"sinaga harez posma" [EMAIL PROTECTED] wrote:

Sejak kapan anda dinobatkan jadi penemu ilmu
pengetahuan? Siapa yang menobatkannya? Ada-ada aja
kamu ini Vincent :) Sudah pernah anda periksa ke body
of knowledge? Ha...ha...ha... kalau anda teliti
sebenarnya sudah cukup banyak pemikiran yang mirip
dengan pemikiran-pemikiran anda, baik dalam bidang
filosofis maupun dalam bidang kognitif, transpersonal
maupun NLP. Coba anda pelajari dulu jurnal-jurnal di
bidang itu, untuk mengetahui dasar dan tempat
konsep-konsep anda itu dalam the body of knowledge. 



Vincent Liong answer:

Saya merasa perlu membahas prihal paragraf ini lebih
dalam berhubung dengan pemposisian diri anda yang beda
dengan saya, oleh karena itu saya bahas secara
terpisah dari paragraf yang lain.

“Mengapa manusia beda dengan binatang?!”
“Kalau dipikir-pikir mengapa manusia sering dikatakan
serakah, mau menang sendiri, dlsb bila dibandingkan
dengan sikap & tingkahlaku hewan?!”

Kalau anjing saya kurang enak badan, sebelum sakitnya
parah dia tahu bahwa ia perlu berjemur matahari pagi
tetapi bukan matahari di sore hari, atau memakan daun
rumput di halaman belakang rumah yang dipilihnya
sendiri. Kalau seorang manusia, meski tahu secara
logika bahwa dirinya sakit sehingga harus
mengantisipasi agar gejala sakit tsb tidak mencapai
titik klimaksnya (sakit sebenarnya) misalnya gara-gara
terlalu banyak makan makanan kurang sehat; manusia itu
tetap mendapatkan kesulitan psikologis untuk
menghilangkan kebiasaan makan makanan enak tsb.

Nah, ilmu ilmu yang tentunya anda & mayoritas orang
pelajari, memang tahu apa yang seharusnya dilakukan
seperti orang tsb tahu bagaimana cara seharusnya agar
menjadi sehat. Tetapi meski ngotot mau belajar
berbagai macam dogma tentang sehat, malah masalah lain
yang muncul yaitu ketakutan soal
kemungkinan-kemungkinan yang bisa menyebabkan sakit
sehingga hidup menjadi tidak bebas lagi. Sedangkan
anjing saya di rumah tetap berani makan dengan bebas,
toh kalau sudah dekaty limitnya ada sistem antisipasi
yang memberitahunya secara otomatis (bawah sadar)
tanpa perlu secara sadar, lalu melalukan tindakan
untuk memperbaiki ketidakseimbangan di badannya,
sehingga setelah sehat boleh bebas makan lagi termasuk
makanan yang oleh manusia yang paranoid karena takut
sakit dianggap tidak sehat.

Pertanyaannya adalah: Mengapa manusia dan anjing yang
sama-sama mamalia kok bisa berbeda dalam sikap dan
tingkahlaku tsb (masalah dan cara penyelesaiannya) ?! 


Nah, ilmu karena ilmu kompatiologi yang Vincent Liong
kembangkan lebih cenderung ke arah ‘membinatangkan
manusia’(lihat beberapa paragraf sebelumnya), maka
meski manusia menganggap bahwa semua ilmupengetahuan
harus nyambung dengan sistem ‘manusia yang manusiawi’
tsb, dalam hal ini ilmu kompatiologi yang saya
kembangkan samasekali tidak nyambung.

Ketika ilmuan ala ilmu manusia yang manusiawi
cenderung menyibukkan diri untuk mencari kebenaran
yang bersifat lokal tsb dan me-record-nya menjadi buku
sejarah yang disebut konsep-konsep ilmupengetahuan.
Maka ilmu Kompatiologi yang kebinatangan justru sibuk
untuk mencari metodologi yang lebih efisien untuk
semakin mudah diinstall pada manusia normal sehingga
menjadi binatang yang bernama manusia atau manusia
yang kebinatangandengan sistem antisipasi
otomatis-nya(insting bawah sadar). 

Lalu ilmuan-nya seperti saya hanya bertugas mengamati
bagaimana manusia yang kebinatangan ini bertingkahlaku
dan melihat hubungan antara rumus SOP (operating
sistem yang diinstall) dengan perubahan rumus hidup si
manusia dengan syarat membatasi diri untuk tidak
banyak mengintervensi dengan nasehat, pengarahan,
dlsb.

“Percuma kalau paling kaya tetapi tidak sempat enjoy
the life menggunakan kekayaan tsb. Percuma umur tua
kalau sakit-sakitan. Percuma dapat pacar paling cantik
kalau suka nyeleweng. Percuma punya rumah besar kalau
sendirian. Dlsb…”

Ttd,
Vincent Liong

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke