KEMISKINAN MASSAL, PERANNYA DALAM 
MENURUNNYA SOLIDARITAS SOSIAL

Forum Tukar Pikiran
Kerjasama HIMPSI Wil. DKI Jaya & HIMPSI Wil. Banten




Pendahuluan 


Jumlah kendaraan bermotor yang diseberangkan oleh 18 kapal ferry ke P. Sumatera 
naik 15 % dibandingkan tahun lalu , yakni mencapai 378.450 buah. Dimana 68,43 % 
diantaranya adalah kendaraan roda dua.  Angka-angka ini dilaporkan oleh 
reporter salah satu station TV swasta yang meliput arus mudik tahun 2007 yang 
lalu. 

Menurut hasil pengamatan dari seorang pengamat Ekonomi ( Faisal Basri ) pada 
tahun 2007 ini angka penjualan motor malah menurun kurang lebih 21 % 
dibandingkan dengan tahun 2006, sebaliknya angka penjualan mobil malah naik 
sekitar 10 %. 

Biro riset terkenal didunia Merryl % Linch malah menyebutkan kenaikan angka 
orang kaya di Indonesia ( yang mempunyai uang cash lebih dari 8 milyard rupiah 
) adalah 16,2 % ( tertinggi didunia ). 

Masih banyak angka-angka yang setiap saat dapat kita temukan di media massa, 
laporan konsultan dan sumber2 yang lain, namun apa maknanya bagi kita anggota 
komunitas psikologi yang pada umumnya bukan peminat angka-angka ( kecuali 
rekan-rekan psikometri ), dimana angka2 tersebut merupakan indikator yang 
mempunyai makna penting dalam kehidupan masyarakat kita. 

Dari angka-angka di atas misalnya, dapat disimpulkan bahwa terjadi penambahan 
jumlah orang miskin di Indonesia secara significant, padahal secara simultan 
mereka yang kaya juga bertambah, artinya mereka kaya dengan merebut / mengambil 
jatah dari si miskin, tidak heran bila dimana – mana terjadi tindak kekerasan 
yang dilakukan masyarakat semakin sering terjadi. Salah satu contoh: peristiwa 
paling akhir di suatu desa di Jember, MK ( 41 tahun ) sorang preman dibakar 
hidup – hidup oleh massa setelah tertangkap tangan sedang memeras H.Narto. MK 
yang semasa hidupnya kerap memalak warga mengalami hari naasnya, karena 
tubuhnya bersama motor yang digunakan diikat  pada sebatang pohon dan dibakar 
sampai hangus dilapangan ( Senin 05 November berita  dari salah satu stasiun 
Radio ).

Sebagai anggota komunitas psikologi, apa yang dapat kita lakukan bagi bangsa di 
negeri tercionta ini. Kita cukup senang sebagai pengamat yang hanya dapat 
mengelus dada, sambil menggumam ” untung bukan sanak keluarga ku yang tertimpa 
peristiwa seram tersebut ” atau ” yah memang begitu negaraku, saya kan 
hanya......, bisa  berbuat apa ??? ”, dan ungkapan yang bernada apatis lainnya.

Pada kesempatan ini Himpsi Jaya dan Banten mengundang tokoh masalah ekonomi, 
Bung Faisal Basri yang akan menyampaikan pandangannya perihal  ” Angka – angka  
dalam kaitannya dengan proses pemiskinan masyarakat Indonesia pada tahun 2007 & 
2008” . Semakin lengkap lagi perbincangan kita karena seorang psikolog senior , 
pengamat masalah sosial , yakni Prof. Dr. Enoch Markoem akan membahasnya dari 
sudut pandang psikologi sosial. ” Peran Kemiskinan massal dalam penurunan 
solidaritas sosial di masyarakat Indonesia dewasa ini ”.


Bentuk Kegiatan

Himpsi Jaya bersama Himpsi Banten mencoba meramunya dalam suatu kegiatan dimana 
kedua tokoh diatas akan memaparkan pandangannya berkenaan dengan topik diatas 
pada suatu perbincangan santai 

Tempat  :  Restoran Solaria, di   Jalan Thamrin ,  Jakarta Pusat 
Hari & tanggal : Rabu / 14 November 2007, Jam : 16.00- selesai

Diharapkan ditengah kesibukan rekan-rekan anggota komunitas psikologi dapat 
bertukar pikir dengan kedua tokoh tersebut dan akan dipandu oleh Rizal Bachrun; 
oleh karenanya kepada peserta diminta tidak datang terlambat.


Sasaran Kegiatan

Diharapkan anggota komunitas psikologi yang hadir dapat pulang dengan semangat 
ingin berbuat ”sesuatu” yang bermanfaat bagi lingkungannya sehari – hari , 
setelah tahu bahwa angka – angka yang hadir di surat kabar, televisi dan radio 
adalah indikator yang penting untuk dicermati berkenaan dengan gerak kehidupan 
suatu bangsa dinegeri tercinta ini. Anggota komunitas psikologi dapat menjadi 
pemain aktif sesuai dengan kemampuan dan ruang geraknya sehari – hari. 
Masyarakat disekitar kita banyak yang membutuhkan uluran tangan kita yang di 
karuniakan Tuhan YME mempunyai kelebihan yakni kemampuan untuk berbuat ” 
sesuatu ” tersebut. 

Siapa yang hadir ?

Anggota komunitas psikologi ( mahasiswa, sarjana psikologi, psikolog dan 
peminat psikologi ) yang ada di Jakarta – Bogor – Bekasi – Tanggerang & Banten 
dan daerah sekitar lainnya. Kegiatan ini merupakan agenda kegiatan tiga bulanan 
dari Himpsi Jaya bersama Banten dan diharapkan dapat diperluas dengan wilayah 
lain.
 
Untuk kehadiran anggota aktif Himpsi (lunas iuran sampai dengan Desember 2007 / 
dengan menunjukkan bukti) dikenai biaya Rp 10.000,-; untuk peserta lain dikenai 
biaya  Rp 25.000,-  

Lakukan pendaftaran untuk kemudahan dan lancarnya acara.

Pendaftaran langsung ke sekretariat Himpsi Jaya: 7356875 dan 021-99515764 pada 
sdri. Enung atau Lely melalui 021-99178647.


Penutup

Sebagai anggota komunitas psikologi yang mempunyai kedudukan tertentu didalam 
masyarakat, kita mempunyai peran yang berarti dan ” dapat serta mampu berbuat 
sesuatu ” bagi bangsa yang sedang terpuruk menuju jurang dalam kehancuran 
sebagai suatu bangsa yang pernah mempunyai nama besar di kalangan negara2 di 
dunia. Kita berada didalamnya, apakah kita hanya berpangku tangan saja? Kita 
mampu dan bisa berbuat sesuatu untuk negeri tercinta. ” Jangan katakan apa yang 
anda dapat peroleh dari negeri ini, tapi sebutkan apa yang anda bisa lakukan 
untuk negeri. ” ( J.F.Kennedy ). Sehingga akhirnya aku  dapat berbisik::  Tuhan 
ku ternyata hidupku tidak sia – sia ( Jend. Douglas.Mc.Arthur ).

Kirim email ke