadi.

"Banyak paranormal di Indonesia yang hanya
mencari uang, bahkan dengan memasang iklan yang besar
di koran. Jangan mudah percaya," kata Leo menegaskan
berkali-kali dengan mimik muka yang serius.

Dia mengatakan, dengan bantuan media kartu
tarot, dia bisa mewacana atau memproyeksikan nasib
atau peruntungan seorang klien pada tahun depan, yang
dihubungkan dengan keadaan sekarang dan sifat klien
tersebut.

"Tetapi tidak kemudian klien tersebut membeli
jimat ratusan ribu atau bahkan jutaan supaya nasibnya
menjadi baik," kata Leo sambil mengocok kartu Tarot
yang ada ditangannya.

Pria yang suka memakai pakaian hitam-hitam itu
melanjutkan, tidak perlu sampai membeli berbagai
jimat, cukup dengan meminta kepada Tuhan secara
langsung. Atau bila kurang doa, dengan mengumpulkan
orang-orang beriman untuk berdoa bersama-sama atau
wirid.

"Aa Gym itu benar, Arifin Ilham itu benar,"
kata Leo tentang kegiatan yang dilakukan mereka
mengumpulkan orang-orang dan melakukan doa bersama.

Peramal Tarot

Drs Leonardo Rimba, MBA, adalah seorang master
Tarot yang mempunyai profesi sebagai peramal atau
pewacana nasib dengan media kartu Tarot.

Proses mempunyai kemampuan pewacanaan tarot,
kronologisnya disebabkan karena bertahun-tahun
mengalami sendiri jatuh bangun, sakit, stres karena
uang, menderita karena permasalahan keluarga, jadi
bisa empati, bisa merasakan apa yang dirasakan oleh
klien.

Proses pada saat sedang mewacanakan tarot dari
seorang klien, berawal ketika klien menanyakan suatu
hal, Leo akan menyuruh mengambil satu kartu, kemudian
dia mengambil dua kartu dari masing-masing ujung
tumpukan kartu.

Tiga kartu tersebut kemudian dibuka untuk
melihat gambarnya. Dengan melihat gambar tersebut, Leo
langsung dapat mengetahui jawaban yang datang sendiri
dipikirannya, langsung datang jawabannya, tanpa
berpikir sama sekali

"Itu yang namanya intuisi" kata Leo.

Karena setiap kali menjawab pertanyaan secara
spontan, Leo sering merasa tidak tahu apa yang dia
katakan dan jelaskan dari gambar tarot sebagai jawaban
dari pertanyaan kliennya.

"Sering aku sendiri tidak tahu apa yang aku
katakan, tapi yang bertanya mengerti apa yang aku
katakan. Aku tidak tahu itu cerita tentang apa, tapi
aku bicara saja, dan dia mengerti," kata Leo

Selama empat jam praktek menerawang 50 orang
tanpa berhenti, sama sekali tidak berpikir dan tidak
merasakan capek. "Coba bayangkan kalau dipikir, pasti
capek. Dan itu (meramal/menerawang) karunia Tuhan,"
kata Leo

Untuk melihat latar belakang klien itu mudah,
tetapi untuk mencari solusi atau jalan keluar dari
permasalahan klien, hal itu yang sulit. Kalau susah
memberikan jalan keluar, harus memberikan
alternatif-alternatif yang visibel untuk klien.

"Tidak mengatakan, wah nasib kamu jelek, kamu
harus melakukan 'srono' (cara) tertentu, dan membayar
berapa juta, agar nasib kamu bagus," ujar peramal yang
masih membujang itu.

Kalau klien merasa tertekan, kita memberi
penghiburan, memberi dorongan spiritual, dorongan
moral, agar bisa menjalani hidupnya lebih baik dan
lebih tenang.

"Saya meramal bukan berdasarkan hal yang
klenik, tapi berdasarkan hal yang ilmiah," kata Leo.

Dalam meramal, pewacana menggunakan ilmu
psikologi secara rasional, dengan memproyeksikan hari
ini untuk masa depan, katanya, sambil memperlihatkan
setumpuk kartu Tarot bergambar orang.

"Pewacana itu mengetahui, berdasarkan intuisi
yang didapat dari doa pada Tuhan Yang Maha Esa.
Intuisi itu dibukakan oleh Tuhan, bukan melalui
misalnya lewat penujuman. Itu asalnya dari Tuhan,"
katanya.

Bahkan kalau kliennya mempunyai jalan takdir
yang luarbiasa, Leo membuka kartu tarot dapat sambil
nangis. "Karena takdir yang begitu indah dari Tuhan,"
katanya.

Bila hasil proyeksi tersebut jelek, dia akan
menyarankan kepada klien untuk merubahnya dengan
merubah kebiasaan hidup atau kebiasaan kerja.

Jenuh Berbisnis

Awalnya tertarik dan bisa kemudian berprofesi
sebagai master Tarot, belajar dari bibinya yang
bernama Ani Sekarningsih, yang merupakan pencipta
Tarot Wayang.

Leo mengatakan, Ani yang berdarah
Sunda-Sulawesi merupakan satu-satunya grandmaster
Tarot di Indonesia.

Setelah belajar dari bibinya, kemudian
ditambah dengan banyak doa dan meditasi,sehingga dapat
mengembangkan tehnik dan ilmu sendiri, dimana bibinya
sendiri tidak tahu lagi.

Meditasi yang dilakukan, menurutnya berada
sampai di gerbang alam semesta.

"Semua intuisi berasal dari atas sana. Untuk
menerjemahkan permasalahan seputar bisnis, asmara,
karier dan problema hidup. Untuk terawang tanpa tarot,
untuk menyembuhkan semuanya dari atas sana." ungkap
Leo.

Peramal lulusan S1 Ilmu Politik FISIP UI, dan
peraih MBA dalam bidang keuangan (finance) dari
Penn State University, Pensylvania Amerika Serikat itu
mengenal tarot sejak anak-anak, tetapi baru sekitar
tahun 1990 mulai serius mendalaminya menjadi sebuah
profesi.

Berawal dari kejenuhan dalam dunia bisnis, dan
ketertarikan terhadap dunia spiritual, dia mulai
serius menekuni dunia Tarot.

"Ternyata membantu orang lain lebih sesuai
dengan panggilan jiwa saya, ya ditekuni saja. Meskipun
penghasilan lebih sedikit dibandingkan dengan profesi
bisnis sebelumnya," kata Leo

Mengenai alasan terjun secara profesional
sebagai master Tarot, Leo mengatakan karena kita lihat
dalam dunia bisnis, orang nggak peduli pada sesama.

"Seolah-olah uang lebih penting dibandingkan
manusia. Manusia ini hidup ini untuk apa toh? Uang
tidak dibawa mati. Dalam bisnis itu, manusia makan
manusia." katanya.

Ia melanjutkan, kalau kita dengan ilmu Tarot,
yang didasari oleh intuisi yang diberikan oleh Tuhan,
kita menolong manusia.

"Jadi kalau ada orang minta bantuan, kalau
mampu memberikan balas jasa dalam bentuk uang ya
diterima, kalau misalnya nggak mampu, ya ra popo. Lha
wong ilmunya gratis kok dari atas," kata Leo sambil
menjulurkan tangan menunjuk ke atas.

Beragam Klien

Klien yang pernah diramal oleh Leo berasal
dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain dari
Jakarta, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, bahkan dari luar
negeri seperti Australia.

Karena sudah banyak orang yang diramalnya, Leo
tidak pernah mengingat dan menghitung sudah berapa
ratus orang klien yang dia terawang nasibnya.

"Kalau lagi praktek bisa 50 atau 100 per hari,
tapi kalau sedang tidak buka praktek, ada dua-tiga
orang klien yang datang ke rumahnya.

Orang yang datang ke Leo, pada umumnya minta
diramal masalah bisnis, karier dan asmara termasuk
jodoh,

"Kalau klien dari luar negeri, pertanyaan yang
diajukan biasanya tentang kesehatan dan bisnis, kalau
Indonesia ya mengenai uang, bisnis kerja," katanya.

Orang jarang meminta diramal untuk ditunjukkan
untuk lebih spiritual. "Jarang ditanyakan karena
mungkin tidak penting dibandingkan dengan uang.
Padahal Tarot dasarnya spriritual," ungkapnya.

Ia mengatakan, sebenarnya orang Indonesia
banyak yang mempunyai kemampuan spiritual tinggi.

"Orang Indonesia tidak percaya diri. Mendengar
sesuatu, melihat sesuatu yang memang benar, tapi takut
dianggap gila, sehingga tidak menceritakan. Tidak
pede, takut dikatakan masyarakat sebagai orang gila,"
katanya.

Banyak orang Indonesia mempunyai "sixth
sense", punya keimanan yang kuat dan sering berdoa.,
semua percaya pada Tuhan.

"Orang Barat tidak bisa seperti itu. Saya
tahu, karena saya pernah lama tinggal di Barat,"
katanya menutup pembicaraan.

(T.KJ08/S005) (T.KJ08/B/S005/B/S005) 03-12-2004
22:32:34

Database Acuan Dan Perpustakaan LKBN ANTARA


Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/1gzaND/8WnJAA/HwKMAA/wf.olB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

posting : psikologi_net@yahoogroups.com
berhenti menerima email : [EMAIL PROTECTED]
ingin menerima email kembali : [EMAIL PROTECTED]
keluar dari milis : [EMAIL PROTECTED]
----------------------------------------
sharing artikel - kamus - web links-downloads, silakan bergabung di 
http://psikologi.net
---------------------------------------- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/psikologi_net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke